Bintang Untuk Bintang

Bintang Untuk Bintang
35. Pelukan yang mirip pelukan Ayah


__ADS_3

Bintang berkata, "bantuan apa yang Tuan perlukan?"


"Lebih dekatlah kemari biar aku memberitahumu," ucap Hoshi membuat Bintang melangkahkan kakinya mendekati pria itu.


Namun ketika baru sekali melangkah terlihat jelas emosi dan buru-buru melangkah ke arahnya dan mengulurkan tangannya memeluknya.


Deg!


Deg!


Bintang melototkan matanya dan merasakan jantungnya berdegup amat kencang mendapatkan sebuah pelukan hangat dari Hoshi.


'Apa yang pria ini lakukan???' ucap Bintang dalam hati berusaha mendorong pria yang memeluknya, tetapi bukannya semakin melonggarkan pelukan itu, malah pelukannya menjadi lebih erat lagi.


Hoshi merasa bahwa dirinya tidak bisa jauh-jauh dari perempuan itu, dan dia merasa marah begitu Bintang keluar begitu lama hanya untuk pergi ke ruangan HRD.


"Bisakah kau tidak jauh-jauh dariku? Bisakah kalau kau pergi mengurus sesuatu, Kau cepat-cepatlah kembali?" Ucap Hoshi sembari mengeratkan pelukannya membuat Bintang yang tadi berusaha mendorong pria itu kini berhenti melakukannya.


Dia tertegun dalam pelukan Hoshi sebab Dia merasakan ketulusan dari kata-kata pria itu. Dia bahkan merasakan pelukan itu seperti pelukan yang pernah diberikan oleh ayahnya padanya ketika ayahnya baru saja kembali bertugas dalam waktu yang lama.


Pelukan erat yang penuh kehangatan dan pelukan penuh kerinduan dan tak ingin dilepaskan lagi.

__ADS_1


"Bisakah kau menjawabku? Katakan iya, katakan kalau kau tidak akan pernah berlama-lama meninggalkanku!!!" Hoshi kembali berbicara saat menyadari perempuan yang ada di pelukannya sama sekali tidak menjawabnya.


Bahkan sedikitpun suara tak dihasilkan oleh perempuan itu hingga Dia merasa bahwa hanya dirinya sendirilah yang bisa membuat suara, Bintang tidak bisa melakukannya.


Hal itu membuatnya sangat takut bila saja perempuan itu akan menolak permintaannya, jadi Hoshi semakin mengencangkan pelukannya membuat Bintang menjadi semakin berdebar-debar dengan hatinya yang terus berdesir tak karuan. .


'Apa ini??? Mengapa aku merasa bahwa pria ini benar-benar tulus mengatakannya, bahwa pria ini memberikan pelukan yang sangat pelukan yang diberikan oleh ayahku. Tapi kami baru saja bertemu, kami tidak saling mengenal satu sama lain dan minggu lalu,,,, hubungan Kami hanyalah sebatas hubungan satu malam yang tiba-tiba berubah menjadi hubungan antara atasan dan bawahan. Tapi kenapa?? Kenapa aku merasakan sesuatu yang aneh dengan pria ini?' ucap Bintang dalam hati yang tidak mengerti dengan perasaannya.


Mengapa pelukan Hoshi harus mengingatkannya pada pelukan yang pernah diberikan oleh ayahnya?


"Hei,,," tiba-tiba Hoshi melepaskan pelukan mereka dan tangan pria itu berada di kedua bahu Bintang sembari memandangi Bintang dengan tatapan yang cemas.


"Mengapa kau tidak mengatakan apapun? Kau membuatku takut saja," ucap Hoshi membuat Bintang kebingungan memandangi sorot mata ketakutan pria itu.


Tapi kenapa sekarang?


Kenapa pria itu selalu saja berbeda di hadapannya? Seperti bukan orang yang sering ia dengar ceritanya, seperti yang di depannya bukanlah terus yang asli melainkan Hoshi yang palsu.


"Kau baik-baik saja?" Hoshi kembali bertanya ketika dia menyadari Bintang yang ada di depannya masih saja melayangkan pikirannya ke tempat lain.


Hoshi itu bahkan sedikit menggoyang bahu Bintang agar perempuan itu segera tersadar dan menjawab pertanyaannya.

__ADS_1


Dan akhirnya, Bintang tersadar lalu dia menghela nafas dan berkata, "saya hanya pergi ke bagian HRD, jadi tuan tidak perlu cemas."


"Bukan jawaban itu yang kuharapkan," ucap Hoshi kini merasa sedikit kecewa sebab Dia berharapnya perempuan itu berkata bahwa Bintang tidak akan pernah meninggalkannya.


"Ahh,, lalu, apa yang Tuan harapkan?" Tanya Bintang.


"Aku ingin kau berjanji padaku bahwa kau tidak akan pernah meninggalkanku, bisakah kau melakukan itu?" Tanya Hoshi dengan suara yang pelan dan lembut serta mata pria itu tampak begitu berharap mendapatkan jawaban ia dari Bintang.


Hal itu membuat Bintang kebingungan di tempatnya, karena dia tidak percaya bahwa hal seperti itu malah diinginkan oleh pria yang ada di depannya.


"Itu,,," Bintang ingin menolak, tapi kembali mengingat bahwa dia mungkin akan dipecat Jika dia menolak maka dia berubah menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, Saya berjanji." Ucap Bintang.


"Bagus!!! Aku senang sekali mendengarnya," ucap Hoshi langsung tersenyum lalu pria itu kembali menarik Bintang ke dalam pelukannya dengan pria itu memeluk Bintang sangat erat.


Deg!


Deg!


Jantung kedua orang itu berdegup amat kencang.

__ADS_1


Hal itu kembali membuat Bintang menjadi sangat kebingungan dan merasa canggung juga, tetapi dia tidak melakukan apapun dan hanya kebingungan memikirkan pelukan Hoshi yang mengingatkannya pada pelukan ayahnya.


__ADS_2