
Setelah menutup teleponnya, Helenia langsung berbalik menatap Bintang yang sedang ditata oleh seorang penata rias.
"Lihat ini!!!" Ucap perempuan itu menunjukkan ponselnya pada penata rias Kim dan Bintang yang tampak sibuk.
"Apa lagi?" Tanya sang penata rias yang sudah mulai kesal dengan perempuan itu karena dia terus saja mengganggu Bintang yang merupakan tamu VIP di tempat itu.
Padahal, seharusnya Bintang bisa dilayani dengan tenang karena seharusnya perempuan itu berada di ruang VIP, tetapi sekarang malah terus direcoki oleh perempuan yang menyebalkan itu.
"Lihat ini!! Aku baru saja menghubungi Rossa Bhaltazar dan dia mengatakan kalau aku harus membantunya membuat kalian berdua sadar. Dia tidak ingin penata rias yang biasa melayaninya kini menata seorang perempuan yang merupakan perempuan kumuh dan tidak memiliki kelayakan untuk disentuh oleh penata riasnya.
"Kau pasti tahu kalau Rossa pasti akan malu jika penata rias yang biasa menanganinya malas sekarang menangani seorang perempuan seperti dia 'kan?!!" Tegas Helenia dengan tatapan penuh percaya diri menatap penata rias Kim yang kini mengerutkan keningnya membaca sederet nomor ponsel yang tertera di ponsel Helenia.
Setelah beberapa saat dia memang membenarkan kalau itu adalah nomor ponsel Rossa, karena dia menghafal nomor ponsel perempuan itu karena sebuah insiden di masa lalu.
"Itu memang benar nomor ponsel Nona Rossa, tetapi--"
__ADS_1
"Kalau kau sudah tahu, kenapa kau masih melayani dia cepat pergi dari sini dan sekalian usir perempuan ini karena dia sama sekali tidak layak berada di sini!!!" Tegas Helenia yang ingin mempermalukan Bintang agar nanti dia bisa mendapatkan pujian dari Rossa.
Beberapa orang yang berada di tempat itu juga kini menoleh ke arah Bintang dan memperhatikan penampilan Bintang.
"Bukankah Rossa itu adalah perempuan yang sangat membenci barangnya dibagi dengan orang lain? Dia pasti sangat marah karena insiden ini."
"Ah iya, tapi sepertinya penata rias Kim tidak terlalu memperdulikannya."
"Tapi meski begitu, Bukankah perempuan yang duduk di kursi itu seharusnya tahu diri dan segera pergi? Dia akan membuat penata rias Kim mendapat masalah Jika dia masih bersikeras untuk dilayani oleh penata rias Kim."
"Tolong Nona memaafkan pelayanan kami di sini, kami benar-benar minta maaf atas insiden hari ini." Ucap ucap penata rias Kim langsung diangguki oleh Bintang dan hanya melihat ke cermin di mana penata rias Kim sedang serius mempercantiknya.
Tetapi, Helenia yang mendengarkan itu, dia merasa sangat marah karena dia tidak percaya bahwa penata rias Kim yang sudah mengetahui bahwa dia benar-benar berteleponan dengan Rosa kini telah mengabaikannya.
Jadi perempuan itu berdiri dan dengan satu tangannya menarik kursi Bintang hingga kursi itu berputar 90 derajat menghadap ke arahnya.
__ADS_1
"Hei!!! Kalian berdua, berani-beraninya kalian mengabaikanku, padahal aku sudah mengatakan yang sebenarnya. Apakah kalian mau aku kembali menelpon Rosa agar dia datang kemari dan memberi pelajaran pada kalian?!!!" Kesal Helenia.
Tingkah Helenia semakin membuat Penata Rias Kim menjadi sangat marah, jadi perempuan itu menghela nafas lalu dia berbalik menatap Helenia lalu memindahkan tatapannya pada seorang security yang sudah berada di depan karena sedari tadi mendengar suara keributan.
"Tolong usir perempuan ini dari sini dan blacklist dia dari daftar tamu kita. Hari ini dan selamanya dia tidak akan diterima di salon ini lagi!!!" Ucap penata rias Kim yang sudah kehilangan kesabarannya langsung membuat semua orang melototkan matanya.
Tidak ada yang percaya bahwa penata rias Kim lebih memilih membela seorang perempuan yang tampaknya berasal dari strata sosial kelas bawah dibanding mengikuti ucapan Helenia yang jelas-jelas sudah menelpon Rossa.
"A,, apa?!" Helenia sangat terkejut, tetapi dia belum sempat mengeluarkan lebih dari dua kata ketika sang security sudah datang menahannya.
"Bawa dia pergi dan pastikan dia tidak pernah lagi datang kemari!!!" Geram penata rias Kim lalu dia kembali menghadap Bintang sembari membungkuk, "Nona Bintang, Saya benar-benar minta maaf atas kejadian hari ini. Semoga Nona tidak tersinggung dan bisa memaafkan kejadian hari ini.
"Dan saya pastikan di kedatangan Nona pada hari-hari berikutnya, saya akan memberikan pelayanan terbaik kepada nona." Ucap sang penata rias dengan suara yang mengandung penyesalan.
Ucapan perempuan itu seketika kembali membuat semua orang tercengang, kejadian bertubi-tubi yang benar-benar tidak masuk akal!!!
__ADS_1