Bintang Untuk Bintang

Bintang Untuk Bintang
25. Makan siang bersama dalam rasa gugup


__ADS_3

Perempuan itu sangat terkejut ketika dari belakang muncul seseorang yang tiba-tiba duduk di samping Bintang.


"Tu,, tuan!!" Ucap Bintang terkejut sembari menggeser posisi duduknya agar lebih jauh dari pria itu.


Tetapi karena terlalu ceroboh maka dia hampir saja terjatuh seandainya Hoshi tidak lebih cekatan menahan tubuh perempuan itu.


Deg!


Deg!


Jarak mereka yang sangat dekat membuat Bintang bisa merasakan aroma maskulin dari tubuh pria itu.


Dalam sekejap tubuhnya menjadi terasa sangat panas dan Leo bisa melihat wajah perempuan itu menjadi merah padam.


"Apakah jantungmu berdegup sangat cepat?" Tanya Hoshi tanpa berniat melepaskan tangannya yang sedang merangkul tubuh Perempuan itu.


"Eh?" Bintang sangat malu, tetapi dia benar-benar mematung di tempatnya dan kebingungan harus melakukan apa.

__ADS_1


Hoshi tampak kecewa, "Jadi hanya jantungku saja yang berdegup sangat kencang?" Ucap pria itu kemudian menarik tubuh Bintang agar perempuan itu bisa duduk dengan tegap.


Bintang yang melihat wajah Hoshi bisa melihat kekecewaan terpatri di sana.


'Apakah dia kecewa karena aku tidak mengatakan bahwa jantungku berdegup kencang? Tapi kenapa?' tanya perempuan itu pada dirinya sendiri sembari mengepal erat tangannya karena dia memang merasakan jantungnya berdegup kencang.


Dia tidak mau mengakuinya, sebab dia bertanya pada teman-temannya dan mereka semua mengatakan bahwa saat jantung berdegup kencang ketika bersama dengan seorang pria maka itu menandakan bahwa kita sedang jatuh cinta pada pria itu.


'Tapi tidak mungkin, Mana mungkin aku jatuh cinta pada pria ini?' ucap Bintang dalam hati berusaha menenangkan dirinya sendiri.


"Itu,, ini saya sudah mau makan," ucap Bintang mengambil kotak bekalnya dan membuka bekalnya yang berisi makanan rumahan yang ia buat sendiri.


Melihat makanan yang ada di kotak bekal milik Bintang langsung mengingatkan Hoshi pada masakan ibunya.


"Itu,, Apa kau memasaknya sendiri?" Tanya Hoshi yang kini merasa rindu pada ibunya.


"I,, iya Tuan," jawab Bintang dengan gugup karena dia takut kalau-kalau pria yang dikatakan Wiggle sebagai pria yang cinta kebersihan itu malah memarahinya karena membawa makanan murahan ke tempat kerja.

__ADS_1


Tetapi di luar dugaan Bintang, perempuan itu malah terkejut ketika Hoshi tiba-tiba saja berkata, "bolehkah aku memintanya sedikit?"


Ucapan pria itu langsung membuat Bintang mengerjapkan matanya, lalu dengan hati-hati dia memindahkan makanan itu ke tengah-tengah mereka.


"Tuan bisa memakannya sebanyak apapun yang Tuan mau," ucap Bintang membuat Hoshi tersenyum.


Bintang yang pertama kali melihat pria itu tersenyum begitu terkejut dengan wajah dingin yang selalu ia lihat ternyata dapat juga tampak hangat ketika dihiasi dengan senyuman.


Hal itu membuat jantung Bintang semakin berdegup kencang, jadi perempuan itu meramas ujung roknya dan berusaha tetap tenang menggerakkan sumpit untuk mengambil satu persatu makanan yang ada di piringnya.


'Aku harus makan banyak karena tadi pagi aku tidak sempat sarapan. Jangan sampai nanti aku malah pingsan di kantor jika tidak punya tenaga untuk melanjutkan pekerjaanku.' ucap Bintang dalam hati memaksakan makanan itu turun ke tenggorokannya, karena sebenarnya dia sangat ketakutan makan siang bersama pria yang dikenal sebagai pria yang paling menjaga kebersihan.


Dan akhirnya, Hoshi terus saja makan bekal yang dibawa oleh Bintang sementara Bintang dia tidak berani mengambil makanan dari tempat bekalnya sendiri dan hanya mengambil makanan yang diberikan oleh Wiggle.


Perempuan itu sudah mendengar dari Wiggle bahwa ketika makan pun, sumpit orang lain tidak boleh menyentuh makanan yang akan dimakan oleh Hoshi.


Jadi perempuan itu tidak mau mencari masalah untuk dirinya sendiri dan hanya diam saja di tempatnya sembari menikmati makanan yang ia dapatkan dari Wiggle.

__ADS_1


__ADS_2