Bintang Untuk Bintang

Bintang Untuk Bintang
45.


__ADS_3

"Ada apa dengan wajahmu? Apakah kau sakit Apakah kau merasa pengap karena aku memelukmu terlalu lama?" Ucap Hoshi sembari menangkup pipi perempuan itu dan merasakan bahwa wajah perempuan itu sangatlah panas.


Tetapi Bintang, jantungnya berdegup seakan meledak karena sedang dipergoki berpelukan dengan ceo-nya sendiri.


"Tidak!" Langsung teriak Bintang sembari melepaskan tangan Hoshi dari wajahnya lalu perempuan itu di kursinya sembari salah tingkah menatap layar komputernya.


🐾🐾🐾


Christian dan Loren yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum lalu Christian merangkul erat istrinya sambil berkata, "aku rasa Putri kita lebih membutuhkan kita daripada Putra kita."


Ucapan suaminya langsung diangguki oleh Loren lalu dia menatap Hoshi yang juga menatap mereka dengan tatapan kesal karena waktunya berduaan dengan Bintang telah diganggu oleh orang tuanya.


Seandainya kedua orang itu tidak datang, maka dia bisa lebih lama memeluk Bintang.


"Baiklah, ayah dan ibu akan segera pergi, jadi kalian lanjut lah bersenang-senang." Kata Loren sembari tersenyum langsung membuat Bintang mengangkat wajahnya dan wajah perempuan itu tampak begitu buruk menatap dua orang di depannya.


Ayah dan ibu???


Ayah dan ibu???


Ayah dan ibu???


Itu artinya orang yang ada di depan Bintang adalah nyonya dan Tuan Bhaltazar yang terkenal sangat romantis dan......


Mengetahui itu, Bintang langsung berdiri dan memberi hormat pada kedua orang itu.

__ADS_1


"Sa,, sa,,, saya,,,," Bintang tergugup, dia tidak tahu harus mengatakan apa tetapi Loren yang melihat tingkat perempuan itu merasa sangat lucu.


Jadi Loren berkata, "Tolong jaga Putra kami dengan baik."


Setelah berbicara, Loren dan suaminya langsung keluar dari ruangan itu membuat Bintang mengangkat wajahnya menatap pintu ruangan yang telah tertutup dan dia merasakan tubuhnya begitu melemas.


Ternyata, bukan lebih parah yang dari yang ia duga, dia pikir hanya rekan kerja saja yang datang untuk bergoki mereka saling berpelukan tetapi itu adalah orang tua Hoshi!!!


Dan kata-kata yang terakhir itu,, 'Tolong jaga Putra kami dengan baik' apa maksudnya??????


Tetapi kemudian dia terkejut ketika tubuhnya yang lemas tak berdaya tiba-tiba ditarik ke dalam sebuah dekapan tubuh yang lebih kekar dari tubuhnya.


"Ayah dan ibuku sudah mempercayakanku padamu kau menjadi kau harus menjagaku dengan baik." Ucap Hoshi dengan tidak tahu malunya langsung membuat Bintang mengangkat wajahnya menatap pria itu dan kedua tangannya langsung mendorong Hoshi agar menjauh darinya.


Dan sekarang, pria itu mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal!!! Menjaga sialan!!! Persetan dengan ungkapan itu!!! Dia sudah malu tingkat dewa!!!!!


Tapi sayang sekali, Hoshi tidak membiarkannya dan terus memeluk erat perempuan itu sembari tersenyum seperti anak kecil yang tidak tahu apa-apa.


"Ayah dan ibuku sudah mempercayakanku padamu, Jadi kalau terjadi sesuatu padaku ayah dan ibuku pasti akan mencarimu untuk meminta pertanggungjawaban mu!!" Ucap Hoshi dengan nada suara yang begitu senang.


"A,,, apa?" Tanya Bintang dengan raut wajah tak percayanya melihat pria tak tahu malu di depannya.


Kenapa dia harus menjaga seorang pria yang bisa menjaga dirinya sendiri???


"Sekarang aku lapar, jadi kau harus bertanggung jawab untuk memberiku makan," ucap Hoshi kemudian melonggarkan pelukannya agar memberi ruang bagi perempuan itu untuk menyiapkan makanan mereka.

__ADS_1


Bintang yang mendengar itu pun langsung terdiam beberapa detik memikirkan ucapan pria itu sebelum mengambil bekal mereka dan pergi ke meja makan untuk makan bersama.


"Tadi itu, apakah itu Tuan Christian Bhaltazar dan Nyonya Loren Bhaltazar?" Tanya Bintang sembari membuka kotak bekal yang ia bawa dari rumah.


Meski Dia sedang menembaknya dan merasa bahwa tebakannya sangat benar, tetapi dia masih ingin memastikannya dari mulut pria yang sedang bersamanya.


Dengan segera, Hoshi menganggukkan kepalanya sembari tersenyum pada Bintang dan berkata, "iya, mereka adalah ayah dan ibuku dan juga calon Ayah dan ibu mertuamu."


Ucapan pria itu langsung membuat Bintang menghentikan gerakan tangannya lalu dia menatap pria di depannya sembari menyipitkan matanya.


Bicara omong kosong lagi, bercanda lagi!!!


Apakah pria itu tidak pernah memikirkan kesehatan jantung dan hatinya yang terus bekerja tidak karuan setiap kali mendengar candaan pria itu???


Dia akan mati lebih awal hanya karena terus bersama dengan Hoshi dan mendengarkan omong kosong pria itu!!!!


Kematiannya akan didiagnosa sebagai gagal jantung dan kerusakan hati!!!!!


"Jangan bicara omong kosong!!!!" Kata perempuan itu yang merasa agak kesal pada pria yang selalu mempermainkannya.


Tetapi Hoshi yang mendengarkan ucapan perempuan itu langsung, "Hehe,, aku tidak bicara omong kosong, tapi aku benar-benar berharap suatu saat kita akan menikah dan memiliki dua orang anak.


"Lalu kita akan menghabiskan masa tua kita di sebuah pulau yang akan aku bangun istana dan istananya akan kunamai dengan namamu." Ucap Hoshi yang membayangkan bahwa kehidupannya bersama dengan Bintang harus seperti kehidupan ayah dan ibunya yang selalu harmonis.


Ayahnya yang melakukan apapun untuk ibunya,,, dia ingin seperti itu terhadap Bintang.

__ADS_1


__ADS_2