Bintang Untuk Bintang

Bintang Untuk Bintang
59.


__ADS_3

Setelah masuk ke dalam rumah, Bintang dan Hoshi duduk di ruang tamu lalu dua orang di depannya berbincang-bincang dengan mereka dengan kedua orang itu terlihat begitu hangat menyambut kedatangan Bintang.


Hal itu membuat Bintang mengepal erat-erat tangannya dari waktu ke waktu sebab Dia merasa bahwa dua orang di depannya terlihat seperti orang tuanya ketika kedua orang tuanya masih sehat-sehat saja.


Diam-diam dalam hatinya dia benar-benar merasa serakah untuk memiliki keluarga itu dan menjadi bagian dari kehidupan Hoshi sebagai pria yang ia cintai.


"Ibu!!!" Tiba-tiba suara seorang perempuan yang berlari dari atas tangga langsung membuat Bintang menoleh ke arah perempuan itu yang ternyata adalah Rossa.


"Sayang, kenapa kau sangat lama berdandan?" Tanya Loren dengan nada yang agak kesal melihat putrinya yang berjalan ke arahnya.


Sementara Ross, perempuan itu tersenyum hangat lalu dia kemudian duduk di samping ibunya sembari merangkul lengan perempuan itu dan menyandarkan kepalanya di bahu Loren.


"Aku mencintai ibu, Jadi Ibu tidak boleh marah-marah..." Ucap Rossa sembari mengedipkan sebelah matanya ke arah Bintang.

__ADS_1


Hal itu membuat Bintang sangat tercengang karena dia tidak menyangka kalau Rossa ternyata sama sekali tidak keberatan dengan kedatangannya ke tempat itu sebagai calon kakak iparnya.


Padahal, dia pikir perempuan itu akan berpikir bahwa dia seperti orang yang dikasih hati minta jantung,,, sudah diizinkan menjadi asisten Hoshi agar pengobatan ibunya ditanggung, tapi sekarang malah ingin menjadi bagian dari keluarga Bhaltazar.


"Baiklah, karena hari ini Kakak iparmu datang kemari, maka Ibu tidak akan memarahimu, tapi kalau lain kali kau membuat orangjadi lama menunggu, ibu akan memarahimu." Ucap Loren langsung membuat Rossa kemudian menatap perempuan itu dengan senyum yang indah lalu dia mendaratkan sebuah ciuman di pipi ibunya.


"Aku sayang ibu!!!" Ucap Rossa.


"Lalu bagaimana dengan ayah?" Tanya Christian yang merasa cemburu dengan Rossa yang hanya merayu ibunya saja, tetapi dirinya yang duduk di sebelah Loren sama sekali tidak dihiraukan.


"Tentu saja aku juga menyayangi ayahku. Tapi ayah,, tadi ketika aku sedang berendam Aku baru saja melihat sebuah cincin yang sangat cantik. Bagaimana kalau kita membelinya?


"Ayo pesan tiga cincin itu, satu untukku satu untuk ibu dan satu untuk kakak ipar. Ya?!!" Bujuk Rossa sembari menunjukkan wajah menggemaskannya di depan ayahnya langsung membuat Christian terhipnotis.

__ADS_1


Jadi pria itu menganggukkan kepalanya langsung membuat Rossa merasa bahagia itu bahagia.


Dia bersorak kegirangan sembari menoleh ke arah kakaknya dan dia lebih bahagia lagi karena itu pertama kalinya Dia meminta sesuatu di depan kakaknya tetapi kakaknya tidak memarahinya.


'Akhirnya aku menemukan kunci untukmu mengalahkan kakakku,, yaitu Bintang!!! Apapun yang aku inginkan jika aku mengatakan bahwa Bintang juga akan mendapatkannya maka Kakak aku tidak akan memarahiku!!!' ucap Rossa dalam hati merasa sangat berterima kasih pada Bintang, tetapi Tentu saja dia tidak bisa mengatakannya di saat seperti itu, karena kakaknya bisa mengetahuinya dan akan memarahinya.


Sementara Bintang, setelah dia mendengar ucapan Ketiga orang di depannya, dia langsung menoleh ke arah Hoshi sebab Dia berharap agar pria itu menolak ucapan Rossa agar dirinya tidak usah dibelikan cincin.


Tetapi perempuan itu sangat terkejut ketika Hoshi yang ia tatap kemudian berkata, "kalau begitu cepat pesan cincinnya, aku rasa bagus kalau semua perempuan yang ada di keluarga kita memiliki cincin itu. Bukan begitu sayang?"


Bintang sangat terkejut ketika di akhir kalimat Hoshi, pria itu menatap ke arahnya sembari mengulurkan tangannya merangkulnya.


"Eh?? Itu,," Bintang kebingungan harus berkata apa, karena Tentu saja dia akan kelihatan matre di depan semua orang, tetapi dia juga takut untuk menolak, apalagi dia takut kalau dia mengecewakan hati semua orang yang ada di tempat itu.

__ADS_1


"Tentu saja kakak ipar mau!!! Iyakan kakak ipar?!!" Tanya Rossa langsung dengan wajah yang penuh harap menatap Bintang agar perempuan itu mengiyakan saja.


"Eh,,? I,, iya," jawab Bintang kembali membuat Rossa bersorak senang.


__ADS_2