
Di dalam mobil dalam perjalanan ke kantor, Bintang melirik ke arah Hoshi yang sedang fokus menyetir.
"Itu, jam pulang nanti kau tidak perlu mengantarku, karena nanti aku akan singgah ke rumah sakit untuk menjenguk ibuku." Ucap Bintang langsung membuat Hoshi menatap perempuan itu sembari mengganggukan kepalanya.
Tentu saja dia tidak mau kejadian yang terakhir kali mereka alami kembali lagi terulang, di mana Bintang batal menjenguk ibunya gara-gara dia yang membuat keributan.
Jadi Hoshi dengan cepat mengendara ke kantor dan mereka naik ke ruangan mereka langsung disambut oleh Loren yang sudah berada di dalam ruangan tersebut.
"Ibu," ucap Hoshi langsung menarik Bintang mendekati perempuan itu selalu mereka berdua duduk di hadapan Loren.
"Hari ini ibu datang membawa cemilan untuk kalian berdua," kata Loren sembari menyerahkan sebuah paper bag berisi cemilan yang ia buat sendiri di rumah.
"Terima kasih Bu, tapi lain kali Ibu tidak perlu repot-repot seperti ini." Ucap Hoshi yang tak mau bila ibunya kelelahan.
"Jangan berkata seperti itu, Ibu tidak pernah repot membuat semua ini, karena Ibu senang melakukannya. Oya, tentang pernikahan kalian, bagaimana kalau kita mempercepatnya?" Tanya Loren langsung mengejutkan dua orang di depannya terutama Bintang yang begitu terkejut mendengar ucapan perempuan itu.
__ADS_1
Tentu saja dia merasa tidak enak dan juga, Dia merasa bahwa dia tidak tega untuk menikah tanpa dihadiri oleh ibunya yang saat ini masih terus terbaring di rumah sakit.
Sementara Hoshi, dia terkejut karena tak menyangka bahwa ternyata ibunya malah ingin mempercepat pernikahan mereka, dan menurutnya itu sangat bagus.
Tetapi ketika dia melihat ke arah Bintang, pria itu terkejut melihat ekspresi Bintang yang tampak tidak baik.
"Ada apa?" Tanya Hoshi langsung membuat Bintang menggelengkan kepalanya.
"Tidak apa, aku hanya perlu ke toilet sebentar." Ucap perempuan itu langsung pergi meninggalkan dua orang yang ada di sana.
Lalu Bintang kemudian mengurung dirinya di toilet sembari menahan diri agar tidak menangis.
Hoshi menganggukkan kepalanya, "iya Bu," jawab pria itu sembari memikirkan alasan Bintang tidak mau mempercepat pernikahan mereka.
Padahal, dirinya sendiri yang begitu menyukai perempuan itu, dia sangat ingin pernikahan mereka dilakukan dengan cepat agar dia bisa segera memiliki Bintang seutuhnya.
__ADS_1
Maka, setelah Loren meninggalkan ruangannya, Hoshi kemudian menunggu Bintang di depan toilet dan butuh 30 menit pria itu menunggu sampai akhirnya Bintang keluar dari toilet.
"Kau baik-baik saja?" Langsung tanya Hoshi ketika melihat perempuan itu.
Bintang mengganggukan kepalanya lalu dia mengulurkan tangannya memeluk pria itu dengan erat.
"Jangan salah paham, aku bukannya tidak mau menikah denganmu, tapi aku hanya merasa bahwa aku tidak bisa menikah ketika Ibuku masih berada di rumah sakit. Aku sangat ingin ibuku menyaksikan pernikahan kita, karena aku ingin melihat Ibuku bahagia melihat putrinya yang menikah." Ucap Bintang langsung bisa membuat Hoshi merasakan kesedihan perempuan itu.
Jadi dia mempererat pelukannya pada Bintang lalu pria itu berkata, "kalau begitu kita tidak usah buru-buru, aku akan menunggu kapanpun kau sudah siap."
"Terima kasih," ucap Bintang yang merasa senang karena ternyata Hoshi sangat memikirkan perasaannya.
Padahal, dia bisa merasakan dan melihat bahwa pria itu terlihat sangat ingin mempercepat pernikahan mereka, tetapi pria itu rela memotong egonya hanya untuk melindungi perasaannya.
Hal itu semakin membuat Bintang merasa hangat dan cintanya pada Hoshi semakin dalam.
__ADS_1
@info.
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.