
"Mmmhh.....!!" Bintang mengerjapkan matanya dan perlahan menyesuaikan penglihatannya dengan cahaya yang begitu terang memantul dari jendela bergorden putih di depannya.
Dia langsung menyadari bahwa dia sedang berada di sebuah apartemen seorang pria, yang mana saat ini dia terbaring di tempat tidur dengan seorang pria di belakangnya sedang memeluknya dengan erat.
Sebuah senyuman langsung terukir di bibirnya dan mengingat apa yang terjadi kemarin malam.
Sebuah pengakuannya tentang perasaannya pada Hoshi. Lalu setelah itu Hoshi bertekad membawanya ke apartemen, karena ingin menghabiskan waktu lebih lama dengannya, sebab pria itu terlalu senang karena mereka akhirnya benar-benar saling memiliki perasaan.
Dan ketika tiba di apartemen, Dia sangat ketakutan ketika dia langsung ditarik ke kamar, tapi tidak menyangka bahwa pria itu hanya akan mengajaknya tidur bersama.
"Kau sudah bangun?" Tanya Hoshi sembari menempelkan wajahnya di rambut harum milik Bintang.
"Hm,, sekarang Aku sangat lapar." Ucap Bintang langsung membuat Hoshi tersenyum, lalu pria itu segera mencium pipi Bintang.
"Bangun dan cuci muka lah, aku akan membuat sarapan untuk kita." Ucap Hoshi sembari turun dari tempat tidur langsung membuat Bintang mengerutkan keningnya menatap pria itu.
__ADS_1
"Kau pintar memasak?" Tanya Bintang yang merasa ragu pada pria itu, tetapi dia hanya melihat Hoshi tersenyum menganggukkan kepalanya lalu pria itu berlalu meninggalkan Bintang sendirian di kamar.
Sementara Bintang, perempuan itu masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.
Tetapi dia tidak sengaja membuat basah bajunya, jadi tentu saja dia harus menggantinya.
'Aku tidak membawa baju ganti,' ucap perempuan itu sembari melilit tubuhnya dengan handuk Lalu dia pergi ke ruang ganti milik Hoshi dan melihat-lihat di sana.
Setelah beberapa saat, dia akhirnya menemukan sebuah kemeja berwarna hitam yang ukurannya sangat panjang dan jika dia menggunakannya maka kemeja itu akan menutupi hampir setengah pahanya.
"Aku hanya memasak ini. Jadi,," Hoshi menghentikan ucapannya ketika dia berbalik dan menatap perempuan di depannya sedang memakai pakaiannya.
Bukannya terlihat jelek, tetapi dia malah melihat perempuan itu terlihat sangat cantik dan hatinya menjadi sangat hangat lalu pria itu tidak bisa menahan dirinya bergerak memeluk Bintang.
"Ternyata kau sangat cocok menggunakan pakaianku, apakah mulai sekarang aku memberikan semua pakaianku untukmu?" Tanya pria itu langsung membuat Bintang terkekeh.
__ADS_1
"Hehe,, Aku menggunakan pakaianmu Karena tanpa sengaja aku membasahi pakaianku." Ucap Bintang yang sebenarnya merasa agak aneh karena baru pertama kalinya dia menggunakan pakaian pria.
"Hm,, aku akan menyuruh seseorang untuk menyiapkan beberapa pakaian di sini." Ucap Hoshi sembari membelai pipi Bintang.
"Hm, apa yang kau masak?" Tanya Bintang langsung mengingatkan Hoshi akan masakannya, jadi pria itu segera menarikkan kursi untuk Bintang lalu dia kemudian mengambil masakannya dan meletakkannya di atas meja.
"Aku hanya bisa memasak ini," ucap Hoshi sembari meletakkan semangkuk mie di atas meja makan.
"Hm,, sangat wangi, Apakah kau menambahkan daun seledri?" Tanya Bintang sembari memperhatikan pria yang sedang memindahkan mie ke mangkuk.
"Hm,, aku juga menambahkan dua butir telur, lalu kacang goreng, bawang goreng dan juga sedikit cabai." Kata Hoshi sembari meletakkan semangkuk mie di depan Bintang.
"Terima kasih," ucap Bintang langsung mengambil sendoknya dan dia mencoba mie.
"Hm,, sangat enak," ucap Bintang yang terkejut bahwa pria itu ternyata sangat pandai memasak mie instan.
__ADS_1
"Tentu saja, aku sudah berlatih memasak makanan itu selama bertahun-tahun." Kata Hoshi dengan percaya diri.