Bintang Untuk Bintang

Bintang Untuk Bintang
76.


__ADS_3

Sang pelayan itu kemudian berkata, "itu, barangnya belum selesai dikemas, tetapi Saya ingin menanyakan nama Nona, karena nama Nona akan ditulis di bukti pembelian toko kami."


"Ah, begitu, kalau begitu tulis saja Bintang." Ucap Bintang langsung membuat pelayan itu tertegun di tempatnya bahkan ketika orang yang sedang memperhatikan mereka juga sangat terkejut karena tidak menyangka bahwa namanya benar-benar Bintang!!


Yang artinya bahwa mereka tidak salah mengenali, dan perempuan itu benar-benar seorang perempuan yang bekerja sebagai kasir di toko kecil.


🐾🐾🐾


Jadi kedua perempuan itu kemudian menatap sang pelayan dengan salah satu di antara mereka langsung berkata, "kalian sudah memastikannya Bukan, dia itu hanya perempuan yang bekerja sebagai kasir di toko kecil jadi tidak mungkin dia mampu membayar sepatu mahal itu!!! Jadi sebaiknya alihkan saja sepatu itu pada kami karena kami yang akan membayarnya!!"


Perempuan yang lain menganggukkan kepalanya dan ikut berbicara, katanya: "benar sekali, kalian itu hanya dibohongi oleh dia. Mana mungkin dia sanggup membayar sepatu mahal seperti itu?!! Sedangkan gajinya saja hanya beberapa ratus ribu sebulan."


Pelayan yang berbicara dengan 2 perempuan itu baru saja akan membuka mulutnya untuk berbicara Ketika seseorang pelayan lain yang melayani Bintang tiba-tiba saja keluar sembari membawa sepatu yang telah Ia kemas.


"Nona," ucap pelayan itu sembari tersenyum ke arah Bintang langsung membuat Bintang berdiri lalu dia berjalan ke arah kasir untuk membayar pesanannya.

__ADS_1


Melihat pelayan yang masih melayani Bintang maka satu diantara dua perempuan yang datang langsung berdejak kesal dan berkata, "kalian ini, sama sekali tidak mempercayai kami, jadi sebaiknya kami pergi saja dari sini, tidak ada gunanya memperingatkan kalian ketika kalian tidak sama sekali tidak mendengarkan ucapan kami."


"Benar, sebaiknya kita membeli sepatunya di tempat lain saja," ucapan perempuan yang lain lalu mereka berdua kemudian berjalan untuk meninggalkan toko itu.


Sang pelayan toko yang melihat itu sangat terkejut dan dia melihat Bintang yang sementara merogo-rogo tasnya karena Bintang kelupaan di mana dia menaruh kartu kredit yang tadi ia dapatkan dari pelayan di toko sebelumnya.


Hal itu membuat pelayan menjadi semakin ragu pada Bintang, jadi dia dengan cepat mengejar kedua perempuan yang kini hampir keluar dari toko.


"Maaf, Saya sangat minta maaf karena sudah tidak mempercayai kalian berdua, silakan kembali dan akan kami pastikan bahwa sepatu itu dijual pada kalian." Kata pelayan itu langsung membuat dua perempuan itu tersenyum.


"Baik!" Jawab sang pelayan kemudian mengarahkan kedua orang itu untuk kembali masuk ke toko.


Pelayan itu juga berlari ke dalam toko dan menghampiri pelayan yang sedang menunggu Bintang untuk menyerahkan kartu kreditnya.


"Ada apa?" Tanya sang pelayan pada Bintang saat ia melihat perempuan itu sudah sedari tadi merogo-rogo tasnya, tetapi belum menemukan kartu kreditnya.

__ADS_1


"Ahh,, tadi aku rasa aku memasukkan nya ke dalam tasku, tapi sekarang tidak ada di dalam." Ucap Bintang dengan cemas mencari kartu miliknya.


Dan kartunya belum saja ketemu ketika dua orang perempuan sudah mendekati Bintang dan salah satu dari mereka kemudian berkata, "kalau memang tidak punya uang untuk membayar, tidak usah membuang-buang waktu orang lain."


Bintang mengangkat wajahnya melihat perempuan itu lalu dia tersenyum ramah dan berkata, "kartunya mungkin hanya terselip di dalam tas saya."


"Ck,,, terlalu banyak bicara!" Gerutu salah satu perempuan lalu dia menatap pada sang pelayan sambil berkata, "perempuan ini pasti menipu kalian silahkan gesek kartu saya saja untuk melakukan pembayaran terhadap sepatu itu."


Ucapan perempuan itu langsung membuat Bintang menjadi panik jadi dia kemudian mengangkat wajahnya dan berkata, "Tolong jangan, saya harus membeli sepatu itu karena itu adalah sepatu untuk adik ipar saya. Tunggu sebentar, saya akan mencari kartunya dengan baik."


Setelah berbicara Bintang kembali merubah tasnya, dan dia merasa keringatnya sudah memenuhi keningnya ketika dia tidak kunjung mendapatkan kartu Sultan milik Rossi.


"Halla,, masih banyak bicara juga," kesal perempuan itu lalu melihat pelayan, "cepat proses kartuku atau Aku tidak akan jadi membeli barang itu!!!"


@info.

__ADS_1


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.


__ADS_2