Bintang Untuk Bintang

Bintang Untuk Bintang
44. Kepergok berpelukan


__ADS_3

Deg! Deg! Deg!


Setelah menghabiskan waktu cukup lama di toilet, akhirnya Bintang bisa kembali ke perasaan normalnya lalu perempuan itu kembali ke ruangannya dan duduk di sana melihat email yang dikirimkan oleh Wiggle yang berisi tugas yang harus ia selesaikan.


Perempuan itu kemudian mengerjakan tugas itu dengan tenang karena di ruangan itu pun tidak ada Hoshi sebab pria itu sedang menghadiri sebuah rapat.


Tak tak tak....


Jari jemari Bintang menari dengan lincah di atas keyboard sampai akhirnya pekerjaannya selesai lalu tibalah jam makan siang.


Perempuan itu kemudian berdiri mengambil bekalnya untuk makan siang ketika pintu ruangan tiba-tiba saja terbuka memperlihatkan Hoshi yang tampak kembali dengan terburu-buru.


"Tuan?" Ucap Bintang yang merasa aneh melihat pria yang kembali Itu tampak sangat tergesa-gesa.


Dan lebih parahnya lagi, dia semakin terkejut ketika Hoshi langsung berjalan ke arahnya dan memeluknya dengan erat.


Bintang yang merasakan pelukan itu bisa menyadari bahwa pria itu berada dalam ketakutan, tubuhnya sedikit gemetar dan keringat memenuhi seluruh tubuhnya, tetapi tubuh pria itu tidaklah panas, melainkan terasa begitu dingin.


"Tuan Kenapa?" Tanya Bintang dengan tangan mengusap tulang punggung pria itu.

__ADS_1


Entah bagaimana, tetapi setelah beberapa kali berinteraksi dengan Hoshi, dia tidak merasa gugup lagi jika dipeluk seperti itu.


Dia merasa sangat santai dan merasa bahwa pelukan dari pria itu juga memberinya kenyamanan seperti pelukan yang pernah diberikan oleh ayahnya.


"Aku hanya butuh pelukanmu sebentar," ucap Hoshi sembari memejamkan matanya.


Sementara Bintang, perempuan itu tidak mengatakan apapun lagi, dia hanya membiarkan pria itu memeluknya dengan tangannya yang mengusap punggung Hoshi.


'Sepertinya ada sesuatu yang terjadi, kalau tidak, mana mungkin dia tiba-tiba bersikap seperti ini seperti orang yang baru saja menemui traumanya.' ucap Bintang dalam hati membiarkan Hoshi terus memeluknya.


Kedua orang itu masih terus berpelukan ketika pintu ruang kerja tiba-tiba saja diketuk oleh seseorang.


Bintang langsung menoleh ke arah pintu lalu dia hendak berbicara ketika dia menyadari bahwa Hoshi semakin mempererat pelukannya sebagai pertanda bahwa pria itu menginginkan agar mereka tidak menghiraukan orang yang mengetuk pintu.


Maka Bintang pun tidak berani bergerak, sementara di luar pintu itu, Loren dan Christian yang tiba, mereka merasa sangat kesal karena mereka sudah menunggu beberapa menit namun tidak dibukakan pintu juga.


Saat itu, Wiggel akhirnya tiba dan terkejut melihat dua orang itu, Jadi dia langsung membungkuk memberi hormat pada kedua orang itu.


"Apakah tidak ada orang di dalam?" Tanya Christian memandang pria muda di depannya.

__ADS_1


"Ah,, tidak, tuan muda baru saja kembali dari rapat, jadi dia seharusnya sudah berada di dalam." Ucap Wiggle langsung diangguki oleh Christian, jadi pria itu langsung membuka pintu dan masuk bersama istrinya.


Kedua orang itu langsung terdiam di tempat mereka saat melihat yang terjadi di dalam ruangan itu ialah dua orang yang sedang berpelukan.


Bintang yang juga menyadari ada orang yang masuk langsung sangat terkejut dan dia berusaha mendorong pria itu darinya, tetapi Hoshi tampaknya tidak memperdulikannya, dan pria itu hanya menahan tubuh Bintang hingga Bintang tidak bisa menggerakkan tubuhnya menjauh dari Hoshi.


Sementara Loren, perempuan itu langsung menghembuskan nafasnya sembari berkata, "kau mau meremukkan tubuhnya?!"


Mendengar suara ibunya, Hoshi langsung melepaskan pelukannya namun tidak menoleh ke arah Loren tetapi pria itu langsung memperhatikan Bintang yang mana wajah perempuan itu tampak sangat memerah padam.


"Ada apa dengan wajahmu? Apakah kau sakit Apakah kau merasa pengap karena aku memelukmu terlalu lama?" Ucap Hoshi sembari menangkup pipi perempuan itu dan merasakan bahwa wajah perempuan itu sangatlah panas.


Tetapi Bintang, jantungnya berdegup seakan meledak karena sedang dipergoki berpelukan dengan ceo-nya sendiri.


"Tidak!" Langsung teriak Bintang sembari melepaskan tangan Hoshi dari wajahnya lalu perempuan itu di kursinya sembari salah tingkah menatap layar komputernya.


Deg!


Deg!

__ADS_1


Deg!


__ADS_2