Bintang Untuk Bintang

Bintang Untuk Bintang
30. Mengusir Rossa


__ADS_3

Tak tak tak......


Jari jemari Bintang menari dengan cepat di atas keyboard mengetik sebuah laporan yang didapatkan dari lapangan dan harus diolah sendiri oleh Bintang.


Tak tak tak......


Hoshi mengangkat wajahnya menatap Bintang yang serius bekerja, 'ternyata dia sangat cepat mengetik.' ucap pria itu dalam hati.


Tok tok tok....


Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar lalu tanpa adanya izin dari Hoshi, pintu itu langsung terbuka memperlihatkan Rosa yang muncul memandangi dirinya.


Tetapi hanya beberapa detik Rossa memandangi kakaknya lalu perempuan itu terkejut melihat Bintang yang juga berada di dalam ruangan kakaknya.


"Bintang?" Ucap Rossa menatap Bintang dengan bingung.


"Selamat Pagi Nona," Sapa Bintang sembari melemparkan senyum ke arah Rossa.


Sementara Rossa, perempuan itu berada dalam situasi yang sangat membingungkan.


Kakaknya yang tidak menyukai jika ada orang yang berada di sekitarnya kini malah bekerja satu ruangan bersama orang lain.

__ADS_1


Bukan hanya itu saja, Bahkan bekerja satu ruangan bersama seorang perempuan!!!!


"Ada apa kau datang kemari?" Langsung tanya Hoshi dengan acuh.


Rossa yang mendengar pertanyaan itu langsung melangkah ke arah kakaknya sembari memperhatikan pria yang sedang fokus dengan pekerjaannya.


'Apakah kakak aku benar-benar sakit?' ucap perempuan itu dalam hati.


Ia merasa sangat aneh dengan perubahan kakaknya yang terjadi secara tiba-tiba dan bahkan berubah begitu drastis.


"Kakak baik-baik saja?" Tanya Rossa langsung mendekati kakaknya dengan tangan terlulu terulur menekan dahi pria itu.


"Singkirkan tanganmu!!! Bagaimana kalau orang yang ku sukai cemburu melihatmu menyentuhku seperti itu?!!" Kesal Hoshi pada Rossa langsung membuat Rossa tercengang.


"Hah? Apa?" Tanya perempuan itu yang tak mengerti dengan ucapan yang baru saja keluar dari mulut kakaknya.


"Kalau kau tidak pergi sekarang maka aku akan mengambil kembali kartu kredit yang kuberikan padamu dan juga mobil yang--"


"Baik!!!" Sela Rossa, "aku pergi sekarang!!!" Kata perempuan itu langsung berlari menjauhi kakaknya dan mendekat ke arah Bintang.


"Bolehkah aku duduk di sini?" Tanya perempuan itu menunjuk kursi kosong yang ada di samping Bintang.

__ADS_1


Maka dengan segera Bintang menganggukkan kepalanya lalu Rossa duduk di sana sembari memikirkan apa yang baru saja kakaknya katakan.


"Kenapa kau belum pergi juga?!!" Tiba-tiba terdengar suara Hoshi yang membentang ke arahnya.


Maka Rossa langsung menatap kakaknya dengan kening yang berkerut, "Kenapa Kakak mengusirku? Bahkan aku tidak duduk di dekat Kakak dan hanya duduk di tempat kerja Bintang. Bintang bahkan tidak memarahiku," ucap perempuan itu lalu dia berbalik menatap Bintang.


"Nanti sore, apakah kau ada waktu menemaniku untuk berbelanja?" Tanya perempuan itu pada Bintang yang merasa bahwa dia harus menanyakan beberapa hal pada Bintang terkait dengan perubahan kakaknya yang tiba-tiba saja terjadi.


Bintang baru saja akan mengiyakan ketika Hoshi tiba-tiba mendahuluinya berbicara, "Tidak!! Dia sudah ada janji denganku!!!"


Ucapan pria itu langsung membuat Bintang menggelengkan kepalanya, "Tid,,, ah,, ya, Maaf sekali Nona, tetapi aku tidak bisa menemanimu." Ucap Bintang.


Tentu saja Dia tidak punya janji dengan Hoshi, tetapi ketika dia kembali mengingat 100 miliar yang adalah dendanya Jika dia dipecat maka perempuan itu mau tidak mau langsung menuruti ucapan Hoshi.


"Ahh, begitu, kalau begitu, Apakah nanti malam kalau ada waktu untuk berteleponan denganku? Hanya Satu jam saja," ucap Rossa sembari mengerjakan matanya sebagai pertanda bahwa dia sangat ingin agar Bintang mengiyakan permintaannya.


Maka begitu, Bintang menganggukan kepalanya, tetapi lagi-lagi pria yang berada di ruangan itu kembali mmebentak.


"Tidak ada telpon-telponan!! Nanti malam aku juga sudah berjanji dengannya bahwa kami akan berteleponan selama 5 jam penuh!! Jadi sekarang kau cepat pergi tinggalkan tempat ini dan jangan lagi datang kemari!!!" Bentak Hoshi pada adiknya langsung membuat Rossa menatap pria itu dengan bingung.


Apa yang terjadi????

__ADS_1


__ADS_2