
Duduk di dalam ruangannya, Bintang melihat ponselnya dan tidak menemukan satupun pesan atau panggilan yang masuk.
"Hah,, baru 5 menit berpisah dengannya aku sudah merasa rindu," ucap Bintang sembari menghembuskan nafasnya, ia merasa ingin ikut bersama dengan Hoshi dan berada di samping pria itu.
Tapi sayang sekali, dia juga tidak bisa menolak ajakan Rossa, jadi dia hanya duduk menunggu sembari memegangi kartu kredit yang ia dapatkan dari Hoshi.
Dia masih tidak percaya bahwa kartu kredit yang ada di tangannya adalah kartu kredit yang ia dapatkan dari seorang kekasih.
Tok tok tok.....
Tiba-tiba suara pintu yang di ketuk langsung membuat perempuan itu berdiri dan melangkah membuka pintu.
"Kakak ipar!!!" Seru Rossa Ketika pintunya telah terbuka lalu perempuan itu dengan cepat memeluk Bintang dengan erat.
__ADS_1
"Aku sangat berterima kasih pada Kakak ipar, bahkan aku tidak tahu bagaimana cara untuk mengucapkan terima kasih pada kakak ipar, karena kakak ipar sudah mengubah kakakku menjadi orang yang sangat sangat sangat menyenangkan!!!" Ucap Rossa yang hendak menangis menyambut kebahagiaan yang akhirnya menghampirinya.
Karena keluarga mereka menyambut Bintang sebagai menantu maka ayah dan ibunya tidak lagi kembali ke pulau Lorensia dan menutup diri di sana, mereka berdua menghabiskan waktu di ibukota dengan alasan bahwa sesekali mereka harus mengundang Bintang untuk makan malam bersama di rumah.
Sedangkan kakaknya, pria itu tidak lagi memarahinya setiap kali dia meminta uang, bahkan hanya dengan menyebut nama Bintang saja pria itu akan memberinya apapun yang ia inginkan.
Sementara Bintang yang mendengar ucapan Rossa, perempuan itu sangat bingung, jadi dia berkata, "itu,, Aku tidak mengerti dengan yang kau katakan, memangnya aku mengubah Hoshi menjadi seperti apa?"
Pertanyaan Bintang langsung membuat Rossa melepaskan pelukan mereka, lalu dia melihat tangan perempuan itu yang masih memegang kartu kredit berwarna gold.
"Ini!!! Apakah kau percaya kalau kartu kredit ini adalah kartu kredit paling berharga di dunia? Aku bahkan tidak bisa mendapatkan ini dari ayah dan ibuku Tapi Kakakku bisa mendapatkannya!!!" Ucap Rossa dengan mata berbinar-binar menatap kartu sultan yang ada di tangannya.
"Itu,,, Aku tidak mengerti mengapa kau sangat senang mendapat kartu itu?" Ucap Bintang yang benar-benar tidak mengerti dengan Rossa.
__ADS_1
Jelas saja dia tahu kalau perempuan itu sudah memiliki segalanya, mobil bertumpuk-tumpuk, pakaian berlemari-lemari bahkan sepatu mewah yang dipajang di dalam rak, jadi Kenapa perempuan itu masih harus begitu senang mendapatkan sebuah kartu kredit?
"Hah,,, kakak ipar ini benar-benar polos atau berpura-pura polos? Dengan kartu ini kita bisa membeli apapun yang kita inginkan, bahkan membeli rumah hanya perlu menggesek kartu ini sekali saja." Ucap Rossa menjelaskan langsung membuat Bintang mengangguk-angguk meski dia masih belum mengerti.
Lalu setelah beberapa saat, Bintang tidak tahan untuk tidak bertanya, "Tapi,, Memangnya apa lagi yang ingin kau beli? Bukankah kau sudah punya semua yang bisa dibeli dengan kartu itu?"
Rossa yang mendengar pertanyaan Bintang langsung merasa ingin menghilang saja dari tempat itu, perempuan itu sedang menanyakan tentang apalagi yang ingin ia beli?
Apa lagi?
Apa lagi??
Tentu saja masih sangat banyak lagi, bahkan saking banyaknya sampai dia merasa bahwa hari itu dia benar-benar mendapatkan kemerdekaannya karena bisa menggunakan kartu Sultan milik kakaknya!!!
__ADS_1
Jadi perempuan itu dengan cepat mengambil tas Bintang yang diletakkan di atas meja lalu dia melemparkan kartu kredit itu ke dalam tasnya dan merangkul perempuan itu keluar dari ruangan Hoshi.
"Kau ikut dengan aku, akan ku perlihatkan padamu apa saja yang masih belum kubeli di dunia ini. Dan hari ini kita akan membeli semuanya!!!" Ucap Rossa dengan begitu semangat menarik Bintang ke dalam lift.