Bintang Untuk Bintang

Bintang Untuk Bintang
82.


__ADS_3

Begitu Jam pulang tiba, Bintang membereskan barangnya dengan cepat karena dia tidak sabar untuk segera bertemu dengan ibunya.


"Kau jadi ke rumah sakit?" Tanya Hoshi ketika dia dan Bintang sudah keluar dari ruangan mereka.


Maka dengan antusias Bintang mengganggukan kepalanya, Karena dia sudah sangat rindu pada ibunya, sebab beberapa hari terakhir dia tidak pernah pergi mengunjungi ibunya.


"Kalau begitu, aku akan mengantarmu," ucap Hoshi langsung membuat Bintang menggelengkan kepalanya dengan lembut.


"Tidak perlu, aku bisa pergi sendiri." Ucap Bintang yang tidak mau membebani pria itu, apalagi bahwa pria itu sangat trauma dengan rumah sakit, jadi dia tidak mau membuat Hoshi kemudian kembali trauma karena harus pergi ke rumah sakit.


Lagipula, tanpa pria itu pun, dia masih bisa menaiki taksi yang akan mengantarnya ke rumah sakit.


Tetapi, Hoshi tidak memperdulikan ucapan Bintang dan hanya mengulurkan tangannya menggenggam erat tangan perempuan itu lalu menarik Bintang ke dalam lift.


"Pokoknya kau tidak usah mengantarku ke rumah sakit. Aku cukup menggunakan taksi saja." Bintang kembali berbicara dengan tegas ketika mereka sudah berada dalam lift.


"Tidak apa-apa," jawab Hoshi dengan hangat sembari merangkul perempuan itu dengan satu tangannya menggenggam erat tangan Bintang dan mengelus punggung tangan perempuan itu dengan lembut.


"Aku tidak mau traumamu kembali kambuh, aku tidak tega melihatmu menderita," ucap Bintang sembari menatap Hoshi dengan wajah yang begitu cemas, karena tentu saja dia tidak mau membebani pria itu.


Dan terlebih, hatinya akan terasa begitu sakit saat melihat trauma pria itu kambuh karena ulahnya yang membuat pria itu harus pergi ke rumah sakit.

__ADS_1


"Tenang saja, kalau nanti aku merasa trauma ku akan kambuh, maka aku tidak akan terus mengantarmu ke rumah sakit." Ucap Hoshi diiringi suara dentingan lift yang menandakan bahwa mereka telah tiba di lobby kantor.


Ting!


Pintu lift terbuka lalu kedua orang itu keluar dari sana dan berjalan ke arah parkiran dengan hati Bintang yang terlalu cemas.


'Hah,,, Padahal, dia tidak perlu sampai melakukan hal seperti ini.' ucap Bintang sembari masuk ke dalam mobil setelah dia dibukakan pintu oleh Hoshi.


Perempuan itu kemudian melihat Hoshi berlari dengan santai lalu duduk di kursi kemudi dan mulai menyalakan kendaraan mereka.


Setelah beberapa saat mobil itu kemudian keluar dari parkiran dan mereka mengemudi menuju rumah sakit.


Namun, sebelum mereka tiba di rumah sakit Hoshi terlebih dahulu membelokkan mobilnya ke sebuah toko bunga untuk mendapatkan bunga yang akan ia bawakan untuk ibu mertuanya.


Begitu memasuki toko bunga, tatapan semua orang yang ada di sana langsung tertuju pada mereka berdua.


Tentu saja semua orang merasa iri dengan dua orang yang terlihat sempurna untuk menjadi sepasang kekasih.


Hal itu membuat Hoshi merasa amat senang, sementara Bintang merasa agak kikuk, sebab Dia tidak terbiasa dengan situasi tersebut.


"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang pelayan toko yang menghampiri mereka.

__ADS_1


Terlihat jelas perempuan itu tampak terkagum-kagum melihat Hoshi dan juga Bintang, Tentu saja dia juga menyembunyikan ke iriannya dalam hati melihat pasangan yang sempurna itu.


"Aku akan mengunjungi ibu mertuaku di rumah sakit, jadi tolong siapkan bunga yang cocok dibawa ke rumah sakit." Ucap Bintang langsung diangguki oleh sang pelayan toko.


Lalu pelayan itu kemudian berkata, "Apakah kalian menginginkan rangkaian bunga atau membawa bunga yang hidup dan bisa dipelihara di rumah sakit?"


Mendengar itu, Hoshi langsung menatap Bintang, sebab dia sama sekali tidak tahu menahu tentang hal seperti itu dan dia membutuhkan pendapat Bintang untuk mendapatkan bunga yang paling tepat.


Bintang yang mengerti tatapan kekasihnya langsung menatap pelayan toko dan berkata, "kalau begitu, tolong siapkan bunga hidup saja, tetapi tolong bunga itu ialah bunga yang mudah dirawat."


"Baik," ucap sang pelayan toko lalu dia segera menunjukkan beberapa tanaman yang ia rekomendasikan.


"Tanaman-tanaman ini adalah tanaman golongan CAM yang sangat cocok diletakkan di dalam ruangan. Mereka juga tidak memerlukan perawatan yang khusus, jadi sangat cocok untuk orang yang tidak memiliki terlalu banyak waktu untuk mengurusnya.


"Dan kebetulan sekali, tanaman-tanaman ini sangat cocok untuk membersihkan udara Jadi jika ditaruh di dalam ruangan maka akan sangat baik untuk kesehatan. Tetapi, kalau kalian menginginkan jenis yang lain maka di sebelah sana juga ada--"


"Tidak perlu, Saya menginginkan yang ini," ucap Bintang ketika dia melihat tanaman lidah mertua yang tumbuh dengan sangat subur.


Dahulu ketika Ayah dan Ibunya masih sehat-sehat saja, dia sering melihat tanaman itu diletakkan oleh ibunya di dalam rumah mereka.


"Ah,, pilihan yang sangat tepat, lidah mertua ini sangat cocok diletakkan di dalam ruangan. Tanaman ini juga memiliki arti pembaruan dan awal yang baru. Tanaman ini disebut-sebut sebagai tanaman yang memberikan aura positif." Ucapkan pelayan toko menjelaskan tanaman lidah mertua di depannya lalu perempuan itu segera mengambilnya dan membungkuskannya untuk dua orang itu.

__ADS_1


@info.


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.


__ADS_2