Bintang Untuk Bintang

Bintang Untuk Bintang
66.


__ADS_3

Setelah Hoshi berhasil tenang dan menguasai dirinya, pria itu kemudian bersandar sembari membiarkan Bintang mengusap seluruh keringat di tubuhnya.


"Bajumu menjadi basah seperti ini, Sepertinya kita tidak usah masuk ke rumah sakit, kita pulang saja mengganti pakaianmu." Ucap Bintang yang merasa cemas bila saja pria itu menjadi sakit karena harus menggunakan pakaian yang basah memasuki rumah sakit.


Hoshi yang mendengar ucapan Bintang menatap perempuan itu dengan lekat, "Apa kau tidak apa-apa Kalau hari ini kita tidak mengunjungi ibumu?" Tanya Hoshi yang kini merasa cemas akan perasaan perempuan itu.


"Jangan khawatir,, banyak yang menjaga ibuku di rumah sakit, jadi tidak akan terjadi apa-apa. Sekarang kita pulang saja dulu, besok baru mengunjungi ibuku." Ucap Bintang yang masih belum mau menanyakan penyebab keadaan Hoshi yang terlihat buruk.


"Baiklah," ucap Hoshi kemudian pria itu menyalahkan mesin kendaraannya lalu menyetir mobil meninggalkan rumah sakit dan kembali ke apartemen.


Sebenarnya Bintang ingin singgah di rumahnya untuk mendapatkan beberapa barangnya, tetapi melihat pria itu tampak sangat kacau, maka dia hanya duduk dengan tenang sembari melihat ke arah Hoshi.


Ketika mereka tiba di apartemen Hoshi langsung memasuki kamar mandi, sementara Bintang dia pergi ke dapur untuk membuat makan malam.


Setelah Hoshi selesai mandi dan berganti pakaian pria itu kemudian menghampiri Bintang yang juga sudah selesai memasak.


"Aku membuat sup untukmu," ucap Bintang sembari meletakkan sendok dan garpu di depan Hoshi yang telah duduk di bangku meja makan.


"Terima kasih," ucap Hoshi langsung diangguki oleh Bintang, lalu kedua orang itu makan malam bersama.

__ADS_1


Sambil makan, Bintang sesekali menaruh beberapa makanan ke piring Hoshi, karena dia berpikir pria itu membutuhkan banyak stamina setelah keadaannya yang buruk telah terlalunya.


Sembari makan, Bintang juga menahan rasa penasarannya, karena dia sangat ingin bertanya tentang keadaan Hoshi ketika mereka berada di rumah sakit, tetapi dia tahu bahwa dia tidak boleh mengatakan hal seperti itu di meja makan.


Jadi barulah ketika mereka selesai makan dan Bintang juga selesai merapikan semua peralatan yang mereka gunakan, lalu perempuan itu menghampiri Hoshi yang terduduk di sofa.


"Apa kau sudah merasa baik-baik saja?" Tanya Bintang sembari menggenggam tangan Hoshi yang kini terasa hangat.


Hoshi menganggukkan kepalanya sembari menarik perempuan itu ke pelukannya, "Hm,, Ini pertama kalinya aku melewati traumaku tanpa membutuhkan obat penenang." Ucap Hoshi langsung mengejutkan Bintang hingga perempuan itu mendongak menatap Hoshi.


"Kau,, kau punya trauma?" Tanya Bintang.


"Hm!!! Kalau kau bilang aku bau, kenapa kau menciumku?" Kesal Bintang sembari menjauh dari Hoshi dengan tatapan perempuan itu begitu sinis menatap rosi.


"Karena aku tidak masalah kalau kau bau ataupun jelek, tapi yang kupermasalahkan adalah,, apakah kau sanggup mencium bau badanmu sendiri??" Goda Hoshi langsung membuat Bintang menggertakan giginya lalu perempuan itu untuk membasuh tubuhnya.


Melihat itu, Hoshi tersenyum senang lalu dia kembali duduk sembari mengingat Bagaimana cara Bintang menenangkannya ketika terdiam mengalami traumanya.


Setelah beberapa saat terdiam dia mendengar suara teriakan dari dalam kamar.

__ADS_1


"Sayang!!!" Panggilan itu langsung membuat Hoshi melompat berlari ke arah kamar karena itu pertama kalinya dia mendengar Bintang memanggilnya dengan sebutan sayang.


"Ada apa?" Tanya Hoshi bersemangat sembari melihat perempuan yang menjulurkan setengah kepalanya dicela pintu yang terbuka.


"Aku tidak membawa handuk dan pakaian ganti, bisakah kau membantuku?" Tanya Bintang langsung diiyakan oleh Hoshi, jadi pria itu dengan cepat pergi ke ruang ganti untuk mendapatkan pakaian.


Sementara Bintang yang ditinggal, perempuan itu teringat akan sesuatu, 'akan memalukan kalau dia mengambil pakaian dalam aku juga!!!!' gerutu perempuan itu dalam hati lalu dia kembali membuka pintu dan menjulurkan kepalanya ke luar.


"Tidak usah pakaian ganti, cukup ambilkan aku handuk!!!" Teriak perempuan itu tak dijawab oleh Hoshi karena saat itu Hoshi sudah membuka lemari yang dikhususkan untuk pakaian dalam.


"Hm,,, dia suka warna apa?" Ucap pria itu yang terkejut melihat lemari yang diisi oleh orang suruhannya ternyata memiliki banyak warna pakaian dalam.


Tetapi dia kemudian mengambil yang berwarna hitam dan membawanya bersama dengan satu gaun tidur dan handuk yang telah ia ambil.


Setelah itu, dia menghampiri perempuan yang ada di kamar mandi dan wajah Bintang langsung berubah merah saat melihat apa yang ada di tangan Hoshi.


"Terima kasih,," ucap Bintang langsung menarik semua pakaian itu dari tangan Hoshi dan menutup pintu dengan keras.


Memalukan!!!

__ADS_1


__ADS_2