
Setelah Hoshi dan Bintang duduk di dalam ruangan dokter, keduanya kemudian menatap dokter yang juga melihat mereka.
Bintang kemudian berkata, "saya adalah wali dari Nyonya Citra Walhsilton. Saya ingin menanyakan tentang kabarnya, juga dan ingin bertanya tentang bunga yang kami bawa untuk nya, itu adalah bunga lidah mertua yang hidup, jadi kalau bisa saya berharap bunga itu bisa dibawa ke dalam ruangannya."
Mendengar ucapan Bintang, maka sang dokter langsung menganggukkan kepalanya lalu perempuan itu mengambil beberapa berkas dari tumpukan berkas yang ada di belakangnya.
"Saya rasa bunga hidup tidak akan bisa dibawa ke dalam, karena ruangan itu adalah ruangan steril, jadi sebaiknya bunga Itu disimpan saja di rumah kalian dulu, dan nanti jika Nyonya whalsilton sadar, baru diberikan pada nyonya." Ucap dokter itu langsung diangguki oleh Hoshi dan Bintang karena mereka Tentu saja tidak akan memaksakan kehendak mereka.
Apalagi mengingat bahwa semua yang disarankan dokter adalah demi kebaikan pasien sendiri.
Sementara dokter yang membuka berkas di depannya, perempuan itu membaca sekilas selalu kemudian membuka komputernya untuk melihat data terbaru di komputernya.
Setelah beberapa saat, dokter itu kembali menatap dua orang di depannya, "Sejauh ini belum ada perkembangan yang berarti, dan ini menandakan bahwa di pasien akan semakin sulit untuk sadar dari komanya, tetapi seperti yang saya katakan waktu lalu, jika seandainya kau setuju untuk membawanya ke luar negeri untuk pengobatan yang lebih baik, maka mungkin saja peluangnya untuk sembuh jauh lebih besar.
"Kebetulan sekali kemarin aku baru dihubungi oleh salah satu temanku yang bekerja di luar negeri, dia mengatakan bahwa mereka mendapatkan metode pengobatan terbaik untuk pasien yang mengalami koma dalam waktu yang lama.
"Terdapat terapi kejutan listrik yang akan dilakukan secara rutin dengan alat khusus yang bisa membuat motorik pasien lebih cepat terangsang supaya bisa pulih dengan cepat.
__ADS_1
"Tapi saya tidak memaksakan ini pada keluarga pasien, Ini semua tergantung dari kalian namun ini adalah saran terbaik yang bisa saya berikan untuk Nyonya Wallshilton." Ucap dokter itu sangat mengejutkan Hoshi.
Ternyata ada pengobatan yang lebih baik jadi dia langsung berkata, "kalau begitu, kami akan mempertimbangkan untuk membawanya ke luar negeri."
Ucapan Hoshi langsung membuat Bintang menatap pria itu dengan tatapan penuh tanya, Karena tentunya untuk pergi ke luar negeri maka akan dana yang begitu banyak.
Tetapi Hoshi tersenyum pada perempuan itu dan berkata, "Ayo kita bicarakan ini di rumah supaya kita bisa berbicara dengan nyaman."
Mendengar itu, Bintang menganggukkan kepalanya lalu mereka berpamit pada dokter dan meninggalkan rumah sakit.
Alasan dia tidak mau membahas masalah itu di rumah sakit sebab dia tahu bahwa Bintang pasti akan menolak karena perempuan itu pasti berpikir bahwa dana yang akan dikeluarkan tidaklah murah hingga perempuan itu tidak mau terkesan memanfaatkannya.
Oleh sebab itu Hoshi berencana untuk membujuknya pelan-pelan, jadi ketika mereka tiba di apartemen pria itu langsung berlari ke dapur untuk membuat satu-satunya makanan yang bisa ia buat.
"Kau langsung memasak dan bukannya mandi?" Tanya Bintang ketika dia melihat pria itu langsung mendapatkan beberapa bahan makanan dari dalam kulkas yang lebih tepatnya itu adalah sosis yang hendak ia masak bersama mie instan.
"Hm,, kau mandilah duluan, nanti kalau kau sudah mandi aku yakin makanan ini sudah masak, jadi kita bisa makan malam bersama lalu aku akan mandi." Ucap Hoshi langsung membuat Bintang menghela nafas dan membuka kulkas untuk mendapatkan seledri dan bahan-bahan lain yang biasa digunakan pria itu untuk memasak mie instan.
__ADS_1
Lalu dia juga mengambil talenan dan mulai memotong-motong bahan masakan yang ada di tangannya, karena setiap bahan masakan yang ada di dalam kelas sudah dibersihkan terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke sana demi menjaga kebersihan kulkas.
Hoshi yang melihat itu kemudian tersenyum, "kalau begitu nanti kita bisa mandi bersama," ucap pria itu langsung membuat Bintang menatapnya dengan mata melotot.
"Jangan berpikir macam-macam, aku membantumu ini supaya nanti kita bisa mandi lebih cepat kalau mienya masak lebih cepat. Bukannya mandi bersama!!!" Tegas Bintang kembali membuat Hoshi tersenyum karena dia tahu perempuan itu pasti akan sangat menolak apalagi mereka belum menikah.
Jadi keduanya kemudian terus memasak mie instan sampai 5 menit kemudian mie instan yang mereka buat telah siap disajikan di atas meja makan.
Maka Hoshi dengan cepat mengambil 2 mangkok dan 2 pasang sumpit lalu meletakkannya di atas meja makan.
Tak lupa pula mengambil gelas dan mengisinya dengan air Bintang.
"Terima kasih," ucap Bintang mengambil gelas yang disodorkan oleh Hoshi lalu mereka berdua mulai memasukkan mie ke dalam mangkuk mereka masing-masing.
@info.
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.
__ADS_1