
Setelah sarapan, Hoshi langsung memesankan pakaian kantor untuk Bintang agar perempuan itu tidak perlu kembali ke rumahnya dan langsung Mereka langsung berangkat dari apartemennya.
Jadi setelah keduanya berganti pakaian mereka menaiki mobil untuk pergi bekerja.
Dalam perjalanan, Hoshi menatap Bintang sambil berkata, "itu, kau belum menjawab pertanyaanku tentang lamaran yang kau sukai."
Bintang yang mendengar itu langsung menahan tawanya, dia sama sekali tidak menyangka kalau masalah lamaran itu ternyata sangat membebani pikiran pria itu.
Jadi perempuan itu berkata, "kau sudah melamarku, jadi tidak perlu melakukannya lagi."
"Eh? Kau yakin?" Tanya Hoshi yang begitu terkejut dengan ucapan Bintang.
"Iya, tapi kalau kau mengabulkan satu permintaanku, aku berharap kau mau mengunjungi ibuku di rumah sakit," ucap Bintang sambil melihat ke luar jendela.
"Baiklah, kita akan pergi setelah pulang kerja nanti," ucap Hoshi dengan suara yang serak.
Mendengar itu, Bintang langsung terbalik menatap Hoshi sambil berkata, "terima kasih."
__ADS_1
"Hm,," jawab Hoshi dengan singkat lalu pria itu berusaha untuk berkonsentrasi menjalankan mobilnya hingga mereka akhirnya tiba di kantor.
Hari itu berjalan dengan sangat cepat, pekerjaan terasa begitu ringan setelah hubungan mereka berdua yang sudah berubah.
Lalu tibalah saatnya untuk meninggalkan kantor, saat itu Bintang teringat akan kerja paruh waktunya di sebuah toko jadi ketika mereka dalam mobil dia menatap Hoshi.
"Itu, bisakah kita pergi ke suatu tempat sebelum datang ke rumah sakit?" Tanya Bintang.
"Tentu, kemana kau mau pergi?" Tanya Hoshi Yang penasaran dengan tempat yang ingin dikunjungi oleh Bintang.
"Hm, kalau begitu mulai sekarang kau berhenti bekerja di sana, Aku tidak mau melihatmu sudah lelah bekerja sepanjang hari di kantor lalu harus lagi menyambungnya dengan kerja paruh waktu." Ucap Hoshi langsung diangguki oleh Bintang.
Karena lagi pula dia merasa tidak enak pada pemilik toko kalau harus terus mendapatkannya.
Lebih baik dia mencari pekerja paruh waktu yang bisa hadir setiap hari daripada dirinya yang kadang-kadang harus bolong bekerja.
Maka perempuan itu duduk di dalam mobil sembari menunggu mobil mereka tiba di depan toko.
__ADS_1
Dan ketika tiba, Bintang dengan cepat turun dari mobil dan berjalan bersama Hoshi memasuki toko.
"Oh, akhirnya kau datang juga!!! Kemarin kau tidak datang dan membuatku sangat cemas, kau juga tidak pernah mengangkat teleponku!!" Ucap Bos pemilik toko langsung membuat Bintang tersenyum dan berjalan mendekati perempuan itu.
"Itu, Sebenarnya Hari ini aku datang kemari untuk mengundurkan diri dari pekerjaan paruh waktu. Pekerjaanku di perusahaan sangat banyak, jadi kadang-kadang aku harus lembur di rumah." Ucap Bintang dengan raut wajah menyesalnya menatap bosnya yang juga menatapnya.
"Hah,,,," Bos toko mendesah lalu dia mengulurkan tangannya menepuk-nepuk bahu Bintang, "Baiklah, aku tidak akan memaksamu, lagi pula, aku masih bisa mencari seorang pekerja pada waktu yang bisa menggantikanmu. Tapi oya, pria yang datang bersamamu itu, apakah dia kekasihmu?" Tanya Bos pemilik toko yang jelas bisa melihat tatapan kedua orang itu sangat dekat.
Bintang yang mendengar ucapan Bos toko langsung melirik ke arah Hoshi yang sedang berjalan-jalan, pria itu melihat jualan di toko itu lalu dia kemudian mendekatkan bibirnya ke arah bos toko.
"Dia sudah melamarku," ucap perempuan itu langsung membuat Bos toko menatap Bintang dengan raut wajah bahagianya.
"Akhirnya kau akan menikah juga, akhirnya kau tidak akan menjalani kehidupan seorang diri saja,, lalu bagaimana, kapan kalian akan menikah?" Tanya Bos pemilik toko yang sangat penasaran.
"Hm,, itu masih belum ditentukan, tapi kalau nanti aku menikah, aku pasti akan mengundang Bos," ucap Bintang langsung membuat bos pemilik toko tersenyum senang karena sudah lama dia mengkhawatirkan perempuan itu.
Dia khawatir kalau perempuan cantik itu mungkin akan selalu sibuk bekerja mencari uang untuk ibunya yang dirawat di rumah sakit, hingga tidak punya waktu untuk berkencan.
__ADS_1