Bintang Untuk Bintang

Bintang Untuk Bintang
37.


__ADS_3

Akhirnya kedua orang itu kemudian berkeliling di swalayan dengan Hoshi yang mendorong kereta belanja sementara bintang yang melihat-lihat barang-barang yang akan ia beli.


'Kalau pria ini mau makan 3 kali sehari di rumahku maka aku tidak mungkin memasak makanan yang biasa-biasa saja. Tapi uangku tidak cukup untuk berbelanja banyak,' ucap Bintang dalam hati kini merasa sangat gelisah untuk berbelanja, karena uangnya tidak akan cukup untuk 1 bulan jika Dia menghabiskan semuanya untuk satu kali belanja.


Jadi ketika mereka tiba di tempat penjualan daging, bintang melihat-lihat daging yang ada di sana dan kebingungan harus membeli berapa banyak.


Perempuan itu sangat terkejut ketika Hoshila yang berbicara.


"Dagingnya untuk tiga kali makan dua orang," ucap pria itu langsung membuat Bintang tercengang.


"Baik tuan," jawab pria yang bertugas di tempat itu lalu dia mulai menimbang daging sapi untuk kedua orang itu.


Sementara Bintang, perempuan itu menelan air liurnya, 'matilah aku, uangku akan habis hari ini juga!!!' ucap perempuan itu dalam hati menggerututi kesialannya yang harus memiliki seorang bos yang merepotkan.


"Apalagi yang ingin kau beli?" Tanya Hoshi pada Bintang saat dia selesai menerima daging dari petugas swalayan.


"Sayur," jawab Bintang lalu mereka terus berkeliling dan dia merasa jantungnya akan berhenti berdetak saat dia melihat bagaimana Hoshi terus memasukkan banyak barang dalam keranjang.


"Aku suka sosis jadi kita harus memiliki persediaan sosis di rumahmu." Ucap Hoshi mengambil tiga bungkus sosis premium dan memasukkannya ke dalam keranjang.


Glek!

__ADS_1


Bintang hanya bisa menelan air liurnya melihat tiga bungkus sosis itu, 'sebanyak 3 itu, sudah bisa kau makan dalam waktu 1 bulan!!!' isak perempuan itu dalam hati.


Mereka tiba di tempat buah, dan lebih parahnya lagi pria itu mengambil banyak buah kualitas premium yang sangat mahal lalu meletakkannya di dalam keranjang.


"Buah sangat baik untuk kesehatan jadi harus ada stok di rumah." Kata Hoshi hanya bisa membuat Bintang mengusap dadanya menenangkan dirinya bahwa uang yang akan ia gunakan pada satu bulan itu akan habis dalam satu kali belanja!!!


Dan akhirnya, perempuan yang hendak membeli beberapa peralatan rumah tidak jadi lagi melakukannya karena dia merasa bahwa uangnya tidak akan cukup untuk membayar semua belanjaan mereka Jika dia masih mengambil peralatan-peralatan yang ia perlukan di rumahnya.


Namun, dia sangat terkejut ketika mereka berjalan dan Hoshi membelokkannya ke dalam rak pajangan peralatan memasak.


"Apa kau punya ini di rumahmu?" Tanya Hoshi yang menunjukkan sebuah microwave yang terlihat begitu mahal.


"Kalau ini?" Tanya Hoshi sembari menunjuk sebuah alat pembuat jus yang praktis.


Bintang kembali menggelengkan kepalanya lalu pria itu terus menunjuk beberapa barang dan Bintang terus menggelengkan kepalanya.


Tetapi meski begitu, dia merasa lega karena pria itu tidak mengambil satupun barang yang ia katakan Tidak ada di rumahnya Jadi mereka akhirnya pergi ke kasir.


Bip!


Bip!

__ADS_1


Bip!


Suara pendeteksi harga terus berbunyi dan Bintang memperhatikan harga yang tertera semakin tinggi semakin tinggi semakin tinggi hingga Dia merasa bahwa uang di rekeningnya sudah tak cukup untuk membayar semua itu.


Glek!


Perempuan itu menelan air liurnya merasa bahwa dirinya mungkin harus meminjam pada Hoshi untuk membayar semua belanjaan itu.


Jadi perempuan itu kemudian mengambil tasnya dan mengambil kartu kredit miliknya sembari dengan tangan gemetar dia berdoa dalam hati.


'Ya Tuhan,, Aku harap uang di dalam kartu ini cukup untuk membayar semuanya. Amin Amin Amin...!!!' ucap perempuan itu dalam hati lalu dia membuka matanya untuk menyerahkan kartunya ketika dia melihat sang kasir sudah selesai menggesek kartu milik Hoshi.


"Ah,, satu lagi, Aku ingin microwave merek xx, blender merek xx, mixer merek xx, rice cooker merek xx, bla bla bla... Diantar ke rumahku dan aku akan membayar semuanya sekarang." Ucap pria itu memberikan kartu kreditnya pada sang kasir lalu sang kasir mulai menggeseknya dan menyerahkan notanya pada Hoshi.


'Ahh,, ternyata dia menanyakannya tadi karena dia tidak memilikinya di rumah dan dia hanya ingin membawanya kembali ke rumahnya.' ucap Bintang dalam hati merasa lega.


Sekarang dia hanya perlu memikirkan cara untuk membayar semua belanjaan yang hari ini ditanggung oleh pria.


Namun ketika selesai mengambil kartu kredit dan notanya Hoshi tiba-tiba menoleh ke arah Bintang sambil berkata, "katakan alamatmu pada kasir supaya dia nanti mengantarkannya."


"Apa!!" Tanya Bintang merasa sangat terkejut.

__ADS_1


__ADS_2