
Setelah makan, Wiggle cemas Hoshi akan segera kembali langsung buru-buru meninggalkan ruangan karena dia tidak mau kalau pria itu segera kembali dan melihatnya berada di ruangan it hingga memarahinya.
Sementara Bintang, dia membereskan sisa-sisa makanan di atas meja lalu Rossa menatapnya sambil berkata, "kakak ipar."
"Ya?" Ucap Bintang sembari menghentikan gerakannya dan menatap perempuan yang tampak menghela nafas di depannya.
"Menurut kakak ipar, Apakah Wiggle benar-benar tidak mau mengajakku pergi ke luar negeri, ataukah dia sebenarnya mau mengajak aku ke luar negeri tapi sebenarnya dia pura-pura jual mahal?" Tanya Rossa langsung membuat Bintang kembali duduk ke kursinya dan memikirkan pertanyaan Rossa.
"Itu,, Dia adalah seorang pria, jadi kita sebagai perempuan mungkin akan sulit mengetahuinya. Bagaimana kalau kau tanyakan saja pada kakakmu? Dia adalah seorang pria, jadi dia pasti bisa menebak jalan pikiran Wiggle." Ucapan Bintang langsung membuat Rossa menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Kakakku tidak akan mengetahui hal-hal seperti itu, karena dia bukan orang yang suka bersosialisasi." Ucap Rossa sembari menghela nafas dengan kesal karena dia memiliki kakak yang tidak bisa diandalkan.
"Hm,, kalau dia tidak mau membawamu, maka paksa saja dia membawamu, aku yakin saat di sana nanti dia pasti akan menjagamu dengan baik." Ucap Bintang mengagetkan Rossa Karena dia sama sekali tidak berpikir bahwa perempuan di depannya itu akan berkata seperti itu.
"Kakak ipar berbicara dengan sungguh-sungguh?" Tanya Rossa yang merasa sangat aneh.
__ADS_1
"Hm,," Jawa Bintang sembari berdiri dan melangkah ke arah meja kerjanya untuk kembali melanjutkan pekerjaannya.
Rossa yang melihat itu kemudian menatap Bintang selama beberapa saat lalu dia akhirnya tersenyum dan mengambil paper bag berisi kotak bekal yang telah dirapikan oleh Bintang.
"Terima kasih kakak ipar, kalau begitu aku akan memaksanya pergi dan apapun yang ingin kulakukan, aku akan memaksanya agar dia mau membantuku!!!" Ucap Rossa sembari membuka pintu ruangan dan meninggalkan Bintang sendirian.
Sementara itu, di dalam sebuah mobil yang terparkir di lahan parkir rumah sakit, seorang pria duduk di dalam sembari mengatur nafasnya.
'Katanya kalau aku mendekati trauma aku hanya perlu membayangkan hal-hal manis bersama dengan Bintang,' ucap Hoshi dalam hati mengingat kembali ucapan dokter padanya, jadi dia berusaha menenangkan diri lalu memejamkan matanya dan membayangkan hal-hal manis yang pernah ia lalui bersama dengan kekasihnya.
Tetapi, ketika dia hendak memasuki lobi, dia melihat ada banyak sekali perawat yang ada di sana, bahkan orang-orang yang lalu lalang kebanyakan adalah perempuan.
Jadi pria itu berdiri di tempatnya sembari mengepal erat tangannya Dan Dia merasa bahwa sesaknya mulai menghampirinya.
'Pejamkan matamu dan bayangkan hal-hal manis tentang Bintang, kalau aku bisa melalui semua ini, maka kami akan menikah dan hidup bahagia seperti ayah dan ibuku.' ucap Hoshi pada dirinya sendiri agar dia bisa memenuhi pikirannya dengan hal-hal positif bersama dengan Bintang hingga dia merupakan rasa traumanya.
__ADS_1
Setelah beberapa saat memikirkan masa-masa bahagia bersama dengan Bintang, maka pria itu merasa lebih baik lagi, lalu dia membuka matanya dan terkejut ketika di depannya terdiri dapat seorang anak perempuan kecil yang menatapnya dengan seksama.
Hal itu membuat Hoshi terkejut, jadi dia melangkah mundur 2 kali dan melihat bahwa gadis kecil itu kemudian mengangkat tangannya padanya menyerahkan sebuah permen.
"Kalau Om takut disuntik di rumah sakit, Om bisa makan permen ini, nanti jadi tidak takut lagi." Ucap gadis kecil itu membuat Hoshi menatap permen berwarna merah yang ada di tangan gadis kecil itu.
Dia tidak biasa mendapat barang dari orang asing. Tetapi ketika dia melihat mata ketulusan dari gadis kecil itu dan bagaimana gadis kecil itu sangat menggemaskan, maka tanpa sadar dia mengulurkan tangannya untuk mendapatkan permen itu.
Tetapi, dia belum sempat memegang permen itu ketika seorang perempuan tiba-tiba saja datang menyambar gadis kecil itu dan membawanya pergi.
Hal itu membuat Hoshi jadi sangat terkejut.
@info.
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.
__ADS_1