Bintang Untuk Bintang

Bintang Untuk Bintang
38.


__ADS_3

Akhirnya, setelah membayar semua belanjaan, Bintang dan Hoshi segera menaiki mobil lalu mereka melanjutkan perjalanan ke rumah Bintang.


Dalam perjalanan Bintang terus menggigit bibir bawahnya karena merasa begitu kesal sebab Hoshi yang telah berbelanja banyak untuknya.


Setelah cukup lama menahan kekesalannya, akhirnya Bintang menatap Hoshi sambil berkata, "tolong kirimkan jumlah pembayaran yang sudah Tuan lakukan tadi di swalayan. Saya akan mencicil hutang saya itu pada Tuan." Ucap Bintang.


'Pokoknya aku harus mencicilnya kembali, dan semua barang-barang itu, aku akan mempostingnya di internet dan menjualnya kembali. Dasar Tuan CEO sialan, beraninya dia membuatku berutang begitu banyak padanya!!! Dasar orang yang menyebalkan!!!' geram bintang dalam hati sembari mengatup erat-erat giginya karena merasa kesal pada pria yang sedang menyetir di sampingnya.


Tetapi Hoshi tersenyum sambil berkata, "Aku tidak berpikir bahwa kau akan mengganti semuanya itu. Karena mulai sekarang dan selamanya aku akan makan di rumahmu jadi anggap saja itu sebagai bayaran karena kau sudah mau memasak untukku."


Ucapan pria itu benar-benar membuat Bintang tercengang di tempatnya, mulai sekarang dan selamanya???


Selamanya?!!!!

__ADS_1


Selamanya?!!!!


"Itu,, Saya rasa itu tidak bisa, saya bisa membuat makan malam untuk Tuan hari ini karena saya hari ini tidak sibuk. Tapi besok-besok, saya rasa saya sudah tidak bisa lagi melakukannya." Ucap perempuan itu langsung membuat Hoshi mengeryit lalu dia menatap Bintang dengan bingung.


"Mengapa besok-besok kau tidak bisa lagi melakukannya? Apakah kau berpikir untuk mengingkari janjimu dengan meninggalkanku?" Tanya pria itu.


"Eh????" Bintang terkejut dan juga merasa sangat aneh dalam hatinya. Janji mana yang telah Ia ingkari?


"Kau sudah berjanji padaku bahwa kau tidak akan jauh-jauh dariku jadi mulai hari ini kau tidak boleh lagi lari dari tanggung jawab mu!! Kau bertanggung jawab untuk terus berdekatan denganku!!! Jadi aku berpikir untuk memindahkan rumahku di samping rumahmu!" Ucap Hoshi membuat bintang sangat tercengang.


Tidak bisa jauh-jauh hingga pria itu akan memindahkan rumah pria itu di samping rumahnya???


'Yang benar saja, jelas-jelas aku tinggal di gudang dan di samping semua gudang-gudang itu adalah gudang gudang lain milik orang lain. Kecuali kalau dia mau tinggal di gudang, tapi itu tidak mungkin, jadi biarkan saja dia mengatakan apapun yang ingin Ia katakan.' pikir Bintang dalam hati sembari duduk mengatur nafasnya.

__ADS_1


Dia harus tetap tenang supaya dia tidak menjadi gila menghadapi pria aneh yang ada bersamanya.


"Di mana rumahmu?" Tanya Hoshi ketika mereka sudah tiba di depan cafe di mana terakhir kali dia menurunkan Bintang.


"Di sana,," ucap Bintang menunjuk lalu mobil kembali berjalan dan perempuan itu kembali menunjuk arah jalan dan akhirnya mereka tiba di sebuah gudang.


"Mana rumahmu?" Tanya Hoshi yang merasa aneh karena di sekitar itu tidak ada satupun rumah, yang ada hanya gudang-gudang yang digunakan untuk menyimpan barang.


"Ini rumah saya,, mobilnya bisa parkir di depan tapi aku akan turun membuka gerbangnya." Ucap Bintang langsung membuka pintu mobil lalu perempuan itu turun.


Ia membuka gerbang sebuah gudang membuat Hoshi kebingungan menatap perempuan yang tersenyum memberi kode agar mobilnya segera masuk ke dalam halaman gudang.


Tertegun beberapa detik, akhirnya pria itu menjalankan mobilnya ke dalam gudang dan turun dari mobil sembari melihat Bintang yang telah menutup pintu gerbang.

__ADS_1


'Hehe,, dari caranya melihat, Aku yakin dia pasti tidak akan menyukai tempatku ini, jadi aku rasa ini pertama kali dan terakhirnya dia datang ke rumahku,' ucap Bintang dalam hati kini merasa lega melihat sikap pria itu.


__ADS_2