Bintang Untuk Bintang

Bintang Untuk Bintang
83.


__ADS_3

Setelah berkendara selama 15 menit, akhirnya mobil yang ditumpangi Hoshi dan juga Bintang kini memasuki area rumah sakit.


Begitu masuk, Bintang langsung melirik ke arah Hoshi sembari memeluk erat bunga yang ia bawa.


Dia harus memperhatikan pria itu dengan seksama sehingga jika terjadi suatu kejanggalan, maka dia akan segera menghentikan pria itu agar mereka tidak semakin jauh memasuki rumah sakit.


Setelah beberapa waktu dan mereka akhirnya tiba di parkiran, Bintang melihat bahwa pria itu baik-baik saja.


Tetapi penglihatannya tidak membuatnya puas, jadi perempuan itu berkata, "Apa kau baik-baik saja?"


Hoshi tersenyum, "Aku bahkan sangat baik, karena kau ada disampingku," ucap Hoshi sembari tersenyum membuat Bintang melihat pria itu dengan seksama.


Dia benar-benar ingin melihat dan memperhatikan kalau ucapan pria itu benar-benar sesuai dengan keadaannya.


Melihat kekasihnya yang masih terus memperhatikannya, maka Hoshi merasa sangat gemas pada perempuan itu, jadi dia membuka pintu mobil dan berputar membukakan pintu mobil di sebelahnya agar Bintang bisa keluar.


Bintang yang keluar dari mobil langsung memperhatikan keadaan pria di depannya, sebab Dia merasa begitu cemas kalau trauma pria itu kembali lagi.


"Kau yakin kau baik-baik saja?" Tanya Bintang memperhatikan pria di depannya.

__ADS_1


"Iya," jawab Hoshi mengambil Alih bunga di tangan Bintang, lalu pria itu menggenggam erat tangan Bintang dan bersiap untuk masuk ke rumah sakit.


"Kalau nanti di dalam kau merasa ada yang aneh, maka kau harus cepat mengatakannya padaku," ucap Bintang sembari melangkah bersama dengan Hoshi untuk memasuki rumah sakit.


Maka dengan patuh Hoshi menganggukkan kepalanya, "baik nyonya Bhaltazar!!!" Ucap Hoshi langsung membuat Bintang mencubit pinggang pria itu dengan kesal.


"Di saat seperti ini kau masih saja bercanda, aku ini sangat khawatir padamu tahu!!!!" Gerutu Bintang.


Hoshi yang mendengar itu langsung memindahkan tangannya yang tadinya menggenggam erat tangan Bintang kini beralih merangkul perempuan itu.


"Aku tidak bercanda, Kau kan memang Nyonya Muda Bhaltazar!" Tegas Hoshi kembali membuat Bintang mengerutkan keningnya.


Terus berjalan, Bintang sesekali melirik Hoshi untuk terus memantau keadaan pria itu.


Lalu tiba-tiba saja seorang dokter perempuan yang terlihat buru-buru berlari semakin dekat ke arah mereka membuat Bintang menjadi panik karena dia takut Hoshi mungkin akan terkejut saat dia tiba-tiba berdekatan dengan seorang perempuan


Oleh sebab itu, Bintang dengan cepat ingin melindungi Hoshi ketika malah dialah yang dilindungi oleh Hoshi.


Pria itu berputar menarik Bintang agar tidak ditabrak oleh seorang perempuan berseragam dokter yang berlari amat kencang.

__ADS_1


"Kau baik-baik saja?" Tanya Hoshi pada Bintang langsung membuat Bintang menatap pria itu dengan mata melotot.


"Aku yang seharusnya bertanya begitu, Apakah kau baik-baik saja?" Tanya Bintang sembari memperbaiki posisi berdirinya.


Hoshi yang mendengar ucapan Bintang langsung tersenyum semeringah, "seperti yang kau lihat, Aku sangat baik-baik saja, dan sekarang aku sangat senang karena baru saja aku menyelamatkan kekasihku yang hampir saja ditabrak oleh seseorang." Kata Hoshi langsung membuat Bintang menjadi tenang.


Jadi mereka melanjutkan langkah mereka ke sebuah lift dan menekan tombol open.


Mereka menunggu beberapa detik sampai akhirnya pintu lift terbuka dan memperlihatkan banyak orang yang berdiri di dalam lift.


Rata-rata mereka adalah perempuan, lalu mereka semua dengan cepat keluar dari dalam lift membuat putih kembali terkejut, karena saat itu mereka tepat berada di depan lift sehingga mereka harus dilewati oleh semua perempuan-perempuan itu.


Maka Bintang dengan cepat berdiri di depan Hoshi untuk melindungi pria itu, tetapi Hoshi kembali tersenyum dan hanya menundukkan kepalanya mendaratkan sebuah ciuman di bibir Bintang.


"Kau ini benar-benar meminta dicium di tempat umum ya??" Ucap Hoshi setelah dia selesai mencium perempuan itu langsung membuat Bintang terkejut dan melihat sekelilingnya dengan pipi merona karena merasa malu.


@info.


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.

__ADS_1


__ADS_2