
Keesokan paginya, Bintang bangun seperti biasanya, ia kemudian melihat Hoshi masih tidur di sampingnya lalu perempuan itu menyelimuti Hoshi dan memberi beberapa ciuman di wajah pria itu sebelum turun dari tempat tidur memesan makanan dan membersihkan tubuhnya.
Ia juga pergi ke ruangan Ibunya dan melihat perempuan itu masih sama seperti sebelumnya, terus meminjamkan matanya seperti orang yang sedang tidur.
Jadi Bintang tidak terlalu lama berada di sana dan dia kemudian kembali menemui Hoshi yang sudah bangun.
"Apakah kau kembali dari ruangan ibu?" Tanya Hoshi langsung diangguki oleh Bintang.
"Ibu masih tertidur, sepertinya Ibu masih senang bermimpi." Ucap Bintang langsung membuat Hoshi turun dan memeluk perempuan itu dengan erat.
"Jangan khawatir, kau akan segera melihat mata indah ibumu," ucap Hoshi langsung dijawab anggukan Bintang.
Kedua orang itu kemudian sarapan bersama, Lalu setelah itu Hoshi bersiap-siap untuk kembali ke negaranya karena dia harus kembali bekerja di perusahaan.
Tetapi sebelum itu, Hoshi pergi ke arah perempuan yang terbaring di ranjang rumah sakit dan untuk berpamitan pada perempuan itu.
__ADS_1
Sementara Bintang, dia sedang merangkai bunga yang akan diletakkan di nakas samping tempat tidur ibunya.
"Ibu, aku akan pamit untuk pergi bekerja." Ucap pria itu memperhatikan perempuan di depannya dan dia kembali terkejut saat perempuan itu akhirnya membuka matanya langsung membuat Hoshi tersenyum.
"Ibu tunggu sebentar," ucap Hoshi kemudian keluar dari tempat itu lalu dia menemui Bintang yang sibuk merangkai bunga plastik.
"Berdirilah," kata Hoshi pada Bintang langsung membuat Bintang menjadi heran.
Dia bingung mengapa Hoshi tiba-tiba saja menyuruhnya berdiri.
Melihat itu, maka Hoshi jadi semakin tidak sabar untuk menunjukkan pada perempuan itu bahwa ibunya telah sadar, jadi dia dengan cepat pergi ke belakang Bintang dan menutup mata perempuan itu dengan kedua tangannya.
"Aku punya kejutan untukmu, sekarang langkahkan kakimu ke depan sesuai dengan arahanku, tapi kau tidak boleh membuka matamu sedikitpun." Ucap Hoshi langsung membuat Putri tersenyum, lalu dia mengangkat tangannya menyentuh tangan Bintang yang ada di wajahnya, lalu melangkahkan kakinya sesuai dengan arahan Hoshi hingga mereka akhirnya tiba di ruang rawat Citra.
Begitu Citra melihat anaknya yang semakin mendekat ke arahnya, maka perempuan itu langsung berkaca-kaca dan dia sangat ingin menggerakkan tubuhnya memeluk Bintang, tetapi tubuhnya terasa begitu kaku seolah-olah Dia adalah orang yang lumpuh.
__ADS_1
Bahkan, untuk menggerakkan bibirnya saja berbicara dia benar-benar kesulitan dan merasa bahwa bibirnya terlalu susah untuk digerakkan.
"Apa kita sudah sampai di kejutannya?" Tanya Bintang sembari tersenyum dengan hati yang terasa berdesir karena dia tidak sabar melihat kejutan apa yang diberikan oleh Hoshi padanya.
"Iya," ucap Hoshi kemudian membuat Bintang melepaskan tangannya yang menutupi tangan Hoshi.
Setelah tangan Bintang terlepas, barulah Hoshi juga melepaskan tangannya hingga membuat Bintang langsung membuka matanya dan betapa terkejutnya dia saat melihat ibunya ternyata telah siuman.
"Ibu!!!" Ucap Bintang langsung meneteskan air matanya lalu dia berusaha memeluk perempuan yang terbaring di tempat tidur.
Kedua perempuan itu kemudian menangis setelah pertemuan mereka yang mengharukan itu.
Hoshi tahu bahwa kedua perempuan itu butuh waktu sejenak untuk bersama-sama, jadi dia segera keluar dari ruangan itu dan meninggalkan pesan pada Bintang bahwa dia harus kembali ke negara mereka untuk bekerja dan berjanji akan kembali lagi nanti sore.
@info.
__ADS_1
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.