
Ting!
Akhirnya lift berhenti, lalu mereka keluar dari sana dan pergi ke ruangan tempat ibu Bintang dirawat.
Sekali lagi kau masuk mari berjalan ke ruangan tujuan mereka Bintang menatap kekasihnya untuk memastikan bahwa pria itu benar-benar baik-baik saja.
Dan setelah melihat bahwa Hoshi sangat tenang maka dia merasa lega dan mempererat genggaman tangannya pada Hoshi lalu mereka akhirnya memasuki sebuah ruangan.
Seorang suster yang baru saja melakukan pemeriksaan langsung menghampiri Bintang Karena dia sudah mengenal perempuan itu.
"Kau datang lagi," ucap suster itu pada Bintang sembari melirik ke arah pria tampan yang berdiri di samping Bintang.
"Aku calon suaminya," ucap Hoshi dengan percaya diri memperkenalkan dirinya langsung membuat sang suster tersenyum kikuk menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu, Selamat atas hubungan kalian." Ucap perempuan itu sembari memberi kode pada Bintang bahwa dia akan segera pergi karena masih banyak pasien lain yang harus ia periksa secara rutin.
__ADS_1
Begitu sang suster pergi, Bintang langsung menarik pria itu ke sebuah ruangan sterilisasi, lalu mereka menggunakan pakaian khusus untuk mengunjungi ibu Bintang.
"Apakah kita bisa membawa tanaman ini ke dalam ruangan?" Ucap Hoshi yang merasa cemas karena dia tahu bahwa ruangan tempat ibu Bintang dirawat harus benar-benar steril dan terjaga.
Sementara pada tanaman yang mereka bawa, mungkin saja ada jamur atau apapun yang menempel di sana hingga akan menyebarkan penyakit di dalam ruangan itu.
Bintang pun memikirkan hal yang sama, jadi dia mengambil tanaman itu dari Hoshi lalu meletakkannya di sebuah sudut ruangan.
"Letakkan saja dulu di sini, nanti baru kita tanyakan pada perawat kalau tanaman ini bisa dibawa masuk atau tidak." Ucap Bintang lalu dia memakai maskernya dan menarik Hoshi memasuki ruang perawatan ibunya.
Bintang yang melihat kejadian itu merasa sangat terharu, jadi dia mengulurkan tangannya memegang tangan ibunya yang tampak pucat karena sudah lama tidak terkena cahaya matahari.
Perempuan itu mengusapnya dengan hangat dan memandang ibunya dengan tatapan lembut bercampur kesedihan.
"Bagaimana kabar ibu? Apakah ibu bermimpi indah dalam tidur Ibu? Apakah ada aku di dalam mimpi ibu? Aku sangat senang karena hari ini bisa datang lagi menemui ibu dan bisa lagi menggenggam tangan ibu yang terasa begitu hangat.
__ADS_1
"Aku harap suatu saat nanti bukan akulah yang menggenggam tangan Ibu, tetapi ibu lah yang akan menggenggam tanganku dan memelukku dengan erat. Jadi ibu harus bertahan, ibu harus tetap di sisiku, karena aku merasa rapuh jika harus melihat ibu pergi meninggalkanku, sama seperti apa yang dilakukan oleh ayah." Ucap Bintang kini meneteskan air matanya meski dia sama sekali tidak terisak.
Sementara Hoshi yang melihat itu, dia kemudian memeluk Bintang dengan hangat dan mengusap rambut perempuan itu.
Hoshi tidak mengatakan apapun, tetapi dari caranya Bintang bisa merasakan bahwa pria itu sedang berkata padanya kalau semuanya akan baik-baik saja.
Hal itu membuat Bintang merasa sangat hangat, apalagi mengingat itu pertama kalinya dia datang mengunjungi ibunya dengan seseorang yang datang bersamanya, dan terlebih orang itu adalah kekasihnya sendiri.
Oleh sebab itu, Bintang kembali menatap Ibunya dan berkata, "Ibu, waktu kecil ibu selalu berkata kalau suatu saat nanti aku akan menemukan seorang pria yang akan membahagiakanku, dan saat ini aku datang membawanya untuk memperkenalkannya pada ibu.
"Namanya Hoshi, dia adalah pria yang hangat yang selalu memperlakukanku dengan lembut. Dia bahkan trauma terhadap rumah sakit dan perempuan, tetapi demi mengantar aku datang menemui Ibu, dia berusaha melawan traumanya.
"Oya Bu, kami berencana untuk menikah tetapi, aku begitu berat untuk melakukannya jika Ibu masih dalam keadaan seperti ini. Oleh sebab itu aku berharap Ibu mendengarku dan segera terbangun supaya Ibu bisa menemaniku di acara pernikahanku." Ucap Bintang kini tidak bisa lagi menahan isakannya hingga perempuan itu mulai terisak dengan Hoshi yang terus memeluknya.
@info.
__ADS_1
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.