Bintang Untuk Bintang

Bintang Untuk Bintang
93.


__ADS_3

Sore harinya, ketika Bintang sedang membantu ibunya memakan bubur tawar, maka Hoshi akhirnya kembali setelah menyelesaikan banyak sekali pekerjaan yang di buru-buru olehnya.


Bahkan, beberapa pekerjaan yang tak sempat terselesaikan pun harus ia bawa agar diselesaikan saja di rumah sakit ketika ada kesempatan.


Karena bagaimanapun, dia sudah berjanji pada Bintang dan ibunya bahwa dia akan kembali secepat mungkin agar bisa berbincang-bincang dengan Citra.


Begitu tiba, Hoshi langsung melihat ke arah kamar pasien di mana Bintang menyuapi ibunya dengan bubur, jadi dia langsung pergi ke kamar mandi membersihkan diri dan setelah berganti baju, ia kemudian masuk ke ruangan membuat 2 perempuan yang ada di sana begitu terkejut melihatnya.


"Kau pulang lebih cepat," ucap Bintang yang merasa begitu senang karena akhirnya dia kembali melihat suaminya setelah seharian berpisah dengannya, bahkan berpisah negara.


Ucapan perempuan itu langsung diangguki oleh Hoshi, lalu pria itu kemudian menatap perempuan yang duduk bersandar di tempat tidur.


"Bagaimana kabar ibu?" Tanya Hoshi langsung membuat Citra tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Baik," ucap perempuan itu dengan suara yang sangat lemah menandakan bahwa tenaganya masih belum pulih sepenuhnya.


Tetapi di wajahnya, terpancar kebahagiaan yang begitu luar biasa hingga membuat semua orang tahu bahwa tubuh perempuan itu saja yang terlihat lemah, namun hatinya begitu kuat dan sedang berada dalam suasana hati yang baik.


"Syukurlah kalau begitu," ucap Hoshi sembari duduk di samping Bintang, lalu dia memperhatikan Bintang yang terus menyuapi ibunya.

__ADS_1


"Kau agak pucat, pergilah beristirahat dan biar aku yang menyuapi ibu." Ucap Hoshi langsung mengambil alih mangkok dan sendok dari tangan Bintang langsung membuat perempuan itu tersenyum menganggukkan kepalanya Lalu dia pergi.


Sebab dari tadi dia memang merasa bahwa dirinya sedang tidak baik-baik saja, tapi dia tidak ingin menampakan hal tersebut di depan ibunya yang sedang sakit, Jadi dia terus berusaha memaksakan dirinya


Setelah kembali ke kamar, Bintang langsung berbaring karena dia merasakan kepalanya amatlah pusing, jadi hanya dalam beberapa menit dia sudah tertidur pulas.


Sementara di ruang sebelah, Hoshi yang menyuapi Citra sesekali berbicara dengan perempuan itu meski Citra hanya berbicara dengan kata-kata yang sangat pendek, sebab perempuan itu merasa terlalu lelah setiap kali dia berusaha berbicara panjang.


"Oya Bu, tadi aku sudah menelpon dokter dan dia mengatakan kalau besok Ibu akan menjalani terapi air, katanya terapi ini bisa membuat syarat-syaraf Ibu menjadi lebih terangsang, oleh sebab itu, ibu harus beristirahat yang cukup supaya besok bisa menjalankan terapinya dengan lancar," ucap Hoshi memberitahu Ibu mertuanya sebab dia ingin perempuan itu mempersiapkan diri untuk terapinya besok pagi.


"Baik," jawab Citra sembari mengganggukan kepalanya dan perempuan itu sebenarnya memiliki banyak pertanyaan untuk Rossi, tetapi karena dia begitu lelah setiap kali berbicara lebih dari dua kata, maka dia hanya menyimpannya dalam hati dan memilih untuk menanyakannya ketika tubuhnya sudah terasa lebih baik lagi.


Setelah itu, dia mengambil air putih dan membawakannya ke pada ibu mertuanya untuk berjaga-jaga jikalau perempuan itu merasa haus.


"Oya Bu, Apakah ada sesuatu yang Ibu butuhkan?" Tanya Hoshi menatap perempuan di depannya.


Mendengar itu, maka dengan sekuat tenaga Citra berusaha menganggukkan kepalanya, lalu dengan suara yang sangat pelan, dia berkata, "tv."


Ucapan Citra langsung membuat Hoshi menatap ruangan itu, bahwa di dalamnya tidak ada TV, karena selama ini mereka memang tidak kepikiran untuk meletakkan TV di tempat itu, sebab Citra tidaklah sadar sehingga TV di sana tidak akan berguna.

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu Ibu tunggu sebentar, aku akan menyuruh seseorang untuk memasang TV di ruangan ini." Kata Hoshi lalu pria itu segera keluar untuk menelpon seseorang.


Dalam 15 menit 3 orang teknisi langsung datang ke tempat itu dan mereka segera memasang TV di dinding kamar Citra.


Setelah tv-nya terpasang, Hoshi kemudian menyalakan tv itu dan menekankan remotenya untuk mencari siaran yang disukai oleh ibu mertuanya.


Ketika tiba di siaran berita maka Citra segera berkata, "berhenti."


Melihat ibunya yang tampak sibuk menonton, maka Hoshi kemudian meletakkan remotenya lalu pria itu segera keluar dari ruangan dan pergi mengecek istrinya yang sedang tertidur.


Cup!


Pria itu mendaratkan sebuah ciuman di kening Bintang lalu dia kemudian pergi ke kulkas untuk mendapatkan air putih, dan betapa terkejutnya dia ketika mendapati bahwa semua kulkas telah diisi dengan eskrim.


'Apakah tidak masalah kalau istriku terus makan es krim?' ucap Hoshi dalam hati menoleh ke arah perempuan yang tertidur lelap di tempat tidur.


@info.


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.

__ADS_1


__ADS_2