
Hari itu, Bintang dan Hoshi yang bekerja dalam satu ruangan baru saja selesai makan siang bersama lalu mereka kembali ke pekerjaan mereka masing-masing.
Tok tok tok....
Suara ketukan pintu membuat kedua orang itu menoleh ke arah pintu lalu Hoshi dengan cepat berkata, "masuk!"
Maka orang dibalik pintu yang mendengar ucapan Hoshi segera membuka pintu.
Maka pintu tersebut kemudian terbuka memperlihatkan Wiggle yang masuk dengan langkah yang panjang menghampiri Hoshi.
"Tuan, ini adalah berkas yang Tuan minta untuk diperiksa. Sedangkan rapat dengan CEO dari grup **, mereka meminta rapatnya dipercepat menjadi pukul 15.00 nanti." Ucap Wiggle langsung membuat Hoshi menerima berkas dari tangan pria itu, lalu dia kemudian menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, Aku akan pergi bersama dengan Bintang, jadi serahkan berkas-berkasnya pada Bintang biar dia mempelajarinya dengan cepat." Ucap Hoshi sembari menoleh ke arah perempuan di dalam ruangan itu.
Bintang yang mendengar ucapan Hoshi juga mengangkat kepalanya, lalu dia melihat ke arah Hoshi dengan rasa gugupnya, karena itu pertama kalinya dia akan menemani yang akan membahas kerjasama dengan sebuah perusahaan.
__ADS_1
Padahal, selama ini setiap kali Hoshi memiliki rapat, maka dia hanya ditemani oleh Wiggle atau wakil sekretaris.
"Itu,,, apakah saya bisa melakukannya dengan baik?" Tanya Bintang yang merasa begitu gugup, sebab seumur-umur hidupnya dia tidak pernah melakukan pekerjaan seperti itu.
"Hm, aku ada bersamamu Jadi kau tidak perlu takut." Ucap Hoshi langsung membuat Bintang menganggukan kepalanya, lalu dia melihat Wiggle segera keluar dari ruangan.
Setelah beberapa menit keluar dari ruangan, pria itu kembali lagi masuk ke dalam ruangan sembari membawa berkas yang akan dipelajari oleh Bintang.
Bintang menerima berkas itu dengan jantung yang berdegup amat kencang, karena dia terlalu takut jika saja dia mengacaukan pertemuan itu hingga membuat kerjasama mereka menjadi batal.
Mendengar kalimat penyemangat dari kekasihnya, langsung membuat Bintang menganggukkan kepalanya lalu dia menguatkan tekadnya dalam hati bahwa dia bisa melakukannya.
Maka pada 1 jam berikutnya, Bintang terus mempelajari dokumen yang ia dapatkan dari Wiggle.
Tetapi, setelah mereka akan berangkat, tiba-tiba saja ponsel Hoshi berdering memperlihatkan nama pemanggil adalah Rossa.
__ADS_1
"Halo?" Ucap pria itu yang merasa agak kesal menerima panggilan dari adiknya, padahal mereka sudah akan berangkat untuk bertemu klien dari group **.
"Kak! Aku sudah mendapatkan cincin yang kemarin dipesan. Jadi hari ini aku akan datang ke kantor untuk membawakan cincin itu pada kakak ipar, dan juga mengajaknya keluar untuk berbelanja. Tapi sebelum itu, kakak harus memberikan kami kartu kredit," ucap perempuan dari seberang telepon langsung membuat Hoshi menghembuskan nafasnya sembari melihat Bintang yang sudah menunggunya di ambang pintu.
Dia merasa tidak rela untuk membiarkan Bintang menghabiskan waktu bersama dengan Rossa, tetapi ketika dia kembali mengingat bahwa perempuan itu telah lama terus terkurung di ruangannya, maka pria itu akhirnya berkata, "Baiklah, datang jemput Bintang."
"Baik kakak!!!" Seru Rossa dari seberang telepon yang merasa amat senang dengan persetujuan kakaknya.
Maka tanpa ditunggu lagi, telepon itu langsung dimatikan secara sepihak, lalu Hoshi menyimpan ponselnya ke dalam sakunya, dan dia mendekati Bintang yang sedang menatapnya dengan bingung.
"Itu, Rossa ingin mengajakmu berbelanja, jadi hari ini kau tidak perlu menemaniku untuk bertemu dengan klien, biar Wiggle yang menemaniku." Ucap Hoshi sembari mengeluarkan sebuah kartu kredit dari dompetnya lalu menyerahkannya pada Bintang.
Gunakan ini untuk berbelanja, dan jangan ragu untuk membeli apapun yang kau sukai," ucap Hoshi sembari mengulurkan tangannya ke belakang leher perempuan itu dan menundukkan kepalanya mendaratkan sebuah ciuman singkat di bibir Bintang.
Bintang yang mendapat perlakuan itu hanya bisa tercengang di tempatnya Tetapi dia tidak mengatakan apapun dan hanya melihat pria itu langsung mengambil berkas dari tangannya dan keluar meninggalkannya.
__ADS_1
Setelah ditinggalkan sendirian, Bintang melihat kartu kredit berwarna gold di tangannya, 'Kenapa pria itu malah memberi kartu kredit seperti ini? Bukankah kartu kredit seperti ini tidak memiliki limit?' ucap Bintang dalam hati yang merasa bahwa Hoshi terlalu baik padanya.