Bintang Untuk Bintang

Bintang Untuk Bintang
28. Senyum yang sangat indah


__ADS_3

Brak!!!


Begitu mobil berhenti di depan sebuah cafe, Bintang langsung turun dari mobil dan menutup pintu itu dengan cepat.


Setelah itu, dia berlari kencang meninggalkan mobil itu untuk pergi ke arah toko tempat dia bekerja.


Hal itu membuat Hoshi jadi kebingungan, jadi pria itu membuka mobilnya untuk menyusul perempuan itu.


Tetapi, pergerakan Bintang yang sangat cepat membuatnya tak sempat melihat kemana arah perginya perempuan itu.


"Hah,, sebenarnya rumahnya di mana?" Ucap Hoshi dalam hati yang merasa kesal karena tidak bisa melihat rumah Bintang.


Tetapi karena berpikir bahwa masih ada hari esok, esok dan esoknya lagi untuk melihat rumah perempuan itu, maka Hoshi kemudian masuk ke dalam mobilnya dan melaju pergi dari tempat itu.


Bintang yang sedang bersembunyi di belakang sebuah tempat sampah besar langsung keluar dari tempat persembunyiannya dan menghela nafas lega melihat mobil yang telah pergi menjauh.

__ADS_1


"Selamat,,," ucap perempuan itu kemudian berbalik pergi ke arah toko tempat dia bekerja paruh waktu.


"Selamat sore," ucapnya pada bos pemilik toko sembari berjalan ke arah belakang untuk meletakkan tas miliknya.


"Apakah kau sudah makan? Kalau belum, kau bisa makan makanan yang ada di atas meja!" Bos pemilik toko setengah berteriak pada Bintang langsung membuat perempuan itu pergi ke arah meja makan dan makan malam sebelum lanjut bekerja.


Ketika dia sedang bekerja, dia kembali terkejut saat mendapati pria yang selalu datang ke toko itu untuk membeli, kembali lagi datang membawa beberapa barang di hadapan Bintang.


Dan seperti biasanya, pria itu meninggalkan sebatang coklat dan juga setangkai bunga mawar merah untuk Bintang.


"Apanya yang beruntung, Aku justru merasa kesal karena aku merasa berhutang pada pria itu. Bayangkan saja, setiap hari ada sebatang coklat dan setangkai bunga mawar merah, hutangku kepadanya selalu bertambah setiap hari!! Pertambahannya bahkan tidak main-main, 50.000 sehari!!!" Ucap Bintang menggerutu.


Bos pemilik toko yang mendengar itu langsung memicingkan matanya menatap gadis yang sedang melayani pembeli, "Kenapa kau menganggap itu sebagai hutang? Jangan-jangan kau berniat untuk mengembalikan semua itu padanya nanti?" Tanya Bos pemilik toko.


"Tentu saja, Aku tidak suka berhutang pada orang asing, jadi nanti aku akan mengembalikannya setelah aku menerima gajiku." Ucap Bintang sembari tersenyum langsung membuat Bos pemilik toko kebingungan.

__ADS_1


"Kalau kau memberikan gajimu pada pria itu, lalu Dengan apa kau akan membayar biaya rumah sakit ibumu?" Tanya Bos pemilik toko langsung dijawab senyum indah oleh Bintang.


"Mulai sekarang aku tidak perlu mengkhawatirkan biaya rumah sakit ibuku, karena sudah ada orang yang menanggungnya sejak aku menjadi asisten." Jawab Bintang dengan perasaan gembira.


Meskipun setiap hari dia makan hati dan selalu bingung menghadapi Hoshi, tetapi dia merasa senang setiap kali memikirkan bahwa Ibunya sudah bisa tetap berada di rumah sakit dengan tenang dan tidak perlu lagi harus memusingkan biaya rumah sakitnya.


'Tidak apa, aku bisa bertahan selama 1 tahun, dan kalau Rosa baik hati mungkin dia mau melanjutkan kontrakku lagi.' ucap Bintang dalam hati dengan sebuah senyum terukir indah di wajahnya.


Cekrek!


Cekrek!


Cekrek!


Tak jauh dari tempat itu, seorang pria menggunakan kamera dengan lensa tele mengambil gambar-gambar Bintang yang sedang tersenyum.

__ADS_1


"Senyum yang sangat indah," ucap pria pemilik kamera itu sembari menurunkan kameranya lalu meninggalkan atap gedung di seberang toko tempat Bintang bekerja.


__ADS_2