Bintang Untuk Bintang

Bintang Untuk Bintang
46.


__ADS_3

"Jangan bicara omong kosong!!!!" Kata perempuan itu yang merasa agak kesal pada pria yang selalu mempermainkannya.


"Hehe,, aku tidak bicara omong kosong, tapi aku benar-benar berharap suatu saat kita akan menikah dan memiliki dua orang anak. Lalu kita akan menghabiskan masa tua kita di sebuah pulau yang akan aku bangun istana dan istananya akan kunamai dengan namamu." Ucap Hoshi yang membayangkan bahwa kehidupannya bersama dengan bintang harus seperti kehidupan ayah dan ibunya yang selalu harmonis.


🐾🐾🐾


"A,,apa?" Bintang bertanya dengan jantung yang kembali berdegup kencang.


Dia tidak menyangka kalau pria itu benar-benar memikirkan untuk menikah dengannya, bahkan sekarang sedang merencanakan sesuatu yang luar biasa di masa depan mereka.


Padahal, baru satu minggu lebih dia berkenalan dengan pria itu, tapi bagaimana bisa Hoshi begitu yakin untuk menikah dengannya?


Dan sekali lagi, Bintang dibuat tak berkata-kata setelah mendengar ucapan Hoshi, kata pria itu, "Aku ingin melamarmu, tapi aku belum bertanya padamu lamaran seperti apa yang kau suka?"


Bintang masih terdiam selama beberapa detik menatap pria di depannya dan dia merasakan bahwa seluruh organ tubuhnya benar-benar tidak aman setiap kali berhadapan dengan pria itu.


Apalagi jika pria itu sudah berbicara, dia merasa hanya dalam satu detik, dia akan mati karena seluruh tubuhnya secara tiba-tiba terkejut dan berhenti bekerja.

__ADS_1


"Eeh??? Ha ha ha.....!!!" Akhirnya Bintang bisa tertawa keras perempuan itu tertawa begitu keras sampai akhirnya air matanya keluar lalu berakhir menangis tersedu-sedu.


"Hiks,, hiks,," Bintang menangis dengan sangat keras sembari kedua tangannya menutup wajahnya agar air matanya tidak kelihatan oleh pria yang sedang berada di depannya.


"Ada apa??? Kenapa kau menangis??" Hoshi bertanya dengan panik sembari tangan pria itu kebingungan harus bagaimana menyentuh Bintang agar perempuan itu bisa terhibur dan tidak menangis lagi.


"Hiks,,, hiks,,, Mengapa kau harus menjadi pria yang pertama kali memperlakukanku seperti ini??? Hiks,, hiks,,, aku merasa senang, tapi Aku juga merasa tidak pantas menerimanya. Mana mungkin aku pantas untuk dilamar olehmu???" Isak perempuan itu dengan keras.


Siapa yang menyangka bahwa dirinya yang sudah menjalani kehidupan yang begitu sulit ternyata malah akan diperhatikan oleh seorang pria yang sejatinya adalah pria luar biasa yang pernah ia temui.


Sementara Hoshi yang kini melihat Bintang menangis tak karuan, pria itu langsung memeluk Bintang dengan erat.


"Kenapa kau berkata seperti itu? Apakah kau tidak mau menikah denganku? Ataukah aku terlalu tidak layak untukmu hingga kau berdalih bahwa kau tidak pantas untukku??" Tanya Hoshi dengan nada yang begitu sedih sembari tangannya begitu erat memeluk perempuan yang sedang menangis.


Tiba-tiba saja hatinya begitu sesak setelah dia mendengar ucapan Bintang yang terdengar ingin menghindar darinya dengan sebuah alasan konyol yang tidak akan bisa diterima olehnya.


"Mana begitu???!! Aku tidak pernah berdali, aku mengatakan yang sebenarnya!!!" Kata Bintang mengangkat wajahnya menatap pria di depannya dengan mata yang memerah dan air mata yang belum kering di pipinya.

__ADS_1


Hal itu membuat Hoshi merasa tidak tega melihat perempuan itu tampak kacau, jadi dia menyeka air mata Bintang sembari berkata, "kalau kau merasa tidak pantas untukku dan aku merasa tidak layak untukmu, Jadi apakah itu artinya kita tidak bisa bersatu?


"Ayah dan ibuku juga mengatakan bahwa mereka melalui hal yang berat sebelum mereka menikah. Ibuku dulunya adalah seorang gelandangan, lalu menikah dengan ayahku ada yang adalah seorang pewaris keluarga kami.


"Tapi sekarang mereka sangat bahagia dan memiliki dua orang anak, Bukankah kalau dibandingkan dengan kita, ayah dan ibuku lebih tidak pantas untuk bersama? Seorang pewaris dan seorang gelandangan,,, jadi--"


"Bagaimana bisa kau berkata seperti itu?!!" Sela Bintang, "Jelas-jelas Mereka adalah pasangan yang sangat serasi!!! Bahkan mereka sudah bersama selama bertahun-tahun tapi bagaimana bisa kau mengatakan bahwa mereka tidak pantas untuk bersama???" Bentak Bintang pada Hoshi Karena dia sudah membaca majalah yang menceritakan tentang keromantisan kedua orang itu dan perjalanan hidup mereka yang penuh dengan keromantisan.


Jadi dia tidak terima kalau Hoshi yang adalah anak dari kedua orang itu malah mengatakan bahwa mereka tidak pantas bersama.


Mendengar ucapan Bintang maka Hoshi langsung tersenyum, "kalau begitu aku dan kau,, aku rasa tidak ada yang bisa mengatakan bahwa kita tidak pantas bersama." Ucap Hoshi langsung membuat Bintang tertegun di tempatnya.


Dia membandingkan antara dirinya dan Loren,,,, benar,, benar,, dia ingin membenarkannya, tetapi entah kenapa dia merasa bahwa dia benar-benar tidak pantas.


Mana mungkin dirinya pantas dibandingkan dengan seorang perempuan yang paling terkenal sebagai perempuan baik hati dan berbakat di seluruh negara mereka?


"Itu,, aku lapar!" Ucap Bintang mengalihkan pembicaraan lalu perempuan itu dengan cepat membagi-bagi makanan dan mengambil sumpitnya sembari makan dengan lahap mengabaikan pria yang terus memperhatikannya.

__ADS_1


__ADS_2