
"Kau baik-baik saja?" Tanya Hoshi setelah mereka keluar dari ruang perawatan ibu Bintang dan keduanya kini berdiri memandang perempuan itu dari luar jendela dengan mata Bintang yang masih begitu sembab.
Hoshi yang menyadari itu kemudian kembali memeluk Bintang dari belakang dan berkata, "Ayo ganti baju, kita harus berbicara dengan dokter tentang bunga yang kita bawa dan juga aku ingin menanyakan beberapa hal padanya."
"Hm,," jawab Bintang dengan lemas, lalu perempuan itu kemudian berjalan bersama Hoshi untuk mengganti pakaian mereka sebelum keduanya pergi ke ruangan dokter.
Setibanya mereka di ruangan dokter, terlihat bahwa dokter itu masih berbicara dengan salah satu keluarga pasien, jadi keduanya duduk sembari menunggu dengan Hoshi yang terus menggenggam erat tangan Bintang.
Sementara Bintang, dia bersandar ke bahu pria itu dan merasa lebih baik karena itu pertama kalinya dia datang dikunjungi Ibunya dan ada orang yang menemaninya.
"Aku ingin bertanya satu hal," tiba-tiba ucap Hoshi langsung membuat Bintang mengangkat wajahnya menatap Hoshi.
__ADS_1
"Apa yang ingin kau tanyakan?" Tanya Bintang.
Hoshi menahan nafasnya, dia sebenarnya agak berat untuk menanyakannya, tetapi karena dia sangat penasaran, maka pria itu berusaha menghilangkan rasa mengganjalnya dalam hati.
"Itu, Apakah kau tidak punya kerabat satu pun? Misalnya saudara dari ibumu atau saudara dari ayahmu, atau sepupu atau mungkin nenek dan kakekmu." Ucap Hoshi dengan tetapan yang menjadi redup ketika dia melihat ekspresi Bintang langsung berubah buruk setelah mendengarkan pertanyaannya.
"Kalau kau merasa tidak ingin menceritakannya maka kau tidak perlu menceritakannya," ucap Hoshi kembali memeluk perempuan itu sebab Dia memang tidak tega Jika saja Ada hal buruk yang Sudah dilupakan oleh Bintang dan sekarang teringat lagi ketika dia menanyakannya.
Dia merasa sikapnya bukannya melindungi perempuan itu Tetapi malah membuat perempuan itu menjadi sedih.
"Tetapi semenjak kemalangan menimpa keluarga kami, mereka semua berusaha mendapatkan seluruh warisan ayah dan ibuku dengan cara mendekatiku. Hal itu membuatku kesal karena mereka bukannya membantuku dengan biaya perawatan Ibu dan ayahku yang sangat banyak, mereka malah berniat untuk mengambil harta warisan itu.
__ADS_1
"Makanya aku putuskan menjual semuanya dan menggunakan uang itu untuk semua perawatan ayah dan ibuku hingga mereka semua menjauhiku. Tapi,, sayang sekali, meskipun aku sudah melakukan yang terbaik Ibuku tetap saja tidak bangun dan ayahku pun harus meninggal." Ucap Bintang yang kini merasa begitu sedih ketika dia mengingat kembali bagaimana kelakuan keluarganya.
Bahkan sampai sekarang, tidak ada satupun dari mereka yang datang untuk menghiburnya meski mereka semua tahu kalau dia banting tulang demi pengobatan Ibunya, dan dia hanya sebatang kara berkeliaran di luar sana.
"Maaf, maaf karena sudah mengingatkanmu," ucap Hoshi mempererat pelukannya pada Bintang Karena dia merasa menyesal telah menanyakan sesuatu yang seharusnya tak pernah ia tanyakan.
"Tidak, aku yang salah karena tidak menceritakannya." Ucap Bintang juga merasa kalau dia sudah mengenal semua keluarga Hoshi, tapi pria itu bahkan tidak mengenal satupun keluarganya.
"Tidak apa-apa, Jangan menyalahkan dirimu sendiri," ucap Hoshi menenangkan perempuan itu.
"Silahkan masuk," tiba-tiba suara seorang suster langsung membuat dua orang itu menatap ke arah suster lalu keduanya berdiri memasuki ruangan dokter.
__ADS_1
@info.
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.