Bintang Untuk Bintang

Bintang Untuk Bintang
75.


__ADS_3

Ketiga perempuan itu tiba di rak sepatu, tetapi sang pelayan tidak menemukan sepatu yang telah dipajang di situ jadi dia menatap kedua perempuan itu sambil berkata, "silakan tunggu sebentar saya akan menanyakannya pada rekan kerja saya."


"Ahh, kami akan ikut!!" Ucap perempuan itu segera bersama dengan temannya mengikuti sang pelayan yang berjalan di depan mereka.


Sementara Bintang yang melihat itu, hal itu langsung membuat Bintang menundukkan kepalanya menatap majalahnya karena dia melihat ternyata sepatu yang diinginkan oleh kedua perempuan itu ialah sepatu yang telah Ia bungkuskan untuk Rosa.


🐾🐾🐾


Begitu sang pelayan tiba menemui pelayan seniornya, maka dia bertanya tentang sepatu yang dimaksud oleh kedua perempuan itu.


Sang pelayan senior yang mendengar itu langsung menatap dua perempuan di depannya dengan raut wajah yang sangat menyesal.


"Kami sangat minta maaf, tetapi baru saja salah seorang pelanggan kami membungkus sepatu itu untuk dibeli. Jadi saat ini stoknya sudah kosong," ucap sang pelayan dengan suara yang begitu berhati-hati karena dia tidak mau menyinggung satupun pelanggan mereka.


Tetapi meskipun pelayan itu sudah berbicara dengan hati-hati, Namun dua perempuan yang mendengar itu langsung berubah wajah dari yang tadinya terlihat begitu senang kini berubah menjadi sangat kesal.


"Sudah di bungkus? Kalau begitu seharusnya ketika kami menanyakannya tadi kalian langsung saja berkata bahwa stoknya sudah tidak ada, malah memberi kami harapan yang akhirnya mengecewakan kami.


"Jadi bagaimana kalian akan bertanggung jawab atas rasa kecewa kami terhadap toko ini yang sudah memperlakukan kami dengan buruk??" Tanya seorang perempuan pada sang pelayan.

__ADS_1


Hal itu langsung membuat pelayan junior yang membawa kedua perempuan itu kini gemetar di tempatnya karena dia begitu takut di hari ketiganya bekerja di situ malah sudah membuat kesalahan.


Tetapi pelayan senior yang ada di sana, dia kemudian berkata, "Maaf sekali Nona tetapi memang ketika kalian baru masuk sepatunya belum dibeli, tetapi baru saja ketika kalian berjalan ke sana pelayan kami mengambil sepatunya karena hendak dibeli oleh perempuan yang duduk di sana," ucap sang pelayan sembari menunjuk ke arah Bintang yang sedang duduk membaca majalah.


Dua perempuan itu kemudian mengikuti arah tunjukkan pelayan itu dan memperhatikan Bintang dengan seksama.


"Sepertinya aku familiar dengan perempuan itu," ucap salah satu perempuan memperhatikan Bintang dengan seksama karena dia merasa bahwa dia pernah melihat Bintang di suatu tempat tetapi dia tidak ingat pernah melihat Bintang di mana.


Perempuan lain yang juga memperhatikan Bintang lalu tiba-tiba saja perempuan itu menggertakan giginya, "perempuan itu yang bekerja di kasir toko yang kemarin dulu kita masuki saat kita kepepet karena dikejar oleh Meisi!!! Kau ingatkan saat itu dia yang membantu kita untuk bersembunyi??" Ucap perempuan yang lain pada perempuan di sebelahnya dengan suara yang begitu yakin.


"Ahh, iya, aku ingat, saat itu kita sedang dikejar-kejar oleh Meisi, dan karena kita kepepet kita akhirnya masuk ke sana dan meminta bantuan padanya, dan dia membantu kita saat itu, tapi kenapa seorang kasir toko kecil berada di sini membeli sepatu mahal?"


Pelayan yang mendengar itu langsung berkata, "dia belum membayarnya, karena sesuai dengan peraturan toko kami, nanti setelah barangnya selesai dibungkus barulah dibayar di kasir. Tapi maaf sekali nona-nona, tadi kalian bilang bahwa dia adalah seorang kasir di sebuah toko kecil?" Tanya sang pelayan.


"Ah iya!! Kami yakin sekali, namanya Bintang dan dia bekerja sebagai kasir di sana." Tegas seorang perempuan yang begitu yakin dengan apa yang ia katakan.


Hal itu membuat semua pelayan merasa sangat aneh, karena tadinya Mereka melihat Bintang datang bersama seorang perempuan dan mereka berdua membawa barang belanjaan yang terlihat berasal dari salah satu brand terkenal yang ada di pusat perbelanjaan itu.


Tetapi perempuan yang lainnya telah pergi terburu-buru dan bahkan meninggalkan belanjaannya.

__ADS_1


"Tapi,, Apakah itu mungkin?" Ucap sang pelayan kembali melihat Bintang.


"Kalau kalian tidak percaya, Coba saja tanyakan namanya, namanya pasti Bintang, karena saat itu dia sendiri yang mengatakannya pada kami bahwa namanya Bintang!!!" Tegas sala seorang perempuan langsung membuat kedua pelayan yang ada di sana saling bertatapan, lalu salah satu dari pelayan itu kemudian berjalan mendekati Bintang.


Sembari pelayan itu mendekati Bintang, maka tiga orang yang ada di sana memperhatikan pelayan itu dengan seksama.


"Halo Nona," kata sang pelayan dengan suara yang begitu sopan langsung membuat Bintang mengangkat wajahnya menatap nelayan itu.


"Apakah pesananku sudah selesai dikemas?" Tanya Bintang sembari meletakkan majalahnya dan dia berdiri untuk segera membayar pesanannya.


Tetapi sang pelayan itu kemudian berkata, "itu, barangnya belum selesai dikemas, tetapi saya ingin menanyakan nama Nona karena nama Nona akan ditulis di bukti pembelian toko kami."


"Ah, begitu, kalau begitu tulis saja di Bintang." Ucap Bintang langsung membuat pelayan itu tertegun di tempatnya bahkan ketiga orang yang sedang memperhatikan mereka juga sangat terkejut karena tidak menyangka bahwa namanya benar-benar Bintang!!


Yang artinya bahwa mereka tidak salah mengenali, dan perempuan itu benar-benar seorang perempuan yang bekerja sebagai kasir di toko kecil.


@info.


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.

__ADS_1


__ADS_2