Bintang Untuk Bintang

Bintang Untuk Bintang
79.


__ADS_3

Setelah pertemuannya dengan Loren, maka Bintang kembali bekerja seperti biasanya, mengerjakan beberapa berkas yang diberikan oleh Wiggle maupun beberapa berkas yang diberikan oleh Hoshi untuk ia kerjakan.


Tetapi, ketika tiba jam makan siang dia melihat Hoshi terburu-buru berdiri memakai jasnya lalu pria itu menghampirinya.


"Aku harus pergi ke suatu tempat, jadi makan siang lah bersama Rossa," ucap Hoshi yang sudah menghubungi adiknya supaya perempuan itu datang menemani Bintang untuk makan siang bersama.


Itu ia lakukan sebab Dia merasa tidak tega jika kekasihnya harus makan siang sendirian tanpa ada yang menemaninya mengobrol.


Sementara Bintang yang mendengar ucapan Hoshi, ia merasa sangat aneh dengan pria itu, tetapi dia belum sempat mengatakan apapun ketika Hoshi dengan cepat menurunkan kepalanya dan mendaratkan sebuah ciuman di bibir Bintang.


Ciuman 1 menit itu kemudian diselesaikan dengan Hoshi yang langsung berkata, "Aku harus pergi sekarang, Jangan lupa untuk makan yang banyak."


Bintang hanya menganggukkan kepalanya lalu dia melihat pria itu kemudian keluar dari ruangan dan tepat saat itu juga, Rossa memasuki ruangan sembari membawa beberapa kotak bekal di tangannya.


Perempuan itu terlihat bahagia sembari menghampiri Bintang.


"Kakak ipar!!! Ayo kita makan siang bersama, ini adalah makanan yang dimasak Ibuku untuk kita." Ucap Rossa langsung diangguki oleh Bintang dan dia merasa hangat atas kebaikan keluarga Hoshi yang memperlakukannya dengan sangat baik.

__ADS_1


Setelah meletakkan makanan di atas meja, Bintang kemudian mengambil satu persatu kotak bekal itu untuk membukanya, sementara Rossa, perempuan itu pergi ke ruangan Wiggel untuk memanggil pria itu agar mereka bertiga bisa makan siang bersama.


Awalnya Wiggle menolak, karena tentunya dia akan mendapat amukan yang besar dari Hoshi bila saja pria itu mengetahui dia sudah lancang masuk ke ruangannya dan makan siang di sana.


Tetapi Rossa tidak memperdulikan penolakan Wiggle dan hanya menarik pria itu sampai akhirnya mereka bertiga telah duduk bersama mengelilingi sebuah meja.


"Kalau kami hanya berdua memakan ini, maka tidak akan bisa menghabiskannya. Tapi Kak Wiggle, aku dengar minggu depan Kak Wiggle akan pergi ke luar negeri untuk perjalanan bisnis?" Tanya Rossa kini menatap Wiggle dengan mata berbinar-binarnya.


Mendengar cara Rossa memanggilnya dengan sebutan Kak Wiggle, maka Wiggle langsung mengerti bahwa perempuan itu menginginkan sesuatu darinya.


Jadi dia mengerutkan keningnya menatap perempuan itu sembari berkata, "itu benar, perjalanan saya selama sebulan untuk memantau 3 perusahaan di luar negeri. Tapi, kenapa Nona tiba-tiba saja membicarakannya?"


"Ah,, tentu saja membutuhkan asisten, itu sebabnya salah satu wakil sekretaris akan menemani saya di sana." Ucap Wiggle langsung membuat Rossa menggelengkan kepalanya.


"Tidak!! Tidak usah mengajak wakil sekretaris, karena kalau Kak Wiggle pergi, maka perusahaan pasti akan kekurangan orang untuk bekerja. Jadi kalau Kak Wiggle mengajak orang lain lagi maka perusahaan akan semakin menderita.


"Jadi bagaimana kalau aku saja yang menemani Kak Wiggle pergi ke luar negeri? Aku janji, aku pasti akan menjadi asisten yang sangat baik dan paling sempurna sebagai asisten yang pernah Kak Wiggle miliki." Ucap Rossa dengan wajah yang begitu meyakinkan.

__ADS_1


Bagaimanapun kau selama ini dia selalu saja ingin pergi ke luar negeri, tetapi karena ayah dan ibunya selalu mengkhawatirkan keselamatannya, maka dia tidak pernah diizinkan pergi kecuali jika ada seseorang yang dipercaya yang pergi bersamanya.


Dan tentu saja jika itu orang itu adalah Wiggle maka orang tuanya pasti akan mengizinkannya.


Tetapi Wiggle, tentu saja pria itu tidak mau mengajak Rossa, sebab selain perempuan itu akan merepotkannya di luar sana karena dia adalah perempuan yang sangat manja, maka dia pun pasti akan dibunuh oleh ayah dan kakak dari perempuan itu kalau dia berani mengajaknya pergi.


Maka akhirnya Wiggle dengan berat hati berkata "Itu,,, Maaf sekali Nona, tetapi saya tidak bis--"


"Kak Wiggle!!" sela Rossa, "Aku hanya perlu mendapatkan persetujuan darimu, Lalu nanti akulah yang akan membicarakannya dengan orang tuaku dan juga Kakakku. Jadi kali ini saja, biarkan Aku ikut ya???" Ucap Rossa yang sudah sangat berharap dia bisa pergi sendirian ke luar negeri tanpa diikuti oleh kedua orang tuanya maupun kakaknya.


Wiggle tampak cemas, "Itu--"


"Pokoknya aku anggap Kak Wiggle setuju, jadi nanti aku akan membicarakannya dengan ayah dan ibuku!!!" Sela Rossa sembari memalingkan wajahnya dari Wiggle sebagai pertanda bahwa tidak ada lagi yang akan mereka bicarakan.


Perempuan itu kemudian menatap Bintang dan mulai membahas topik lain.


@info.

__ADS_1


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.



__ADS_2