Bintang Untuk Bintang

Bintang Untuk Bintang
87.


__ADS_3

Keduanya kemudian terus memasak mie instan sampai 5 menit kemudian mie instan yang mereka buat telah siap disajikan di atas meja makan.


Maka Hoshi dengan cepat mengambil 2 mangkok dan 2 pasang sumpit lalu meletakkannya di atas meja makan.


Tak lupa pula mengambil gelas dan mengisinya dengan air Bintang.


"Terima kasih," ucap Bintang mengambil gelas yang disodorkan oleh Hoshi lalu mereka berdua mulai memasukkan mie ke dalam mangkuk mereka masing-masing.


🐾🐾🐾


Namun, baru saja selesai memasukkan mie ke dalam mangkoknya, lalu dia akan memakannya ketika Bintang merasa mual dan perempuan itu dengan cepat pergi ke kamar mandi untuk memuntahkan seluruh isi perutnya.


Hal itu membuat Hoshi menjadi sangat cemas jadi dia mengejar Bintang dan menenangkan perempuan itu.


Setelah merasa lebih tenang, Bintang kemudian kembali ke meja makan untuk makan tetapi ketika dia melihat makanan di atas meja dia merasa begitu tidak bernafsu jadi dia membuka kulkas dan mendapatkan air dingin lalu meneguknya.


"Haruskah aku memesankan makanan lain untukmu?" Tanya Hoshi yang merasa cemas akan perempuan itu.


Bintang menggelengkan kepalanya lalu dia duduk di depan Hoshi sembari berkata, "kau makanlah, sekarang aku akan mandi dan nanti kita pergi membeli es krim."


"Es krim lagi?" Tanya Hoshi yang merasa aneh dengan perempuan itu, baru saja muntah-muntah dan sekarang ingin makan es krim?


Padahal, tadi di kantor dia sudah menghabiskan begitu banyak es krim Karena setelah Bintang menghabiskan satu kotak es krim besar, perempuan itu kembali menyuruh seorang pengawal untuk membelikannya lagi.


"Hm,, kalau begitu aku pergi mandi dulu," ucap Bintang yang mana wajahnya tampak terlihat tidak bersemangat, Hal itu membuat Hoshi menjadi sangat cemas karena dia takut kalau perempuan itu menjadi sakit.

__ADS_1


Jadi dia buru-buru mandi, dan segera memesan beberapa makanan dan juga es krim yang tadi dimakan oleh Bintang di kantor, agar mereka tidak perlu keluar untuk mencari makanan tersebut karena takutnya Bintang menjadi semakin sakit kalau harus keluar malam-malam.


Ketika perempuan itu selesai mandi dia langsung keluar dari kamar dengan handuk terlilit di kepalanya.


Ia mendapati Hoshi duduk di sofa sembari memainkan ponselnya lalu dia mendekati pria itu.


"Kau sudah mandi?" Tanya perempuan itu langsung membuat Hoshi mengabaikan teleponnya.


Hoshi kemudian menatap Bintang dan tersenyum mendekati perempuan itu, Ia mengulurkan tangannya menarik pinggang perempuan itu ke arahnya lalu menundukkan kepalanya mencium bibir Bintang.


"Aku sudah mandi. sekarang biar ku keringkan rambutmu lalu kita makan dan setelah itu makan es krim," kata Hoshi langsung diangguki Bintang sembari tersenyum karena dia merasa senang sebab pria itu selalu memperlakukannya dengan sangat baik.


Maka mereka pun masuk ke kamar dan mengeringkan rambut Bintang lalu setelah itu keduanya pergi ke meja makan dan Bintang terkejut mendapati banyak sekali makanan di meja makan yang membuatnya kebingungan bagaimana mereka berdua akan menghabiskan semua makanan itu.


Jadi perempuan itu dengan cemas berkata, "Lalu bagaimana kita akan mengurus sisa makanan yang tersisa nanti?"


Hoshi tersenyum dan dia sudah menyiapkan solusi untuk masalah itu karena sebelumnya dia sudah menduga bahwa Bintang pasti akan berkata demikian.


"Nanti kalau ada makanan yang tertinggal kita akan mengirimkannya ke panti asuhan." Ucap Hoshi langsung membuat Bintang tersenyum lalu dia kemudian memilih makanan yang ia makan lalu dengan cepat mengambil kotak dan membungkus makanan yang tak ingin ia makan.


Melihat perempuan itu sangat semangat maka Hoshi membantu perempuan itu sampai mereka selesai mengemas semua makanan lalu kemudian duduk dan makan bersama.


Setelah makan, mereka duduk di depan TV sembari menikmati es krim yang sudah dibeli oleh Hoshi untuk perempuan itu.


"Aku mengingat tentang ucapan dokter di rumah sakit, Bagaimana menurutmu?" Tiba-tiba tanya Hoshi sembari memperhatikan Bintang yang sedang bersandar di bahunya dengan mata perempuan itu tertuju ke arah TV dan sesekali melihat es krimnya.

__ADS_1


"Hm,, Aku ingin yang terbaik untuk ibuku, tapi biaya untuk pergi ke luar negeri itu sangatlah mahal." Ucap Bintang sembari menghembuskan nafasnya.


"Kalau soal biaya, Kau tidak perlu khawatir aku yang akan menanggung semuanya." Ucap Hoshi.


Mendengar hal itu, Bintang kemudian menarik kepalanya yang bersandar di bahu Hoshi lalu perempuan itu menatap Hoshi dengan wajah yang tampak tidak enak.


"Itu,, aku merasa Kalau itu bukan hal yang tepat aku sangat membebanimu dan juga--"


Ucapan Bintang langsung terhenti ketika Hoshi mencium bibir perempuan itu untuk membungkamnya.


Maka Bintang mengeratkan pegangannya pada mangkuk es krim di tangannya sembari membiarkan pria itu melakukan apapun pada bibirnya.


Setelah beberapa menit Hoshi mengakhiri ciuman mereka lalu dia menatap Bintang dengan sedih, "kalau kau setuju untuk menjadi istriku maka ibumu adalah ibuku juga jadi Tentu saja aku harus melakukan yang terbaik untuk ibuku. Kau tahu kan kalau orang menikah itu artinya mereka menjadi satu bukan lagi dua, jadi apa yang kumiliki adalah milikmu dan apa yang milikmu adalah milikku juga bahkan seluruh tubuhku adalah milikmu. Oleh sebab itu kau tidak boleh berpikiran negatif atau mengatakan bahwa kau memanfaatkanku demi kesembuhan ibumu. Karena ibumu adalah ibuku juga," ucap Hoshi dengan suara yang sangat meyakinkan dan tatapan mata pria itu terlihat mengandung kejujuran dan ketegasan.


Hal itu membuat mata Bintang berkaca-kaca dan dia tidak tahan hingga akhirnya menetaskan air matanya dan memerluk Hoshi dengan erat.


Keluarganya sendiri bahkan meninggalkannya ketika kedua orang tuanya dalam keadaan terpuruk tapi sekarang seorang pria asing datang kepadanya dan berkata bahwa segala milik pria itu adalah miliknya juga.


"Hiks,, hiks,,," Bintang menangis dengan sangat keras membuat Hoshi merasakan emosi yang begitu dalam dari tangisan perempuan itu.


Hal itu membuat Hoshi semakin yakin bahwa dia akan membawa ibu Bintang untuk berobat ke luar negeri.


@info.


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.

__ADS_1


__ADS_2