Bintang Untuk Bintang

Bintang Untuk Bintang
56.


__ADS_3

Setelah selesai di rias, Bintang langsung menghampiri Hoshi yang sudah menunggunya lalu kedua orang itu segera keluar dan menaiki mobil untuk meninggalkan salon.


Jenny yang melihat kejadian itu kini ternganga di tempatnya dan tak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat.


Bahkan perempuan itu benar-benar tak percaya melihat Hoshi mengendarai sebuah mobil kelas kerendahan yang selayaknya diberikan pada cleaning service yang bekerja di perusahaan keluarga Bhaltazar.


"Ini aneh,,," ucap perempuan itu langsung merogoh sakunya untuk menghubungi tantenya menanyakan perihal yang baru saja ia lihat di salon.


Jadi, Loren yang sudah selesai bersiap langsung mengambil ponselnya yang berdering lalu mengangkat panggilan dari keponakannya.


"Halo sayang, tumben sekali kau menelpon tantemu, bagaimana kabarmu?" Tanya Loren yang sudah lama tidak bertemu dengan Jenny karena perempuan itu sedang berkuliah di luar negeri.

__ADS_1


"Tante,, Aku baru saja kembali dari luar negeri dan sekarang berada di calon, barusan aku melihat Kak Hoshi keluar dari salon bersama dengan seorang perempuan. Apakah traumanya terhadap perempuan sudah sembuh?" Tanya Jenni yang kini merasa khawatir bila saja Hoshi memarahinya jika Bintang menceritakan kejadian tadi pada pria itu.


"Ahh,, Jadi kau sudah kembali? Kalau begitu kapan-kapan kita makan bersama. Dan soal Hoshi, sepertinya perempuan yang bersamanya pergi ke salon itu adalah calon istrinya. Hari ini kami adalah makan malam bersama untuk berkenalan dengan calon istrinya sepupumu." Ucap Loren dengan hati yang begitu senang karena dia kembali memikirkan putranya yang memiliki sifat seperti suaminya Akhirnya sudah mendapatkan seorang perempuan yang akan ia nikahi.


"Ahh,, kalau begitu Aku mengucapkan selamat untuk keluarga tante. Tapi oh ya, perempuan yang menjadi calon istri kakak sepupu itu, Dia berasal dari keluarga mana?" Tanya Jenny yang merasa penasaran dengan perempuan itu sebab Dia sudah melihat Bagaimana perempuan itu amat kusam.


Jadi sesungguhnya dia benar-benar tak percaya kalau perempuan itu benar-benar bisa bersanding dengan Hoshi yang berasal dari keluarga konglomerat.


"Ah,, tante juga belum tahu apapun, karena malam ini baru akan ditanyakan pelan-pelan. Oh ya, Tante harus menutup panggilannya sekarang karena tante harus mengecek beberapa persiapan lagi. Nanti Tante telepon kamu lagi supaya kita bisa menjadwalkan makan siang kita bersama." Ucap Loren sembari melirik suaminya yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Loren lalu meletakkan ponselnya di meja rias lalu perempuan itu menghampiri suaminya dengan kening yang berkerut.

__ADS_1


"Sayang, Mengapa masih ada sabun di kepalamu?" Kisah Loren menyentuh rambut suaminya dan mendapati bahwa suaminya tidak membilas rambutnya dengan benar.


Jadi perempuan itu langsung mendengus kesal dan kembali menarik Christian ke dalam kamar mandi lalu membantu pria itu membersihkan tubuhnya sampai bersih.


"Kau ini, bagaimana bisa kau mandi seperti ini?" Kesal Loren pada suaminya.


"Bagaimana mungkin aku membersihkan tubuhku sampai bersih ketika aku mendengarmu berteleponan dengan seseorang sambil memanggil sayang. Apakah kau sedang mengujiku?" Tanya Christian dengan kesal meski dia sudah mendengar ucapan terakhir Loren bahwa perempuan itu hanya sedang berbicara dengan keponakannya.


Tetapi Loren yang mendengarkan ucapan suaminya langsung berdecak kesal, "astaga!!! Memangnya kita ini sudah umur berapa sampai harus memikirkan perselingkuhan? Anakmu akan segera menikah, jadi buang pikiran-pikiran burukmu itu!!!" Tegas Loren sembari membasuh tubuh suaminya yang masih dipenuhi sabun.


"Maaf," ucap Christian dengan pasrah sembari mengulurkan tangannya untuk memeluk istrinya, tetapi dengan segera tangannya ditepis oleh Loren.

__ADS_1


"Jangan sentuh-sentuh!! Kau ini sedang basah!!!" Tegas Loren langsung membuat Christian menghela nafas dengan panjang.


Istrinya benar-benar berubah menjadi sangat galak!!!


__ADS_2