
Begitu mobil berhenti di rumah sakit, Hoshi terdiam memegangi setir mobilnya sembari melihat ke arah rumah sakit yang sudah menjadi tempat yang sangat membuatnya ketakutan.
Hal itu terjadi beberapa tahun yang lalu ketika dia tidak sengaja keracunan oleh seorang perempuan asing yang memberinya makanan, ia lalu dia dibawa ke rumah sakit dan hampir saja mati di rumah sakit itu karena seorang suster yang juga salah menyuntiknya.
Hal itulah yang membuat Hoshi menjadi sangat trauma terhadap perempuan, sebab semua orang yang berusaha mencelakainya adalah perempuan.
Dan setelah kembali lagi ke tempat di mana dia hampir mati, maka dia merasa agak ketakutan hingga pria itu tidak keluar dari mobil.
'Kenapa dia belum keluar?' ucap Bintang dalam hati yang merasa bahwa dirinya sudah menunggu beberapa menit, tetapi pria yang berada di dalam mobil masih belum juga keluar.
Jadi dia berjalan ke arah pintu mobil dan membuka pintu itu, lalu dia sangat terkejut ketika dia malah melihat Hoshi gemetar di tempatnya dengan kerigat memenuhi kening pria itu.
Hal itu membuat Bintang sangat terkejut, dia tidak menyangka bahwa ketika dia sudah menunggu pria itu di luar mobil, malah ternyata pria itu tinggal di dalam mobil dengan keadaan yang buruk.
"Apa yang terjadi?" Tanya Bintang kini merasa cemas melihat pria di depannya tampak begitu ketakutan.
__ADS_1
Dia mengulurkan tangannya memegangi wajah Hoshi dan menemukan bahwa seluruh wajah pria itu telah dipenuhi dengan keringat.
Saking banyaknya keringat pria itu membuat pria itu tampak seperti baru saja mencuci muka.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Bintang dengan cemas memperhatikan pria itu.
Tetapi Hoshi tidak menjawab apa pun, bibir pria itu hanya gemetar saja.
"Tenang saja, aku akan memanggil seseorang untuk membantu kita," ucap Bintang yang merasa cemas, dan ia hendak pergi memanggil seorang petugas kesehatan ketika dia terkejut saat tubuhnya malah ditarik ke dalam mobil dan dipeluk dengan erat.
"Jangan pergi,,, jangan,, jangan tinggalkan aku," ucap Hoshi dengan suara gemetar serta tubuh pria itu sangat dingin memeluk Bintang.
Hal itu membuat hati Bintang terasa begitu sakit. Jadi dia kemudian membalas keluhan pria itu dan mengusap punggung Hoshi berusaha memberinya rasa aman.
"Baik-baik saja, semuanya baik-baik saja, Aku di sini bersamamu dan menjagamu," ucap Bintang berusaha menyenangkan pria itu.
__ADS_1
Suara Bintang dan rasa hangat memeluk tubuh Bintang membuat Hoshi dengan cepat memulihkan dirinya sendiri, lalu pria itu kemudian membuka matanya menatap perempuan yang sedari tadi menatapnya.
"Apa kau merasa lebih tenang?" Tanya Bintang sembari mengulurkan tangannya menyeka keringat Hoshi yang sudah membanjiri wajah pria itu.
Dia bisa merasakan kulit pria itu sangat dingin. Padahal dia berkeringat begitu banyak.
Tetapi dia belum bisa mempertanyakan hal itu, dan hanya berpikir bahwa pria itu mungkin memiliki sebuah penyakit yang membuatnya seperti itu.
"Hm,, aku sudah baik-baik saja, Terima kasih tetap berada di sini dan tidak pergi meninggalkanku," ucap Hoshi kemudian kembali memeluk Bintang dengan erat.
Ucapan pria itu sangat membuat hati Bintang bergejolak, seolah-olah dia benar-benar menjadi orang yang sangat penting untuk Hoshi.
"Iya, Aku akan terus berada di sini bersamamu, jadi jangan takut lagi,,," ucap Bintang sempari mengusap-ngucap rambut basah pria itu.
Dia tidak pernah menyangka bahwa pria yang selalu terlihat kuat, dingin dan sangat ditakuti oleh banyak orang itu ternyata pernah juga mengalami ketakutan dan membutuhkan bantuan orang lain.
__ADS_1
Bahkan keadaannya yang sangat lemah tadi membuat Bintang tersadar bahwa sekuat apapun orang pasti memiliki sesuatu yang akan membuatnya menjadi lemah.