
Rossa yang sedang membantu ibunya menyiapkan makan malam langsung bernafas legah ketika semua makan malam telah ditata dengan baik.
"Ahh,,, Akhirnya selesai juga, Pokoknya bu,, karena aku sudah membantu ibu menyiapkan makan malam, maka nanti Ibu harus menemaniku pergi berbelanja. Ya?!!!" Ucap Rossa sembari menatap ibunya dengan wajah menggemaskannya supaya ibunya cepat luluh dengan rayuannya.
Dan sesuai dugaannya, Loren langsung menganggukkan kepalanya dan dengan lembut membelai rambut anak perempuannya.
"Tentu saja, pokoknya ibu akan mengabulkan apapun permintaan Putri Ibu. Jadi sekarang cepatlah naik ke kamarmu dan rias dirimu secantik mungkin karena kita akan menyambut Kakak iparmu." Ucap Loren langsung diangguki oleh Rossa, jadi perempuan itu segera berbalik meninggalkan ruang makan dan berlari ke arah kamarnya.
'Akhirnya,,, akhirnya mulai saat ini segala sesuatu yang kuinginkan akan terpenuhi. Karena aku sudah berhasil untuk menyatukan Bintang dan Kak Hoshi, jadi aku akan mendapat apapun yang ku minta dari ayah dan ibu.' Ucap Rossa dalam hati sembari bersenandung ria memasuki kamarnya, lalu perempuan itu melihat ponselnya yang berkedip-kedip di atas tempat tidur.
__ADS_1
Jadi Rossa segera berjalan ke arah ponsel itu dan mengambil ponselnya.
2 panggilan tak terjawab dan sebuah pesan, Jadi dia langsung membuka pesan itu dan melihat pesan yang dikirim berasal dari seorang temannya.
*Penata rias Kim baru saja melayani seorang perempuan yang sepertinya berpura-pura menjadi tamu VIP di salon langgananmu. Perempuan itu bahkan datang menggunakan pakaian lusuh dan bersikap sangat sombong di depan semua orang, Padahal dia tidak menggunakan ruang VIP, dia hanya menggunakan ruang biasa yang dihuni 8 orang.*
Tetapi dia belum membuka pintu kamar mandi Ketika ponselnya kembali berdering menandakan seseorang sedang menelponnya.
"Hah,, ahhh,,, siapa sih?" Gerutu perempuan itu kembali menghampiri ponselnya dan melihat bahwa perempuan yang tadi mengirim pesan padanya kini kembali menghubunginya.
__ADS_1
Jadi meski merasa kesal perempuan itu tetap mengangkat panggilannya, "ada apa?" Tanya Rossa pada perempuan di seberang telepon.
Perempuan di seberang telepon dengan antusias langsung berkata, "Aku memberitahumu kalau penata rias yang selalu menatamu di salon ke langgananmu itu pasti sekarang sedang menata seorang perempuan yang memakai pakaian lusuh. Orang-orang akan menertawakanmu kalau penata rias pribadimu malah menata seorang yang--"
"Kau menghubungiku hanya untuk mengatakan itu? Kalau kau sudah tahu hal seperti itu akan terjadi maka kau bisa membantunya untuk memberitahu salon itu bukan? Aku sedang sibuk karena kakak iparku akan datang ke rumah ini, jadi aku tidak punya waktu untuk meneladani hal seperti itu. Jadi tolong kali ini kau bantu aku, karena saat ini aku benar-benar sibuk!." Ucap Rossa langsung mematikan panggilan itu lalu dia mendengus kesal terbalik ke arah kamar mandi untuk bersiap-siap.
Kalau dia melakukan kesalahan sedikit saja atau terlambat keluar dari kamar, dia takut kalau nanti kakaknya yang datang akan memarahinya dan malah mencegah ayah dan ibunya untuk memberinya fasilitas.
Tetapi perempuan itu tidak pernah memikirkan bahwa apa yang baru saja ia katakan langsung membuat heboh di salon tempat Bintang dilayani.
__ADS_1