
Satu bulan akhirnya berlalu, dan sebuah acara pernikahan yang mewah digelar di sebuah hotel mewah di ibukota.
Sebenarnya Hoshi tidak terlalu puas karena dia berniat mengadakan pesta pernikahan seperti yang dilakukan oleh ayah dan ibunya dengan membangun sebuah istana.
Tapi sayang sekali, dia tidak bisa melakukan itu sebab dia takut jika dia masih harus menunda-nunda, maka kehamilan Bintang akan semakin membesar dan akan membuat perempuan itu kesulitan di acara pernikahan mereka.
Namun begitu, Hoshi tetap tersenyum bahagia saat melihat perempuan yang datang ke arahnya dalam balutan gaun pengantin yang sangat indah.
Pria itu tersenyum bahagia dengan iringan tepuk tangan dari semua orang yang menantikan janji suci pernikahan kedua mempelai itu.
'Akhirnya, aku akan menikah dengan orang yang kucintai,' ucap Hoshi dan Bintang dalam hati mereka secara bersamaan dengan tatapan mereka yang saling bertemu.
Tak lupa pula senyum terukir di bibir mereka sampai akhirnya Bintang bergenggam tangan dengan Hoshi lalu mereka mengucapkan janji suci pernikahan.
__ADS_1
Perjanjian untuk bersama sampai maut memisahkan.
Plok plok plok....
Semua orang bertepuk tangan ria saat keduanya selesai mengucapkan janji pernikahan lalu kedua orang itu saling berpelukan dan berpandangan sebelum ditutup dengan adegan ciuman yang mesra.
"Selamat sayang," ucap Loren memeluk dan mencium pipi Bintang dan Hoshi diikuti oleh Citra, Christian dan semua keluarga-keluarga yang lain.
Pernikahan yang singkat dan namun meriah itu kemudian berlalu, lalu Hoshi buru-buru membawa istrinya ke kamar pengantin mereka karena perempuan itu harus segera beristirahat dikarenakan kehamilan Bintang yang harus mereka jaga secara ekstra.
Namun, keesokan paginya ketika Bintang terbangun, betapa terkejutnya perempuan itu saat ia mendapati dia sudah berada di sebuah tempat yang begitu asing baginya, bukan lagi kamar pengantin yang ia tempati saat terakhir kali ia memejamkan matanya dalam pelukan suaminya.
Clek!
__ADS_1
Tiba-tiba pintu terbuka memperlihatkan seorang pria yang datang ke arahnya sembari membawa baki berisi makanan untuk mereka berdua.
"Selamat pagi sayang," ucap Hoshi melemparkan senyum ke arah Bintang langsung membuat Bintang bangun dari tidurnya lalu dia mendekat ke arah suaminya yang sedang menata sarapan mereka di atas meja.
"Kita ada di mana?" Tanya Bintang.
"Ini adalah pulau Lorensia, pulau yang dibangun Ayah untuk ibu." Ucap Hoshi langsung membuat Bintang menatap ke arah jendela dan dia benar-benar terpukau atas pemandangan di luar.
Laut yang sangat jernih dan pasir pink yang terlihat begitu romantis, cuaca hari itu pun sangat mendukung hingga langsung membuat Bintang terkesima dan dia merasa sedang berada di surga.
"Berhenti melihat lautnya, karena nanti aku akan mengajakmu untuk jalan-jalan ke sana. Sekarang ayo kita sarapan untuk mengisi tenagamu," ucap Hoshi langsung diangguki oleh Bintang lalu kedua orang itu pun sarapan bersama lalu mereka bersiap-siap untuk jalan-jalan di pantai.
Keduanya mengenakan pakaian serba putih, dan berjalan tanpa alas kaki di atas pasir pink yang terasa begitu lembut menyentuh telapak kaki mereka.
__ADS_1
"Aku tidak pernah bermimpi bahwa bulan madu kita akan seindah ini." Ucap Bintang yang merasa begitu terkagum-kagum dengan pemandangan di sekitarnya dan terlebih pria yang menggenggam tangannya di sampingnya adalah pria kesukaannya.
...TAMAT...