Bintang Untuk Bintang

Bintang Untuk Bintang
92.


__ADS_3

Ketika Hoshi tiba di negaranya, pria itu langsung pergi ke kantor untuk bekerja dan pada siang hari Ibunya datang menemuinya untuk menanyakan kabar besannya.


Perempuan itu sekalian membawa makanan yang akan menjadi makan siang putranya, lalu dia duduk bersama dengan Hoshi sembari Loren menata putranya yang makan dengan lahap.


"Bagaimana keadaan ibumu di luar negeri?" Tanya Loren langsung membuat Hoshi tersenyum lalu dia menatap ibunya dengan mata yang bersemangat.


"Dia sudah siuman, tapi dia belum bisa menggerakkan tubuhnya dan juga masih kesulitan untuk berbicara karena sudah sangat lama mengalami koma, tetapi dokter berkata bahwa terapi akan membuatnya perlahan-lahan kembali normal seperti semula. Kemarin juga, aku berbicara dengannya dan dia mengerti dengan apa yang kukatakan meskipun tidak bisa menjawab." Ucap Hoshi langsung membuat Loren merasa senang.


"Baguslah kalau begitu, aku dan ayahmu berencana untuk mengunjunginya, tapi karena sekarang ini ayahmu sedang sibuk mengurus penelitiannya, maka mungkin kami akan pergi dalam dua minggu lagi." ucap Loren kemudian diangguki oleh Hoshi.


Baru saja Hoshi selesai mengangguk, lalu ponsel yang ia letakkan di meja kerjanya kemudian berdering, jadi pria itu cepat-cepat berdiri untuk mengambil ponselnya karena nomor ponsel pribadinya hanya dimiliki oleh beberapa orang saja termasuk bintang.


Hal itu membuat pria itu bergerak cepat karena takutnya yang menelpon ialah Bintang untuk menanyakan sesuatu.

__ADS_1


Dan seperti dugaannya, ternyata penelponnya memang Bintang, jadi dia segera mengangkat panggilan itu.


"Ya sayang," ucap Hoshi sembari berjalan kembali ke arah meja makan untuk duduk bersama dengan ibunya.


"Setelah melakukan terapi selama 2 jam akhirnya Ibu bisa berbicara dan dia ingin berbicara denganmu, Tapi sekarang ibu masih sementara menjalani beberapa tes lagi untuk memastikan keadaannya." Ucap Bintang dari seberang telepon yang mana nada suara perempuan itu amatlah bahagia.


Hal itu membuat Hoshi juga ikut bahagia karena dia merasa senang sebab Sudah berapa lama dia melihat perempuan itu terus murung setiap kali membicarakan ibunya.


Pertanyaan Hoshi langsung membuat perempuan di seberang telepon baru teringat bahwa karena dia terlalu senang menemani ibunya yang melakukan terapi, maka dia tidak ingat soal dirinya sendiri.


Dia belum makan siang!


Tetapi karena dia tidak ingin membuat cemas Hoshi, maka perempuan itu berkata, "tentu saja Sudah, memangnya ini sudah jam berapa? Bagaimana denganmu, apa kau sudah makan siang?"

__ADS_1


"Iya, Sekarang aku sedang makan siang, Ibu datang membawakan bekal ke kantorku, dan katanya mereka akan berkunjung ke situ dalam dua minggu lagi." Ucap Hoshi langsung membuat Bintang sangat bahagia.


"Baiklah, kalau begitu aku akan memberitahukannya pada ibu. Oya, sampaikan salamku pada ibu dan ayah di situ, dan Kau harus makan yang banyak karena aku tidak mau kau jatuh sakit." Ucap Bintang langsung di iyakan oleh Hoshi lalu mereka akhirnya mengakhiri panggilan telepon itu.


Setelah telepon ditutup, Bintang kemudian langsung pergi ke kantin di rumah sakit dan membeli beberapa makanan, lalu kembali ke ruang tunggu untuk makan di sana.


Saat itu dia merasa begitu sulit untuk menghabiskan makanannya, jadi dia hanya makan beberapa gigit lalu perempuan itu tiba-tiba merasa mual dan kembali muntah di kamar mandi.


"Huekk....!!! Huekk....!!!" Perempuan itu memantahkan seluruh makanan yang ia makan lalu dia duduk di kursi toilet dengan tubuh yang terasa lemas.


"Aku tidak boleh lemah, aku harus bertahan supaya aku bisa menemani Ibu secara terus-menerus." Ucap perempuan itu menguatkan dirinya sendiri agar dia tidak menjadi lemah.


Apalagi saat itu Ibunya sudah sembuh, jadi dia tidak boleh membiarkan ibunya melihat sisinya yang lemah supaya ibunya tidak menjadi sedih.

__ADS_1


__ADS_2