Bintang Untuk Bintang

Bintang Untuk Bintang
81.


__ADS_3

"Kalau Om takut disuntik di rumah sakit, Om bisa makan permen ini, nanti bisa jadi tidak sakit lagi." Ucap gadis kecil itu membuat Hoshi menatap permen berwarna merah yang ada di tangan gadis kecil itu.


Dia tidak bisa mendapat barang dari orang asing, tetapi ketika dia melihat mata ketulusan dari gadis kecil itu dan bagaimana gadis kecil itu sangat menggemaskan, maka tanpa sadar dia mengulurkan tangannya untuk mendapatkan permen itu.


Tetapi, dia belum sampai memegang permen itu ketika seorang perempuan tiba-tiba saja datang menyambar gadis kecil itu dan membawanya pergi.


🐾🐾🐾


Sontak saja gadis kecil yang dibawa pergi oleh ibunya melambaikan tangan padanya, "jangan takut disuntik Om, sakitnya hanya seperti digigit kayak semut kecil, tapi permen yang diberikan oleh dokter sangat enak!!!" Seru gadis kecil itu kembali membuat Hoshi tertegun di tempatnya.


'Benar, sakit yang kurasakan tidak seberapa dengan kebahagiaan yang akan kudapatkan Ketika aku melihat senyum Bintang saat kami bersama-sama menjenguk ibunya yang sedang sakit.' ucap pria itu dalam hati kini merasa lebih baik lalu, dia kemudian melangkahkan kakinya ke dalam rumah sakit dan berjalan-jalan di sana.


Hebatnya, kata-kata gadis kecil yang ia temui itu benar-benar mujarab membuatnya merasa lebih baik, dan setiap kali dia bertemu dengan seorang perempuan, dia tidak merasa takut lagi jadi pria itu merasa sangat bahagia dan keluar dari rumah sakit. .


Ia duduk di dalam mobilnya sembari menahan air matanya agar tidak membanjiri pipinya karena merasa begitu bahagia berhasil mengobati traumanya.


Setelah beberapa lama menenangkan diri di dalam mobil, maka Hoshi kemudian mengendarai mobilnya untuk kembali ke kantor.


Begitu tiba di kantor, pria itu mengerutkan keningnya ketika dia melihat meja Bintang telah kosong tidak ada lagi perempuan itu di sana.

__ADS_1


Hal itu membuatnya sangat panik, jadi pria itu dengan cepat keluar dari ruangan dan menghampiri Wiggle yang sedang bekerja di ruangannya.


"Dimana dia?" Tanya Hoshi dengan panik karena dia takut terjadi sesuatu pada Bintang.


Sebab, perempuan itu tidak pernah meninggalkan ruangan kecuali ada hal yang sangat mendesak.


"Ahh itu, Nona Bintang sedang pergi keluar, katanya dia ingin membeli es krim." Jawab Wiggle.


"Apa?!" Hoshi benar-benar tak percaya bahwa perempuan itu keluar membeli es krim, Padahal dia bisa saja menyuruh seseorang untuk pergi membelinya atau memesannya saja agar diantar ke kantor.


"Itu, saya sudah menawarkan diri untuk menggantikannya pergi, Tetapi dia bilang dia ingin singgah ke suatu tempat jadi,,," Wiggle tidak melanjutkan lagi penjelasannya karena Hoshi yang terlanjur cemas langsung berlari keluar meninggalkannya.


Pria itu sangat panik karena takutnya terjadi sesuatu pada perempuan itu, bahkan lebih takut lagi jika ada pria yang macam-macam terhadapnya.


Hal itu membuat Hoahi menjadi sangat lega, jadi dia dengan cepat memeluk Bintang membuat Bintang kebingungan dengan sikap pria itu.


"Apakah terjadi sesuatu?" Tanya Bintang langsung membuat Hoshi melonggarkan pelukan mereka lalu pria itu menggelengkan kepalanya.


Hoshi mengambil paper bag di tangan Bintang lalu menuntun perempuan itu kembali ke ruangan mereka.

__ADS_1


"Kenapa kau tidak bilang Kalau kau mau es krim? Padahal aku bisa keluar memberikannya untukmu." Ucap Hoshi langsung membuat Bintang menahan tawanya.


"Semua karyawan di toko es krim adalah perempuan, jadi Mana mungkin aku mau membuatmu menderita? Lagi pula, aku akan sangat marah kalau para perempuan itu malah menggodamu karena melihatmu terlalu tampan!!" Tegas Bintang sembari membuka paper bag-nya dan membuka es krim yang ia masukkan ke dalam tempat bekal.


Sementara Hoshi, pria itu juga ikut duduk dan menatap perempuan yang tampak sangat senang melihat tumpukan es krim di depannya.


Ia tak tahan untuk tidak mengulurkan tangannya menyentuh rambut halus Putih.


Bintang kemudian mengambil sesendok es krim itu dan mengarahkannya ke mulut Hoshi agar pria itu melebihi dulu mencicipi es krim yang ia beli.


Maka Hoshi dengan cepat membuka mulutnya dan merasakan es krim rasa coklat itu meleleh di mulutnya.


"Enak bukan??" Ucap Bintang sembari menyendok es krim rasa matcha dan memakannya dengan lahap.


"Apapun yang disukai oleh kekasihku pasti terasa enak," ucap Hoshi sembari tersenyum memperhatikan Bintang yang terus menyuap es krim yang ada di kotakan.


Dia merasa sangat heran karena perempuan itu begitu lahap memakan es krimnya, bahkan tidak ada jeda sampai membuat dirinya sendiri yang melihat itu merasa sangat eneg.


Tetapi dia Tidak berkomentar apapun, dan hanya sesekali tangannya bergerak mendapatkan sedikit es krim dan mencobanya.

__ADS_1


@info.


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.


__ADS_2