
Setelah berbincang-bincang dengan bos pemilik toko, maka Bintang berjalan menghampiri Hoshi untuk mengajak pria itu segera pergi ke rumah sakit.
Tetapi, dia menghentikan langkahnya ketika melihat pria yang selalu saja datang membawakannya bunga dan coklat.
"Maaf," ucap Bintang pada pria itu langsung membuat sang pria menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap Bintang.
"Hm?" Tanya pria itu dengan suara yang berat sembari menatap perempuan cantik di depannya.
"Itu, Saya mau berterima kasih atas bunga dan coklat yang selalu anda berikan pada saya, tapi--"
"Siapa yang berani memberikan kekasihku bunga dan coklat?" Sela Hoshi yang mendengar ucapan Bintang, lalu pria itu berjalan mendekati Bintang.
Dia sangat terkejut ketika melihat pria di depannya ternyata ialah pria yang ia kenal.
"Kaka sepupu?" Ucap pria itu sangat terkejut melihat Hoshi menyebut Bintang sebagai kekasihnya, dan bahkan pria itu merangkul Bintang dengan hangat.
__ADS_1
Dan lebih parahnya lagi, Bintang yang dirangkul oleh Hoshi sama sekali tidak berusaha melepaskan diri dari rangkulan pria itu, terlihat jelas hubungan intim di antara keduanya.
"Hm, ternyata kau, mulai hari ini sebaiknya kau jangan lagi sembarangan memberi bunga dan coklat pada kekasih orang. Aku bisa salah paham dan melakukan sesuatu yang buruk padamu!!!" Tegas Hoshi langsung membuat nyali sang pria menjadi ciut.
"Maafkan aku kakak sepupu, lain kali aku akan menjaga sikapku di depan kakak ipar," ucap pria itu sembari mengepal erat tangannya karena dia tidak menyangka ternyata perempuan yang selama ini ia incar adalah perempuan yang merupakan kekasih sepupunya.
Lebih parahnya lagi, dia tidak akan bisa melawan pria itu. Jadi dia langsung bergegas pergi meninggalkan toko itu dengan patah hati yang melingkupi seluruh tubuhnya.
Bintang yang melihat kepergian pria itu bisa merasakan bagaimana kekecewaan pria itu, tetapi dia juga tidak bisa membantu banyak, sebab Dia tidak mungkin menghibur pria lain sementara kekasihnya baru saja dilanda cemburu.
"Kau harus ingat kalau kau sudah menjadi milikku, tidak boleh ada orang lain yang mengagumimu, apalagi berniat untuk merebutmu dariku!!!" Tegas Hoshi.
"Baik," jawab Bintang sambil tersenyum merasa agak lucu dengan sikap tegas pria di depannya.
Padahal, pria itu sudah melihat bahwa siapapun yang berniat untuk mendekatinya harus berpikir beribu-ribu kali lipat jika orang itu mengetahui bahwa dia sudah menjadi kekasih dari pria pewaris keluarga Bhaltazar.
__ADS_1
"Hei kalian berdua!!" Tiba-tiba suara Bos toko langsung mengejutkan kedua orang itu dan Bintang langsung mendorong Hoshi karena dia merasa malu jika ketahuan berpelukan di tempat umum seperti itu.
Bintang langsung berlari menghampiri Bos pemilik toko dengan Hoshi yang mengejar perempuan itu.
"Ada apa Bos?" Tanya Bintang.
"Kalian bilang kalian ingin pergi ke rumah sakit? Bawalah ini, dan berikan pada perawat yang menjaga ibumu di sana. Katakan pada mereka supaya memperhatikan ibumu dengan baik dan juga kalian berdua harus sering-sering pergi ke rumah sakit untuk memberi semangat pada ibumu, supaya dia cepat sembuh." Ucap Bos pemilik toko langsung dianggap oleh Bintang lalu dia mengambil sekotak minuman yang diberikan perempuan itu.
"Berapa harganya?" Tanya Hoshi yang berada di belakang Bintang langsung membuat Bintang menoleh ke arah pria itu.
Dia baru akan berbicara ketika bosnya malah mendahuluinya.
"Kalian tidak perlu membayarnya, lagi pula aku menganggap itu sebagai hadiah atas hubungan kalian berdua." Ucap bos pemilik toko langsung membuat Bintang tersenyum dan dia mengucapkan ucapan terima kasihnya pada bos pemilik toko.
Hoshi yang tidak pernah menerima barang gratisan merasa sangat aneh, tetapi ketika dia hendak berbicara Bintang sudah menarik tangannya dan membawanya keluar dari toko itu.
__ADS_1
"Kita harus pergi sekarang, karena jika sampainya terlalu malam, jam kunjungan akan habis." Ucap Bintang langsung diangguki Hoshi.