Bintang Untuk Bintang

Bintang Untuk Bintang
74.


__ADS_3

Mereka terus berjalan-jalan di toko itu untuk berbelanja, ketika tiba-tiba saja Rossa mendapat sebuah telepon dari Windy.


"Kau ada di mana?" Tanya Windy dari seberang telepon dengan suara yang agak cemas.


"Kenapa suaramu seperti itu? Sekarang ini aku sedang bersenang-senang di pusat perbelanjaan Karena kakakku memberikan kami kartu sultannya untuk berbelanja." Jawab Rossa dengan suara acuh sembari dia melihat sebuah sepatu yang sangat menarik perhatiannya.


"Astaga, Aku ikut senang karena kau mendapat kartu Sultan dari kakakmu, tapi sekarang kau harus cepat datang ke kampus karena kita ada ujian dadakan di kelas ini, dan kalau nilaimu hancur lagi, aku tidak bisa membayangkan apalagi yang akan dilakukan oleh kakakmu." Ucap Windy dari seberang telepon langsung membuat Rossa terkejut bukan kepalang.


Tentu saja jika nilainya kacau, maka dia tidak akan bisa membuat Bintang menjadi penolongnya, sebab masalah nilai dan masalah menemani Bintang berbelanja adalah dua hal yang sangat berbeda.


"Itu,, berapa menit lagi sebelum kelasnya dimulai?" Tanya Rossa dengan kepanikan mulai melanda dirinya.


"15 menit lagi, jadi cepat datang kemari atau kau tidak akan diijinkan masuk kelas!!!" Tegas Windy dari seberang telepon langsung membuat Rossa menutup telepon itu dan memasukkan ponselnya ke dalam tasnya.


Setelah selesai, dia menatap Bintang sambil berkata, "kakak ipar, aku benar-benar minta maaf, tapi ini urusan yang mendesak dan sepatu ini, tolong belikan untukku."


Setelah berbicara, Rossa tidak lagi menunggu ucapan Bintang tetapi perempuan itu dengan cepat berlari meninggalkan Bintang yang kebingungan di tempatnya.


Perempuan itu menelan air liurnya dan dia merasa sangat kosong karena harus berbelanja sendirian.

__ADS_1


Jadi dia menghembuskan nafasnya lalu melirik sepatu yang dimaksud oleh Rossa.


"Permisi," ucap perempuan itu pada sang pelayan.


"Ya Nona," ucap sang pelayan langsung menghampiri Bintang.


"Itu, Aku ingin sepatu ini," ucap Bintang pada sang pelayan langsung membuat pelayan itu merasa sangat senang karena itu adalah sepatu termahal di toko mereka.


"Baik, tapi hanya tinggal satu ukuran saja, hanya ukuran yang dipajang itu," ucap sang pelayan yang memang toko mereka hanya memiliki satu sepatu. Brand mereka hanya memproduksi beberapa buah saja dan disebar ke beberapa toko mereka.


"Ahhh, kalau begitu aku akan menghubungi adik iparku," ucap Bintang langsung menghubungi Rosa untuk menanyakan ukuran sepatu perempuan itu.


Setelah selesai, Bintang merasa senang karena ukurannya cocok dengan ukuran yang tersedia jadi perempuan itu langsung melihat pelayan dan berkata, "tolong bungkuskan untukku."


Bintang pun mengikuti pelayan itu karena dia tidak ingin membeli apapun lagi dan hanya ingin membayar sepatu itu lalu meninggalkan pusat perbelanjaan.


Sembari menunggu sepatunya selesai dibungkus, Bintang duduk di salah satu sofa yang disediakan di tempat itu dan tertarik melihat majalah yang diletakkan di atas meja.


Jadi dia mengambil majalah itu dan membacanya dengan tenang.

__ADS_1


"Ayo cepat," tiba-tiba suara seorang perempuan yang datang bersama temannya langsung membuat Bintang mengangkat wajahnya menatap kedua orang itu karena dia merasa bahwa suara mereka agar berisik dan mengganggu acara membacanya.


"Permisi," ucap salah seorang pada pelayan yang berjaga.


"Ya, ada yang bisa kami bantu?" Tanya sang pelayan langsung diangguki oleh dua perempuan itu.


"Ini!!!" Perempuan itu mengambil ponselnya dan memperlihatkan sebuah foto sepatu yang mereka cari.


"Aku ingin membeli sepatu ini, Apakah kalian masih memilikinya?" Tanya perempuan itu langsung membuat sang pelayan menganggukkan kepalanya.


"Tentu saja, hanya tingkat tertinggal satu di toko kami . Jadi silakan ikuti saja," itu langsung membuat kedua Perempuan yang datang merasa amat senang, lalu mereka mengikuti sang pelayan untuk melihat sepatu yang mereka maksud.


Ketiga perempuan itu langsung tiba di rak sepatu, tapi pelayan itu tidak menemukan sepatu yang telah dipajang di situ, jadi dia menatap kedua perempuan itu sambil berkata, "silakan tunggu sebentar, saya akan menanyakannya pada rekan kerja saya."


"Ahh, kami akan ikut!!" Ucap perempuan itu segera bersama dengan temannya mengikuti sang pelayan yang berjalan di depan mereka.


Sementara Bintang yang melihat itu, hal itu langsung membuat Bintang menundukkan kepalanya menatap majalahnya karena dia melihat ternyata sepatu yang diinginkan oleh kedua perempuan itu ialah sepatu yang telah Ia bungkuskan untuk Rosa.


'Aku harap hal ini tidak menimbulkan masalah, karena Tentu saja aku tidak akan memberikan sepatu itu untuk mereka, sebab sepatu itu sangat diinginkan oleh Rossa,' ucap Bintang dalam hati sambil mempererat genggaman tangannya pada majalah yang sedang ia baca.

__ADS_1


@info.


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.


__ADS_2