Bintang Untuk Bintang

Bintang Untuk Bintang
41.


__ADS_3

Setelah kembali dari toilet, dia melihat Hoshi makan dengan lahap jadi perempuan itu menahan kegugupannya dan duduk di kursinya lalu lanjut makan bersama dengan Hoshi.


'Kenapa orang ini sangat tenang? Tidak akan dia tahu bahwa apa yang baru saja ia katakan sudah membuat jantungku hampir saja meledak seperti kembang api?' ucap Bintang dalam hati berusaha menahan tangannya agar tidak gemetar memegang sumpit, lalu dia mulai makan seperti biasa seolah di depannya bukanlah orang yang perlu ia khawatirkan.


Setelah beberapa lama, akhirnya Hoshi meletakkan sumpitnya dan wajah pria itu tampak sangat puas setelah menikmati semua makanan yang telah disediakan oleh Bintang.


"Apa yang akan kau buat untuk sarapan besok pagi?" Tanya Hoshi sembari melihat perempuan di depannya yang masih sementara makan.


Bintang langsung mengangkat wajahnya dan dia merasa begitu kagum dengan pria di depannya yang benar-benar merupakan pria tidak tahu malu!!!


Dia yang menumpang makan di rumah orang, tetapi dengan tidak tahunya menanyakan menu sarapan untuk besok pagi.


Sedangkan Bintang sendiri, dia belum menentukan apa yang akan ia masak besok pagi untuk menu sarapan

__ADS_1


Jadi dengan kesal Bintang berkata, "besok kita sarapan roti tawar dengan selai kacang."


"Baiklah, kalau begitu aku akan datang 30 menit lebih awal supaya kita masih punya waktu untuk sarapan. Oya, karena hari ini kita makan malam di rumahmu, Bagaimana kalau besok kita makan malam di rumahku?" Ucap Hoshi langsung membuat perempuan yang ada di depannya tersedak makanannya.


"Uhuk...!! Uhuk...!! Uhuk...!" Mana mungkin dia pergi ke rumah pria itu?


Dia akan digantung oleh Christian Bhaltazar jika orang itu mengetahui dia yang tidak memiliki apa-apa berusaha untuk dekat dengan putranya.


"Aku baik,,," jawab Bintang sembari memukul-mukul dadanya dan mengatur nafasnya yang terasa begitu sesak.


Setelah beberapa saat, Bintang akhirnya merasa baikan, perempuan itu duduk dengan tenang mengolah segala sesuatu yang baru saja ia dengar dari Hoshi.


'Sepertinya Wiggle benar-benar sudah membohongiku dan mempermainkanku, dia bilang Tuan CEO adalah orang yang sangat kaku dan dingin, orang yang tidak pernah berbicara lebih dari beberapa kata.

__ADS_1


'Tapi apa yang kualami hari ini, pria itu benar-benar berbeda sangat berbeda dari apa yang diceritakan oleh Wiggle!!!' gerutu Bintang dalam hati yang merasa bahwa besok ketika dia datang ke kantor dia harus memberi pelajaran pada Wiggle yang telah membohonginya.


"Kalau kau sudah baik-baik saja, maka aku harus pergi sekarang karena ada beberapa urusan yang harus diselesaikan hari ini. Oh ya, kalau nanti barang-barangmu sudah datang kau letakkan saja sembarangan besok baru kubantu untuk menata semuanya." Ucap Hoshi langsung diangguki oleh Bintang lalu perempuan itu dengan semangat mengantar pria itu meninggalkan rumahnya.


Bbbbrrruuummmm....!!!


Suara mobil yang akhirnya meninggalkan gudang itu langsung membuat Bintang merasa legah lalu dia mengunci pintu gerbang dan juga pintu gudang lalu perempuan itu berbaring di sofa dengan perasaan yang begitu lega.


"Ternyata pria itu tidak melamarku, kalau dia melamarku, maka setidaknya pria itu masih beralasan untuk tinggal atau apa, atau membicarakan Apakah aku menerima lamarannya atau tidak.


"Tapi karena dia tidak melakukannya maka aku yakin tadi itu dia hanya bercanda saja. Tapi kenapa Wiggle menceritakan sesuatu yang lain?? Katanya pria itu tidak pernah bercanda dan hanya serius saja jika berbicara atau bertindak. Tapi apa ini???!!!' Bintang merasa sangat kesal dalam hatinya setelah dibohongi oleh Wiggle.


Kalau tahu Hoshi sebenarnya orang yang suka bercanda, maka dia tidak akan setegang itu setiap kali menghadapi Hoshi.

__ADS_1


__ADS_2