
Setelah semua barang-barang yang mereka akan beli telah dikemas, maka Rossa mengambil barang-barang itu dan melihatnya dengan perasaan yang begitu bahagia.
Sementara Bintang, dia dengan tangan tidak rela menarik kartu kredit dari tasnya dan menyerahkannya pada para pelayan.
Para pelayan yang melihat bahwa ternyata yang membayar adalah perempuan yang mereka anggap sebagai pelayan, para pelayan itu langsung menelan air liur mereka dan menggerutuki kebodohan mereka.
Hampir saja mereka kehilangan seorang pelanggan yang ternyata adalah seorang sultan sejati.
"Saya akan menggesek kartu ini," ucap sang pelayan dengan suara yang hati-hati dan tangannya dengan hati-hati memegang kartu sultan yang ada di tangannya.
"Ok," jawab Bintang meski dia sebenarnya merasa tidak rela untuk membeli semua baju-baju itu, tetapi Rossa benar-benar tidak bisa diberitahu, perempuan itu ingin membeli semua yang sudah masuk ke tubuh mereka.
Maka sang pelayan yang memegang kartu kemudian menggesek kartunya dan semua pelayan yang ada di sana tertegun beberapa detik ketika mereka melihat pembayaran telah berhasil.
Yang artinya bahwa kartu Sultan di tangan mereka adalah kartu yang benar-benar asli!!!
"Terima kasih," ucap sang pelayan dengan hati-hati mengembalikan kartu Bintang lalu mereka tercengang melihat kedua perempuan itu meninggalkan toko mereka sembari membawa banyak sekali kantong belanjaan.
"Astaga,, hampir saja tadi kita menyia-nyiakan seorang pelanggan yang begitu dermawan dan ternyata adalah orang yang benar-benar kaya."
__ADS_1
"Hah,, Ini pertama kalinya dalam seumur hidupku aku melihat kartu Sultan itu tidak memiliki limit, jadi apapun yang dibeli pemiliknya hanya tinggal menggeseknya saja."
"Iya, tapi kenapa ya ketika mereka baru datang perempuan itu berpakaian sangat lusuh? Apakah dia sengaja ingin mencobai kita?"
"Ahh iya, kalau begitu lain kali Jika ada yang berpakaian seperti itu datang kemari, sebaiknya kita melayani mereka dengan baik, karena jangan sampai kejadian seperti tadi kembali lagi terulang hingga merugikan toko kita."
Para pelayan terus berbincang-bincang dengan kekaguman mereka terhadap Bintang.
Sementara itu, Rosa yang membawa Bintang, Dia kemudian menarik Bintang ke dalam sebuah toko.
Jika yang tadi ialah tokoh yang dipenuhi dengan pakaian yang mewah, maka saat ini mereka memasuki tokoh yang dipenuhi dengan sepatu-sepatu yang mewah.
Mendengar pertanyaan kakak iparnya, maka Rossa dengan semangat menganggukkan kepalanya, lalu mereka menitipkan barang belanjaan mereka dan mulai melihat-lihat dengan nyaman.
"Aku akan membeli 3 pasang sepatu, karena ke depan ini aku punya 3 acara yang harus kuhadiri." Ucap Rossa kembali membuat Bintang begitu tercengang karena dia tidak menyangka bahwa ternyata satu acara yang akan dihadiri oleh perempuan itu akan menggunakan satu sepatu yang baru.
Jadi Bintang kembali berkata, "itu, tapi kenapa kau harus menggunakan sepatu yang baru untuk setiap acara? Bukankah semua sepatu yang ada di rumahmu masih bagus untuk dipakai lagi?"
Ucapan Bintang langsung membuat Rossa menghentikan langkahnya, lalu dia berbalik menatap Bintang dengan bingung dan berkata, "jangan bilang kakak ipar memakai sepatu yang sama untuk dua acara?"
__ADS_1
"Eh?" Bintang terkejut dengan pertanyaan Rossa, jadi perempuan itu menggaruk belakang telingannya yang tidak gatal sembari berkata, "Bukankah Kalau masih bagus maka harus dipakai lagi? Daripada membuang uang untuk membeli yang baru, maka--"
"Astaga!!!" Rossa ingin sekali menjambak rambutnya sendiri, tapi dia tahu bahwa perawatan untuk rambutnya itu sangat mahal, jadi dia tidak mungkin merusaknya hanya karena merasa emosi mendengar ucapan Bintang.
Jadi perempuan itu berusaha menenangkan emosinya lalu dia kemudian berusaha tersenyum pada Bintang sembari berkata, "kalau aku memakai sepatu yang sama untuk dua acara, maka teman-temanku akan menertawakanku. Mereka akan bilang kalau aku tidak update akan fashion dan mereka tidak akan mau berteman denganku karena mereka akan malu memiliki teman yang tidak memiliki keinginan untuk tampil menarik di depan semua orang."
"Hah?? Tapi, pertemanan seperti itu Bukankah itu pertemanan yang tidak sehat?" Ucap Bintang yang merasa aneh dengan cara berteman Rossa.
Kembali lagi, Rossa menghela nafasnya dan sangat ingin menjamak rambutnya, tetapi tentu saja dia masih terus menahannya dan kemudian dia melanjutkan langkahnya melihat-lihat sepatu.
"Justru pertemanan seperti itu adalah yang terbaik, yang artinya bahwa mereka mengatakan isi hati mereka yang sesungguhnya daripada kalau memiliki teman yang sebenarnya merasa kesal dengan kita tapi mereka menyembunyikannya.
"Lagi pula, aku sangat merasa puas ketika aku memakai sepatu yang baru untuk setiap acara, jadi aku akan menarik semua perhatian dan terlihat seperti perempuan yang paling bahagia di dunia ini." Ucap Rossa hanya membuat Bintang mengangguk-anggukkan kepalanya sembari mengikuti perempuan itu.
Tentu saja dia sadar bahwa dia tidak bisa mengikuti gaya hidup Rossa, karena dia tahu dia tidak punya apapun untuk memiliki gaya hidup seperti itu.
Dan lagi, dia tidak mau menyinggung terlalu banyak tentang kehidupan pribadi perempuan itu, karena bisa saja apa yang ia katakan malah melukai hati Rossa.
@info.
__ADS_1
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.