
"Halo, dengan ruang HRD CB group." Ucap pria itu pada orang di seberang telepon.
"Perempuan yang datang ke tempatmu yang bernama Bintang, Cepat selesaikan kontraknya dan berikan dia kartu tanda pengenal. Lakukan dalam waktu 15 menit atau CEO akan memarahi kalian semua!!!" Terdengar suara asisten CEO dari seberang telepon Di mana pria itu sedang mengepal air tangannya karena baru saja dimarahi oleh Hoshi.
"Aaaa,,, apa?! Jadi perempuan yang datang ke kantor kami ini benar-benar perempuan yang bekerja sebagai asisten CEO?" Tanya pria yang sedang berbicara dengan Wiggle di telepon.
Ucapan pria itu langsung membuat semua orang menatap ke arah pria tersebut, bahkan Bintang juga menatap ke sana karena dia takut bila saja Hoshi kembali marah karena dia pergi terlalu lama.
"Baik,, baik,, kalau begitu kami akan mempercepat pengurusan kontrak dan pembuatan kartu tanda pengenalnya." Kata Sang pria segera menutup teleponnya lalu dia menatap rekannya yang sedang berhadapan dengan Bintang.
__ADS_1
"Cepat buat kontraknya, CEO kita sedang marah karena perempuan ini sudah meninggalkan ruangannya terlalu lama." Kata pria itu kembali mengejutkan semua orang dengan sang pria yang langsung mengedit dokumen kontrak untuk diberikan pada Bintang.
"Mohon berikan kartu identitas Nona agar saya bisa menginput identitas Nona di daftar kontrak." Kata Sang pria langsung membuat Bintang merogo sakunya dan mendapatkan dompetnya untuk mengeluarkan kartu identitasnya yang diperlukan.
Tak tak tak....
Suara jari-jemari sang pria karyawan HRD yang sedang menekan-nekan keyboard langsung memenuhi ruangan itu dengan semua orang yang juga kembali ke pekerjaan mereka meski beberapa di antara mereka sesekali menatap ke arah Bintang.
"Aku dengar kita bahkan membatalkan kerjasama dengan perusahaan xx hanya karena CEO-nya adalah seorang perempuan yang memaksa untuk menangani kontrak bersama kita. Padahal, kontrak itu harus sesekai dipantau oleh CEO kita, jadi dia tidak bisa bekerja sama dengan seorang perempuan. Tapi mengapa sekarang asisten Tuan adalah seorang perempuan?"
__ADS_1
"Iya, ini juga sangat aneh, Padahal selama ini, Perempuan yang datang ke kantor kita hanyalah ibu dan adik dari CEO kita, tapi entah bagaimana bisa perempuan itu akhirnya masuk ke kantor kita dan bahkan meluluhkan hati CEO kita."
Meski orang-orang itu berbisik-bisik, tapi karena di ruangan itu hening maka Bintang yang duduk di kursinya bisa mendengar percakapan semua orang.
Hal itu membuat Bintang semakin gugup karena dia merasa bahwa dirinya yang menjadi bahan gosip adalah sesuatu yang sangat buruk untuk reputasinya.
Jadi dia tertunduk sambil berpikir dalam hati, 'ternyata benar, aku adalah satu-satunya karyawan perempuan di kantor ini. Tapi aku pun juga merasa sangat bingung Mengapa Tuan CEO sama sekali tidak keberatan bersama denganku.
"Dan masalah minggu lalu, aku sama sekali tidak ingat Bagaimana awalnya hingga kami bisa tidur bersama. Tapi tidak mungkin aku yang menyerangnya lebih dulu, dan lebih tidak mungkin lagi jika dia yang menyentuhku lebih dulu.' ucap Bintang dalam hati yang merasa bahwa dia tidak punya jawaban atas ketidak alergihan CEO terhadap dirinya yang adalah seorang perempuan.
__ADS_1
Meski begitu, Bintang tetap diam di tempatnya dan terus menunggu sampai akhirnya kontrak kerjasamanya selesai di print dan dia juga sudah mendapatkan kartu tanda pengenalnya.
Dia bernafas lega saat melihat kontrak yang telah selesai di print diberikan padanya dan juga tanda pengenalnya yang terlihat sangat elegan, sangat sesuai dengan reputasi CB group yang adalah sebuah perusahaan paling besar dan paling terkenal di negara mereka.