
Bintang tetap diam di tempatnya dan terus menunggu sampai akhirnya kontrak kerjasamanya selesai di prin dan dia juga sudah mendapatkan kartu tanda pengenalnya.
Perempuan itu langsung mengambil kontrak dan tanda pengenalnya dan merasa sangat senang melihat kedua benda itu.
"Terima kasih atas bantuannya, kalau begitu saya permisi dulu." Ucap Bintang hendak melangkah pergi ketika pria yang berhadapan dengan Bintang tiba-tiba menghentikannya.
"Tunggu! Saya belum menjelaskan isi kontrak itu, jadi Tolong dibaca dengan seksama di rumah dan kalau besok datang kemari untuk menandatangani kontrak langsung saja tanyakan yang tidak kau pahami." Kata pria itu langsung diangguki oleh Bintang.
"Saya mengerti, Kalau begitu saya harus pergi sekarang." Ucap Bintang langsung berlalu meninggalkan kantor HRD dengan semua orang menatap punggung Bintang yang menjauh dari mereka.
Baru saja perempuan itu menghilang dari pintu lalu semua orang menjadi ribut.
"Wah...!! Aku tidak percaya ini, ternyata akhirnya setelah sekian tahun ada juga seorang perempuan yang bekerja di kantor kita. Dan dia sangat cantik pula tapi sayang sekali kita tidak akan pernah bertemu dengannya karena dia hanya bekerja di samping CEO saja!!!"
"Perempuan itu sangat cantik aku Jadi curiga kalau sebenarnya dia adalah kekasih Tuhan CEO kita dan bukannya perempuan biasa yang bekerja menjadi asisten."
"Ah,, kau benar,, aku juga setuju dengan pendapat itu, lagi pula perempuan tadi sangat cantik dan kalau disandingkan dengan CEO mereka pasti terlihat sangat serasi!!!"
Semua orang di ruangan HRD terus saja bergosip-gosip satu sama lain sementara * yang meninggalkan ruangan itu kembali berada di dalam lift dengan semua orang yang menatap ke arahnya.
__ADS_1
'Astaga,,, karena aku satu-satunya perempuan di kantor ini, maka kemanapun aku pergi Aku selalu menarik perhatian semua orang. Aku jadi merasa seperti seorang artis yang kemana-mana harus berhati-hati karena banyak orang yang tertarik padaku.' ucap Bintang dalam hati sambil menghela nafas karena dia merasa sangat gugup dikerumuni oleh banyak laki-laki.
Ting!
Akhirnya pintu lift berhenti lalu beberapa orang keluar namun beberapa orang juga masuk ke dalam lift itu.
Ting!
Ting!
Ting!
Beberapa kali lift berhenti dan orang keluar masuk lift tersebut hingga akhirnya Bintang bisa bernafas legah ketika dia hanya sendirian menuju lantai paling atas di kantor itu.
Ting!
"Akhirnya kau kembali lagi, kalau kau masih lambat-lambat lagi maka aku akan menelpon pihak HRD dan memijat orang yang menangani kontrakmu!!!" Ucapan langsung berjalan ke belakang Bintang dan mendorong perempuan itu ke ruangan Hoshi.
"Memangnya ada apa kau terburu-buru begini?" Tanya Bintang sembari menoleh ke belakang karena merasa bingung dengan Wiggle yang terlihat begitu cemas.
__ADS_1
"Kau akan tahu kalau kau sudah masuk ke dalam ruangan," kata Wiggle langsung membuat Bintang kebingungan.
Namun perempuan itu tetap membuka pintu ruangan dan menghentikan langkahnya ketika dia melihat pria yang berdiri di jendela kantor tampak begitu menakutkan dengan punggung yang terlihat mencerminkan kemarahan dan kesepian pria itu.
'Astaga!!!' ucap Bintang dalam hati kini merasa gugup karena takut bila dia membuat pria itu menjadi marah.
"Tuan, saya sudah kembali ke rumah dan maaf karena saya pergi terlalu lama. Apakah ada sesuatu yang Tuhan butuhkan?" Tanya* dengan jantung berdegup-degup karena dia paling takut pada orang yang marah-marah padanya.
Namun pria yang melihat keluar jendela, dia merasa sangat lega mendengar suara Bintang Jadi dia langsung terbalik dan berkata, "aku butuh kamu membantuku di sini. Kemarilah."
* Merasa bingung bahwa dia perlu membantu pria itu di dekat jendela tetapi perempuan itu tetap meletakkan dokumen yang ia bawa di atas meja kerjanya lalu dia mendekat ke arah Hoshi.
Begitu semakin dekat dengan risiko mah Bintang hanya bisa menggerututi dirinya sendiri yang sangat terpesona akan ketampanan pria di depannya.
Namun dia tetap menahan diri sambil menjaga jarak 3 langkah dari Hoshi lalu perempuan itu berkata, "bantuan apa yang Tuhan perlukan?"
"Lebih dekatlah kemari biar aku memberitahumu," ucap Hoshi membuat Bintang melangkahkan kakinya mendekati pria itu.
Namun ketika baru sekali melangkah terlihat jelas emosi dan buru-buru melangkah ke arahnya dan mengulurkan tangannya memeluknya.
__ADS_1
Deg!
Deg!