
Setelah ibunya memperlihatkan tanda-tanda bahwa ibunya akan segera sadar, maka Bintang tidak bisa lagi meninggalkan ibunya karena dia berharap ketika ibunya membuka mata, maka orang pertama yang akan dilihat oleh ibunya adalah dirinya.
Oleh sebab itu, setiap malam Bintang terus tidur di rumah sakit dan Hoshi yang bolak-balik dari negara Mereka kemudian menemaninya di rumah sakit.
Pada suatu malam Hoshi yang baru saja kembali dari negaranya kemudian memasuki kamar rumah sakit dan menemukan istrinya sedang tertidur di sofa dengan tubuh yang tidak terselimuti karena sepertinya perempuan itu ketiduran.
Pria itu kemudian mengambil ponsel dari tangan Bintang dan membawa perempuan itu kegendongannya untuk dibaringkan di ranjang khusus untuk mereka yang menunggu pasien.
Setelah membaringkan istrinya, pria itu kemudian membuka pintu yang menyeberangi ruangan tunggu dengan ruangan pasien, lalu Hoshi pergi menemui Ibu mertuanya yang tampak menggerak-gerakan jarinya.
"Ibu," ucap Hoshi memperhatikan perempuan yang terbaring itu dan dia sangat terkejut ketika tiba-tiba saja perempuan itu membuka matanya.
__ADS_1
Maka Hoshi dengan cepat menekan tombol darurat di samping tempat tidur hingga membunyikan alarm di ruang jaga.
"Ibu, apa kau bisa melihatku?" Tanya Hoshi memperhatikan perempuan di atas ranjang dan perempuan itu benar-benar melihatnya.
Tatapannya terlihat bingung dan linglung, dan bibirnya sedikit terbuka seolah-olah hendak berbicara, tetapi sepertinya perempuan itu kesulitan menggerakkan bibirnya.
"Jangan banyak bergerak, dokter akan segera datang," ucap Hoshi dibarengi masuknya beberapa dokter ke dalam ruangan, lalu dia segera mundur dan membiarkan para dokter itu melakukan tugasnya.
Setelah melakukan pemeriksaan dan ternyata Citra bisa memahami apa yang dikatakan oleh para dokter, dan Citra mengikuti semua instruksinya meski perempuan itu masih terlalu sulit untuk berbicara.
"Ini ada lagi kemajuan yang sangat baik, besok kami akan melanjutkan lagi terapinya supaya keadaannya semakin membaik." Ucap sang dokter langsung diangguki oleh Hoshi.
__ADS_1
"Terima kasih atas kerja kerasnya," ucap pria itu kemudian membiarkan para dokter keluar dari ruangan lalu Hoshi kembali menghampiri perempuan yang menatapnya dengan bingung sembari memegang tangan perempuan itu.
"Ibu, Kau pasti bingung karena aku memanggil ibu, dan ibu pasti bertanya-tanya di mana Putri Ibu, Sekarang dia ada di ruangan sebelah sedang tertidur karena kelelahan menjaga ibu. Aku akan segera menyuruhnya kemari ketika ia bangun, tapi saat ini sudah tengah malam, jadi mungkin saja dia akan bangun besok pagi.
"Lalu, aku adalah calon suami Bintang, kami berencana menikah tetapi kami masih menunggu ibu untuk sadar agar bisa menghadiri pernikahan kami. Oya Bu, saat ini kita berada di luar negeri, beberapa minggu yang lalu aku dan Bintang memutuskan untuk memindahkan Ibu kemari karena kami pikir pengobatan di sini jauh lebih baik.
"Dan syukurlah sekarang ibu sudah siuman, Bintang pasti akan sangat senang dengan berita ini." Ucap Hoshi sembari memandang hangat perempuan di atas tempat tidur yang matanya tampak berkaca-kaca.
Maka sepanjang malam, Rossi terus duduk di samping tempat tidur Citra dan menceritakan berbagai hal, mulai dari pertemuannya dengan Bintang dan segala sesuatu yang ia ketahui tentang perempuan itu.
Dia juga mengatakan Sudah berapa lama perempuan itu terbaring di rumah sakit dan apa saja yang telah dilakukan Bintang demi mempertahankan perempuan itu agar terus dirawat oleh dokter.
__ADS_1
@info.
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.