
Setelah menghubungi dokter kandungan, maka beberapa suster datang mendorong sebuah alat untuk melakukan USG.
Para suster kemudian menyambungkannya ke komputer yang ada di ruangan tersebut lalu seorang dokter kandungan datang dengan langkah terburu-buru menghampiri semua orang.
"Tolong periksa cepat," ucap Hoshi yang sudah tidak sabar, dan dia melihat sang dokter kandungan langsung duduk dengan para suster yang langsung menutup tirai lalu pemeriksaan USG pun dilakukan.
Loren berdiri di dalam bilik memperhatikan Bintang yang di USG, tak ketinggalan juga Rosa yang berada di belakang kursi roda Citra memperhatikan perempuan yang terbaring lemas di tempat tidur.
Setelah layar monitor memperlihatkan keadaan rahim Bintang, maka Loren langsung tersenyum karena apa yang ada di monitor itu sama persis dengan apa yang ia lihat ketika dia mengandung Hoshi dan juga Rossa.
"Dia hamil?" Ucap Loren dengan suara yang sangat bahagia langsung diangguki oleh sang dokter.
__ADS_1
"Dia sedang hamil dan kehamilannya sudah berumur 2 bulan," jawab sang dokter langsung membuat semua orang merasa sangat bahagia termasuk Hoshi yang ada di luar bilik yang mendengar ucapan dokter.
Christian sebenarnya ingin memarahi anaknya yang sudah lalai menjaga Bintang yang sedang hamil, tetapi karena rasa bahagianya jauh lebih besar, maka pria itu tidak bisa menahan diri untuk memeluk putranya.
"Selamat, kau akan segera menjadi seorang ayah," ucap Christian yang merasa amat senang dan bahagia untuk putranya.
"Lalu Bagaimana keadaan janinnya?" Suara Citra yang bertanya pada sang dokter langsung membuat dokter sedikit menghela nafas.
"Saya sarankan mulai hari ini dia tidak terlalu kelelahan dan jangan sampai stres, dan harus memperhatikan pola makan. Semua itu sangat penting untuk menjaga keselamatan janin, Jadi tidak boleh disepelekan karena bisa berakibat fatal sampai pada keguguran." Ucap sang dokter langsung diangkuki oleh semua perempuan yang ada di sana sembari mereka melihat layar monitor silih bergantian melihat wajah Bintang yang tidur dengan tenang.
Setelah sang dokter dan para perawat meninggalkan ruangan, maka semua orang berbahagia dan Hoshi mendapat banyak ucapan selamat dari keluarganya.
__ADS_1
"Kalau begitu seharusnya pernikahan kalian segera dipercepat," tiba-tiba ucap Christian yang sudah tidak sabar untuk meresmikan hubungan kedua orang itu dalam sebuah ikatan pernikahan.
Hoshi yang mendengar itu langsung menatap Citra karena Tentu saja dia tidak mau mengambil keputusan sendirian.
"Tuan Bhaltazar benar, karena sekarang mereka akan segera memiliki bayi maka seharusnya pernikahannya lebih dipercepat." Ucap Citra.
Maka semua orang setuju untuk mempercepat pernikahan itu, tetapi Hoshi tidak mau mengesampingkan perasaan Bintang, jadi dia masih akan membicarakannya dengan Bintang saat perempuan itu sudah sadar.
Karena saat itu sudah jam istirahat untuk Citra maka Hoshi segera mengangkat Bintang dan memindahkan perempuan itu ke kamar sebelah serta menjaganya di sana.
Semua orang juga membiarkan Citra beristirahat jadi ruangan itu dalam sekejap menjadi kosong dan semua orang berpindah ke ruangan sebelah sembari bercakap-cakap dengan suara yang pelan supaya tidak mengganggu Bintang yang sedang terbaring di tempat tidur.
__ADS_1
Percakapan mereka tak jauh dari membicarakan tentang rencana pernikahan yang akan digelar, meski mereka belum merencanakan kapan akan dilaksanakan karena masih harus menunggu persetujuan dari Puti, tapi mereka sedang membicarakan yang akan menangani pernikahan itu serta beberapa hal lainnya untuk dipersiapkan.