Bintang Untuk Bintang

Bintang Untuk Bintang
32. Tercengang melihat perempuan


__ADS_3

"Permisi," ucap Bintang pada seorang pria yang bertugas di ruang HRD.


Semua orang pria yang bertugas di ruangan itu langsung menatap ke arah perempuan dengan raut wajah mereka yang tampak sangat aneh dan terkejut melihat seorang perempuan memasuki ruangan mereka.


Lebih tepatnya, mereka terkejut melihat Bintang yang berpakaian kantor dan berada di kantor mereka seperti perempuan yang sedang bekerja di kantor mereka.


Pria yang dibicarai Bintang kemudian berkata, "Maaf, Apakah kau perempuan asli?"


Pertanyaan pria itu langsung membuat Bintang kebingungan karena tidak menyangka bahwa seseorang akan mempertanyakan hal seperti itu padanya.


Perempuan asli?


Memangnya ada yang bukan perempuan asli dengan tampang seperti dirinya?


Jadi Bintang menatap pria itu dengan raut wajah bingung sembari berkata, "Itu,, Apa maksud pertanyaan tuan?"


Pria yang sudah menyadari kesalahannya langsung tersentak kaget lalu dia berkata, "silakan duduk."

__ADS_1


Bintang langsung duduk di kursi yang ada di depan pria itu lalu melihat pria yang tampak menatapnya dengan seksama dan kemudian melihat sekelilingnya di mana semua orang juga masih menatap bingung kayaknya.


Bintang merasa sangat canggung, "Ini,,, saya datang kemari untuk menandatangani kontrak dan juga membuat kartu tanda pengenal." Ucap Bintang langsung membuat semua orang semakin terkejut.


Tentu saja mereka tidak percaya bahwa suatu saat perusahaan mereka akan didatangi oleh seorang perempuan yang Bahkan tak mereka rekrut, lalu perempuan itu berkata ingin menandatangani kontrak dan mendapatkan kartu tanda pengenal???


Jadi pria yang berada di depan Bintang memperbaiki posisi kacamata miliknya sembari berkata, "Apakah saya tidak salah dengar? Kau datang kemari untuk menandatangani kontrak dengan perusahaan kami dan ingin mendapatkan tanda pengenal sebagai karyawan di perusahaan ini?"


Melihat Bagaimana pria di depannya bertanya, maka Bintang langsung mengerti dengan kebingungan pria itu, jadi dia tersenyum kikuk dan sedikit menggaruk lehernya.


"Iya, saya bekerja sebagai asisten CEO." Ucap Bintang masih membuat semua orang berada pada level keterkejutan yang berada pada tingkat yang tak bisa ditolong lagi.


Hal itu membuat Bintang semakin kikuk dan merasa malu melihat semua pria di tempat itu sangat aneh memandangnya.


"Ini,, bisakah anda mempercepat pengerjaannya karena saya harus kembali ke ruangan saya untuk bekerja." Ucap Bintang yang merasa bahwa dia harus buru-buru menyelesaikan urusannya di tempat itu agar dia tidak lagi melihat tatapan aneh yang dilontarkan semua orang padanya.


Tetapi semua orang yang ada di sana tidak ada satupun yang berbicara, mereka hanya terdiam karena masih berada dalam rasa terkejut mereka.

__ADS_1


Hal itu membuat Bintang semakin kebingungan dan tempatnya dan merasa lebih baik dirinya pergi dari tempat itu daripada mendapat tatapan yang aneh dari semua orang.


Namun ketika dia kembali mengingat bahwa dirinya harus memiliki tanda pengenal agar bisa keluar masuk kantor dengan bebas maka perempuan itu hanya bisa diam di tempatnya menunggu sang pria di depannya kembali tersadar dan melayaninya.


Dring....!! Dring....!! Dring....!!


Tiba-tiba suara telepon yang berdering akhirnya membuat semua orang tersadar dan mereka satu persatu berbisik, sementara telepon yang berdering kemudian oleh salah seorang di antara mereka.


"Halo, dengan ruang HRD CB group." Ucap pria itu pada orang di seberang telepon.


"Perempuan yang datang ke tempatmu yang bernama Bintang, Cepat selesaikan kontraknya dan berikan dia kartu tanda pengenal. Lakukan dalam waktu 15 menit atau CEO akan memarahi kalian semua!!!" Terdengar suara asisten CEO dari seberang telepon Di mana pria itu sedang mengepal erat tangannya karena baru saja dimarahi oleh Hoshi.


Pria itu benar-benar marah karena Bintang sudah meninggalkan ruangannya lebih dari 10 menit, padahal hanya pergi menandatangani kontrak dan membuat tanda pengenal.


Tetapi telepon itu, langsung membuat pria yang mengangkat telepon semakin tercengang di tempatnya dengan rasa tak percayanya.


Perempuan yang datang ke kantor mereka benar-benar merupakan salah satu karyawan di kantor mereka.

__ADS_1


Dan yang lebih parahnya bahwa ternyata perempuan itu bekerja bersama CEO mereka yang terkenal tidak menyukai perempuan. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10, tekan like!!!


__ADS_2