Birahi Terlarang Suamiku

Birahi Terlarang Suamiku
95. Mimpi Buruk


__ADS_3

BRAAAAKK


DUARRRRRR


SREEEETTT


AAAAAAAA


Kecelakaan pun tak bisa tak bisa di hindari, mobil Edward tertabrak sebuah truk yang rem nya sudah tak berfungsi dan melaju di jalur yang salah karena rem yang tidak berfungsi.


Di detik terakhir kesadaran Edward, dia menarik kuar mengarah ke kanan untuk melindungi Exie yang duduk di samping nya yaitu sebelah kanan dan Edward memeluk tubuh Exie dengan erat.


Mobil Edward yang terkena hantaman luar biasa dasyat nya itu pun berbalik dan melempar Edward dan Exie keluar dari mobil hingga tergeletak di aspal sedangkan, truk itu berputar di tengah jalan dan akhirnya menutupi jalan dengan asap mengepul.


Exie yang terdampar keluar mobil itu pun membuka mata dan melihat dirinya masih berada dalam pelukan Edward yang tengah menutup mata dengan darah mengalir di beberapa sudut.


"Edward, Ed bangun sayang. " panik Exie mulai keluar dari pelukan Edward yang melemah sambil melihat mata Edward sedikit membuka berwarna merah padam.


"Alhamdulillah kamu selamat, ma-maafkan aku sayang. Kamu istri yang luar biasa. Tetap kuat apapun yang terjadi. " kata Edward sambil tersengal kemudian kembali menutup matanya.

__ADS_1


"Ed, hiks. Jangan begini paduk, kamu jahat Ed. Hiks hiks hiks... Ed." tatap Edward sambil memegang pipi Edward dan mencoba membangunkan kembali sambil matanya turu ke bawah dan alangkah terkejut nya Exie melihat kata menembus punggung Edward hingga ke perut dan mengeluarkan banyak sekali darah.


"Aaaaaaa. Tidaakkkk... Ed Ed Ed bangunnnn, bangunnn Ed. Huaaaaa.... Jangan seperti ini! kamu sudah berjanji tidak mengecewakan aku aku. Hiks Edward... Huaaaa. " tangis Exie pecah melihat kondisi suami nya.


"Toloooong... Tolongg suami ku. " teriak Exie sambil tangan nya bergetar hebat melihat Edward bersimbah darah.


Beberapa saat setelah nya mobil ambulance dan beberapa aparat datang dan membawa mereka berdua beserta sopir truk yang juga tak kalah mengenaskan nya ke rumah sakit.


Exie menangis sepanjang jalan melihat Edward diberikan pertolongan pertama tanpa mencabut kaca lancip yang menembus perut Edward itu.


"Suami saya dok, tolong. " tatap Exie sambil memegang tangan Edward.


Dan selang beberapa saat mereka sampai di rumah sakit yang memang tujuan Edward dan Exie untuk menjemput triplet.


Exie mendorong bangkar rumah sakit dengan air mata yang tak mau berhenti hingga Edward masuk ke dalam ruang operasi dan Exie terduduk di lantai sampai terus menangis.


Ketakutan merasuki dirinya dan kejadian mencekam barusan menghantui dirinya, Exie hanya menangis sepanjang jam tanpa mengabari siapapun karena otak nya kini hanya tertuju pada Edward yang tengah melakukan operasi di ruangan dingin itu.


Rapalan doa doa meratap pada Tuhan Exie panjatkan untuk kesembuhan sang suami yang baru saja menyelesaikan dan telah mengembalikan semua keadaan seperti semula, bahkan restu sudah di kantongi.

__ADS_1


"Sayang, mana janji kamu jika kita akan hidup bahagia. " lirih Exie sambil terduduk di pantai ubin dingin itu..


Hingga beberapa jam berlalu dan ruangan itu di buka, Exie langsung berdiri dan menghadap ke dokter yang baru saja menangani suami nya.


"Bagaimana suami saya, dok? " tanya Exie.


"Maafkan kami bu, kami sudah berusaha sekuat tenaga kami... "


"Stop dok, stop. Jangan lanjutkan jika itu kabar yang buruk karena saya tidak akan percaya. Suami saya pasti akan pulih kan dok? " racau Exie kepada dokter itu.


"Maaf Bu, bapak tidak bisa tertolong dan sudah berpulang."


.


.


.


Happy reading ya semua nya.

__ADS_1


__ADS_2