
"Tapi aku tidak bisa hidup bersamamu! " lanjut Exie pelan berjalan menuju sofa mendekati Edward.
"Apa tidak ada kesempatan sedikit saja?" tanya Edward menatap penuh harap pada Exie.
Rasanya Edward telah kehilangan seluruh tulang nya, dadanya sesak mendengar pernyataan Exie. Hati yang berbunga karena ulah Exie tadi siang seketika hancur begitu juga dengan harapan yang melangit kini terjun payung hingga ke paling samudera.
Exie pun hanya menghela nafas menjawab pertanyaan Edward, karena dia pun tak tau jawaban nya.
"Aku tau kesalahan ku sangat fatal, istirahat lah." kata Edward pada Exie kemudian langsung membaringkan tubuh nya di sofa untuk mengakhiri obrolan malam hari itu.
Exie yang melihat Edward menutup matanya pun berdiri dan menuju ke ranjang untuk menyusul anak- anaknya ke alam mimpi.
"Tidurlah sayang, tak apa tidak bersama asal kau selalu menjadi istri ku. "bathin Edward sambil melirik Exie yang berjalan menuju ranjang.
...******...
Keesokan harinya Edward bangun di sambut oleh kesunyian kamar nya, ketakutan merasuki dirinya akan bayang-bayang Exie meninggalkan nya.
Edward berdiri dan berlari keluar kamar sambil memanggil Exie.
"Ex! " teriak Edward sambil berlari menuju pintu apartemen.
"Ada apa?" jawab Exie yang tiba-tiba muncul dari bawah pantry. Rupanya Exie tengah memasak dan tadi menunduk mengambil panci untuk merebus asparagus.
"Kamu ngapain? anak-anak mana kok sepi? " kata Edward dengan ekspresi lega dengan dada yang masih naik turun berjalan menuju depan pantry tempatnya dulu menunggu Exie memasak makanan mereka.
"Anak-anak bersama mommy ke arisan, daddy ada pertemuan. " jawab Exie sambil melanjutkan aktifitas nya.
"Syukurlah." gumam Edward.
"Kamu mau kemana sampai lari-lari seperti tadi? " tanya Exie pada Edward yang tentu Exie tau jawaban nya.
"Aku mencari mu dan anak-anak. Aku terkejut saat membuka mata kamar sudah kosong. Aku seperti djavu 6 tahun lalu. " jawab Edward jujur dengan nada sedih nya.
"Bukan nya aku sudah bilang, jika aku tidak bisa hidup bersamamu." kata Exie dingin.
"Iya, tapi aku tidak bisa. Aku akan menunggumu sampai kamu bisa hidup dengan ku. Mari kita pindah saja, ke manapun kamu mau aku akan ikut, tempat ini membawa kenangan buruk yang akan membuatmu tidak bisa hidup dengan ku. " jawab Edward sambil menatap intens.
__ADS_1
"Kamu yakin? " jawab Exie.
"Iya sangat yakin asal kamu memberiku kesempatan sekali saja untuk bisa menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab. " kata Edward berusaha membujuk Exie.
"Aku akan fikirkan ulang. " jawab Exie sambil membawa dia piring di tangan nya yang sudah di tata rapi untuk sarapan sekaligus makan malam mereka.
"katakan jika kamu ingin aku melakukan apapun, agar kamu memberiku kesempatan. " jawab Edward.
"Iya, makanlah. " jawab Exie kemudian duduk dan makan bersama.
Mereka makan dengan tenang seperti suasana hati Edward yang sedikit tenang karena jawaban Exie. Hatinya sedikit memiliki pengharapan untuk kelanjutan rumah tangganya.
Edward sangat menikmati masakan Exie setelah enam tahun kehilangan rasa ini, Edward sangat merindukan masakan Exie sampai mengunyah dengan menutup mata.
Exie yang melihat tingkah Edward tersenyum dan berpura-pura tidak melihat.
"Sangat nikmat, sama seperti enam tahun lalu. " gumam Edward sambil mengunyah daging lumer itu.
"Apa? " tanya Exie yang sebenarnya mendengar ucapan Edward.
"Okey," jawab Exie singkat walaupun sangat penasaran dan ingin bertanya apakah hanya berdua, tapi Exie tidak ingin Edward besar kepala sehingga menghapus jauh-jauh rasa kepo nya.
Mereka pun mengakhiri makan dan Edward ke atas untuk mandi dan beberes, karena sebelum nanti sore. bertemu kolega Edward harus ke perusahaan untuk mengatur ulang perusahaan setelah kepergian Alex.
Exie memilih mencuci piring dan peralatan dapur yang baru saja gunakan nya, setelah itu masuk ke kamar dan duduk di ujung sofa favorit nya dulu untuk mengecek beberapa urusan nya.
Karena klan mafia sudah diserah kan pada Alika dan sudah serah terima resmi, Exie hanya sesekali memantau sebelum benar-benar melepas Alika sambil memantau perusahaan nya di Milan.
Perusahaan nya memang tidak sebesar milik Edward tapi hampir bekerja sama dengan perusahaan Edward itu artinya cukup berpengaruh hingga Edward mau bekerja sama dengan nya.
Exie mengambil ipad nya dan mulai mendesign setelah selesai mengecek beberapa urusan perusahaan dan juga Alika.
"Aku berangkat. " kata Edward di depan Exie.
"Hah, kamu sudah siap? " tanya Exie heran yang tiba-tiba Edward sudah rapi dengan setelan jas nya tanpa ada suara sebelum nya.
"Kamu yang selalu fokus saat mendesign Ex, aku dari tadi siap-siap di sini. " jawab Edward sambil tersenyum dan mengusap puncak kepala Exie karena gemas.
__ADS_1
"Aku berangkat, Semangat sayang. " kata Edward sambil tersenyum dan kemudian pergi keluar dari kamar.
Exie yang mendapat perlakuan manis itupun diam seribu bahasa karena aneh dengan perilaku yang tidak biasa. Hingga Exie dikejutkan dengan suara ponsel nya yang berbunyi.
"Hallo mom. " jawab Exie.
"Hallo Ayma, Hallo Ex. " jawab Felis dan ketiga anak kanguru itu bersamaan.
"Hahaha, ada apa mom. Apa anak-anak kanguru sudah merindukan induk nya? " tanya Exie sambil terkekeh menjawab salam dari anak-anak nya.
"Ayma, kita nanti gak pulang ya. Kita mau jalan-jalan dengan oma dan opa." jawab Ernish.
"Kemana mom? " tanya Exie pada Felis tanpa menjawab pertanyaan Ernish.
"Daddy tiba-tiba menelpon akan ke Washington sebentar, perjalanan nya kan 5 jam, jadi mom berniat menginap semalam di Mansion kita sayang, sudah enam tahun mom tidak pulang ke Mansion. " jawab Exie.
"Apa kalian yakin akan ke Washington? kalau yakin kalian tidak boleh rewel dan merepotkan oma opa, karena Washington jauh sekali. " kata Exie pada ketiga anak kanguru itu.
"Iya oma, kami ingin naik pesawat pribadi daddy. Kami akan jadi anak penurut dan baik bersama oma dan opa. " jawab Ernest mewakili adik-adiknya.
"Baiklah, Berhati-hatilah. Mom titip mereka ya." jawab Exie pada anak-anak nya dan juga pada Felis.
"Wah terimakasih sayang, mom senang sekali bisa ke Washington bersama cucu-cucu kesayangan ini. " jawab Felis sambil menciumi pipi anak kanguru itu karena gemas.
Setelah itu Felis menutup panggilan nya dan bersiap menuju bandara untuk terbang ke Washington.
"Berbahagialah kalian mulai dari sekarang anak-anak ayma yang pintar, nikmati dan lakukan semua yang kamu inginkan, ada daddy yang selalu akan menjaga dan memastikan keinginan kalian. Ayma akan berusaha sembuh dari ketakutan ayma. Tunggulah sebentar Ed. "
.
.
.
.
Happy reading semuanya ☺
__ADS_1