Birahi Terlarang Suamiku

Birahi Terlarang Suamiku
96. Gelap dan dingin.


__ADS_3

"Maaf Bu, bapak sudah berpulang."


"Tidak, Tidak dok... Ti-tidak. " racau Exie sebelum akhirnya matanya berat dan gelam menyelimuti.


Tenaga Exie hilang dan Exie terjatuh di dingin nya ubin malam itu.


Dokter langsung membawa Exie dan ke dalam UGD untuk segera mendapatkan penanganan pasca kecelakaan dan juga shock yang di hadapi nya.


Tidak lama Felis yang mendapat kabar dari rumah sakit yang sama pun segera turun menuju UGD untuk menemui menantu nya dan juga menuju ruang jenazah untuk mengurus jenazah Edward.


Felis yang berlari sekencang dan sebisa nya itu langsung memeluk Exie yang hanya diam memandang ke atap dengan derai air mata yang tiada henti nya.


"Aku kehilangan dunia ku sekali lagi mom, ditempat yang sama dan penyebab yang sama. Hiks. Exie ingin ikut papa dan Edward saja mom. Hiks hiks hiks. "racau Exie sambil terus menjambak rambut nya sendiri.


" Sabar sayang, tenang sayang, ada mommy di sini. Kamu masih memiliki ketiga buah hati yang harus di jaga. Edward pasti ingin kamu kuat. " jawab Felis sambil memegang tangan menantu nya itu dan memeluk erat dengan air mata yang tak berhenti.


"Mom... kenapa Tuhan tidak membiarkan aku bahagia sedikit pun. Huaaaa. Ed mana janji kamu! kamu ingkar janji. " teriak Exie terus meratap karena kehilangan laki-laki yang dia sayangi lagi.


Di UGD ini dia telah kehilangan ayah nya tujuh tahun lalu, dan sekarang harus kehilangan suami yang sangat dia sayangi untuk selamanya.

__ADS_1


"Ex, ingin ikut mereka mom. " racau Exie.


Felis hanya terus memeluk menantu nya itu, Felis tau jika Exie masih sangat mencintai anak nya.


Kehangatan pelukan Felis tidak mampu menenangkan Exie pada malam ini, malam yang gelap dan dingin bagi Exie, sangat sangat gelap hingga Exie tidak berharap mentari besok akan ada lagi.


Malam yang sangat dingin, hingga Exie menggigil kedinginan dan Exie tak mau merasakan panas lagi. Dingin nya malam ini tidak akan pernah Exie lupakan.


Hati yang mulai membaik itu kini hancur berkeping-keping lagi, dan Exie tidak memiliki pengharapan lagi. Malam ini, semua harapan nya di renggas oleh kenyataan.


Malam ini, seluruh angan-angan nya hilang berganti kan awan mendung yang tidak tahu di mana ujung matahari nya.


Felis terus memeluk tubuh bergetar menantu nya yang baru sadar itu, hingga tiba-tiba Erza masuk ke dalam. ruang UGD itu dan memeluk kedua wanita itu.


"Aku pasti bisa, jangan lemah anakku. Ada tiga jagoan yang harus kamu jaga. Edward akan sedih melihat mu begini. " kata Erza sambil mengusap rambut menantu satu-satunya itu.


"Edward dad, hiks hiks hiks... Dia jahat pada Exie. Kapan dia akan membuat Exie bahagia dad. Hiks hiks hiks. " racau Exie yang kemudian kehilangan kesadaran nya kembali.


"Dok... dok.... tolong. " teriak Erza memanggil dokter jaga karena menantu nya kembali tak sadarkan diri.

__ADS_1


Dokter pun memeriksa Exie dan mereka berdua keluar dari ruang UGD itu untuk menuju ke ruang jenazah melihat jenazah putra mereka satu-satunya.


Tubuh Erza dan Felis bergetar membuka kain putih penutup jenazah itu. Kesedihan kehilangan buah hati mereka begitu tak tertahankan.


Sekuat tenaga menahan, nyatanya ambrol sudah bendungan air mata nya melihat tubuh membiru penuh lebam dan luka-luka pecahan kaca di sepanjang tubuh nya.


"Edward, bangun nak. "


.


.


.


.


Happy reading semuanya


Mak othor ikutan nangis 🥺😭

__ADS_1


__ADS_2