
"Kamu gila! aku bahkan tidak mengenal mu! " teriak Edward.
"MAMAKU MEMBENCI KU DAN MEMBUANG KU KARENA KAMU! " teriak Alex pada Edward.
"Kau gila, aku tidak mengenal mama mu! " kata Edward aneh dengan apa yang di ucapkan Alex karena Edward tidak merasa mengenal Alex saat kecil.
"Mama ku adalah Rosemary, dan papa ku adalah Mario. apa kamu mengenal nya! " kata Alex dengan tatapan yang tajam dan merah.
"Hah!! tidak mungkin. Jadi kamu anak wanita itu dengan selingkuhan supir nya itu? " kata Edward terkejut dengan kenyataan yang di dengar nya.
Sedangkan Exie hanya mendengarkan perdebatan dua orang di depan nya itu sambil menatap Edward semau nya sebelum dirinya mati atau entahlah. Exie tidak yakin dirinya, Edward dan anak-anak nya akan selamat.
"Dia tak pernah menyayangi ku dan selalu memikirkan mu dan mengikuti mu. Aku membenci mu karena mengambil mama ku! Dia membuang ku ke panti asuhan saat papaku meninggal." teriak Alex meluapkan emosi nya.
"Itu urusan mu dengan wanita itu, bukan dengan aku! " jawab Edward.
"Kau mengambil dunia ku, mengambil wanita berharga yang paling aku sayangi, dan aku akan mengambil wanita yang sangat kamu sayangi! " kata Alex sambil berdiri dan mendekat i Exie.
"Bedebah, Brengsek, Bajingan!!!! jangan sentuh istri ku! " teriak Edward sambil berontak dari kursi besi yang tidak mungkin bergerak sedikit pun itu.
Alex tak mendengarkan dan terus berjalan pelan mendekati Exie dan tengah ketakutan melihat tatapan Alex yang seakan ingin membunuh nya.
"BUNUH AKU!!! BUNUH!!! DAN LEPASKAN ISTRI KU! " teriak Edward sambil terus bergerak di kursi nya hingga pergelangan tangan nya berdarah karena berontak pada kursi besi dan ikatan tambang yang sangat kuat.
"Jadi yang kamu lakukan lima tahun lalu di Sisilia bukan perintah Edward? tapi kamu sendiri yang ingin membunuh aku dan bayi yang ada di perut ku? " kata Exie mengulur waktu karena tak tega melihat Edward berontak hingga berdarah dengan mata berkaca-kaca tersirat takut dan juga amarah.
"Hahaha, kau benar cantik. Sebenarnya aku ingin menghadiahi dia mayat wanita yang tengah hamil besar yang dia cari ke seluruh penjuru dunia. " kata Alex sambil tertawa puas.
"Kau biadab lex, Edward sangat percaya pada mu! " kata Exie yang juga geram dan emosi.
"Hahaha, ah punya kakak beda ayah seperti dia membuat ku muak. Aku menginginkan semua yang dia miliki! " jawab Alex sambil membelai pipi Exie yang langsung memalingkan wajah.
"BAJINGAN!!! AKU AKAN MEMOTONG TANGAN MU! " teriak Edward murka karena melihat Alex menyentuh pipi istri nya.
"Kemana daddy? dadd segera kan datang sebelum semua terlambat! Rafa. Jangan-jangan Rafa! " batin Edward memohon sambil teringat sesuatu.
__ADS_1
"Potong jika kamu bisa kakak ku tersayang! " jawab Alex sambil membenarkan rambut Exie ke belakang.
"Berarti, Rafa adalah anak mu! " pekik Edward.
"Wah, kau cerdas sekali! Hahaha bagaimana anak yang selama ini memiliki nama Robison itu adalah benih ku bukan benih mu! " kata Alex pada Edward.
"Syukurlahhhh.. Lega nya hatiku. Tidak akan ada penghalang aku dan Exie." batin Edward sangat bersyukur dengan kenyataan yang dia terima itu.
"Kurang ajar, kamu membodohi ku selama ini! " kata Edward.
"Sebenarnya aku hanya ingin memiliki apa yang kamu miliki, aku juga tidak menyangka Bella hamil anak ku dan aku ingin memanfaatkan anak itu. " kata Alex.
"Kau bukan manusia! " kata Edward pura-pura kesal pada Alex untuk mengukur waktu.
"Awalnya aku senang bisa menggagahi wanita yang kamu sayangi, memuaskan n a f s u wanita b i n a l mu itu, karena kamu hanya mampu sekali pelepasan dan Bella selalu kurang. " kata Alex mendekati Edward dan menjauhi Exie.
Edward bernafas lega dan melirik Exie yang juga bernafas lega sambil memberikan sedikit senyum pada Exie.
"Ternyata yang kamu cintai adalah dia, bukan Bella. Kamu tidak ber n a f s u pada dia dan tidak lagi menyetubuhi Bella. Itu membuat ku kecewa dan ingin menyetubuhi istri mu ini. " jawab Alex kemudian berbalik dan mendekat Exie.
"Berani kau sentuh, aku akan MENCABIK-CABIK mu sampai mati Lex! " kata Edward dengan penuh emosi dan penekanan yang luar biasa.
Alex tersenyum meremehkan melihat ekspresi marah Edward.
"Ed." panggil Exie dengan suara parau karena takut dan merasa tak punya harapan lagi.
"Aku akan menyelamatkan mu, jangan takut! " jawab Edward lembut sambil menatap Exie dalam.
"Masuk! " teriak Alex.
Dan suara pintu terbuka kemudian masuk sepuluh laki-laki berbadan tegap dan besar, juga lima wanita dengan menggunakan lingerie konstum hero kucing hitam dengan gunung yang ter ekspos dan bagian bawah yang terlihat sempurna.
Dua wanita mendorong troli meja yang berisi alat-alat rumbai seperti di film fifty shade of the grey. Alat-alat penyiksaan untuk s e x extreme yaitu sadisme s e ksual. Pengidap penyakit itu umumnya bisa puas setelah melakukan penyiksaan pada orang yang di s e t u b u h i.
"BRENGSEK!!! MAU APA KAU LEX! " teriak Edward sambil berontak tak karuan lagi.
__ADS_1
Edward mulai takut, karena orang-orang nya tak kunjung datang. Matanya memerah berkaca-kaca menatap Exie sambil berontak.
"Aku ingin menikmati rasa nya istri mu ini, aku sudah tak sabar m e r e m a s benda sintal itu. " kata Alex pelan dan memberi isyarat pada mereka.
Para laki-laki itu berjejer lima di kanan ranjang tanpa melakukan apapun dan lima di kiri.
"Kalian akan bergilir setelah aku menikmati wanita cantik dan sexy ini! " kata Alex pada laki-laki itu.
"BAJINGAN!!! BUNUH AKU SEKARANG JUGA! " teriak Exie dengan amarah dan ketakutan. Exie sangat takut dan tidak akan pernah rela tubuh nya di jamah laki-laki brengsek itu.
Alex tidak menjawab dan memberi isyarat wanita-wanita tadi.
"KAU IBLIS BEDEBAH! " teriak Exie lagi saat dua wanita itu membuka mulut nya dan memasukkan seperti bola pingpong kemudian menarik rantai nya di ikat di belakang kepala, salah satu wanita lainnya mengikat rambut Exie tinggi hingga terekspos leher jenjang nya.
Exie terus berontak tapi tidak bisa berbicara karena mulut nya di tutup dengan bola pingpong berantai itu sambil melihat Edward yang terus berontak dengan air mata mengalir.
Exie yang melihat Edward berdarah- darah tangan nya, mata merah sambil menangis, dan muka merah membuat Exie juga menangis.
Hati Edward hancur melihat Exie diperlakukan seperti itu. Edward terus memaki dan mengancam Alex sambil mengeluarkan air mata nya.
"AKU BERSUMPAH AKAN MEMBUNUH MU! "
.
.
.
.
.
Happy reading semuanya.
Deg-deg an othor nya.
__ADS_1
komen dong kalian mau othor update berapa bab hari ini?