
"Ed! " teriak Exie.
"Ah maaf iya! " jawab Edward.
"AKU HARAP KAMU MATI DI DALAM! "pekik Exie pada Edward karena disaat genting seperti ini, Edward justru asik melamun.
"Aku harap kalian selamat, jika ada yang harus mati biar aku saja yang mati! " jawab Edward sambil mengambil dua pistol yang disodorkan Exie.
Deg
Jantung Exie terasa sakit mendengar ucapan Edward. Exie tidak pernah bermaksud mendoakan Edward mati di dalam sana, hanya kesal saja karena Edward melamun di saat seperti ini.
"Ya Tuhan, aku tarik kata-kataku. Selamat kan kami semua dari bahaya ini. Selamat kan Edward dan anak-anak ku! " batin Exie sambil membelokan mobil nya menuju sebuah Mansion besar di tengah hutan itu.
"JANGAN JAUH DARIMU! " perintah Exie dengan aura membunuh dan suara penuh penekanan. Exie sangat khawatir karena Edward belum sehat pasca operasi nya.
Exie kemudian menginjak pedal gas nya dan menabrak penjaga yang menghadang serta pagar itu.
Brakkkkkk
Cittttttttt
Exie berhasil menerobos masuk, dan di halaman mansion itu penuh dengan orang yang sudah siap menyambut mereka. Exie kemudian memencet alat komunikasi nya dengan anak buah nya.
"Depan full, segera masuk lewat belakang! " titah Exie.
Anak buah nya yang sudah sampai ada yang masuk beberapa mobil lewat pintu depan dan sebagian menyerang lewat belakang sehingga seisi mansion terkepung.
"Mode anti peluru! tabrak dengan mobil hingga berkurang!" titah Exie dengan tegas dan fokus. Edward memandangi Exie di tengah ketegangan yang terjadi.
"Apa ini sosok istri lemah aku dulu? Kenapa dia berada di dunia hitam yang penuh bahaya seperti ini? " batin Edward. Edward yang di perjalanan tidak diberi tahu selain harus diam pun mengikuti.
Tapi setelah dia tahu jika yang di hadapi Exie klan naga hitam, Edward harus turun tangan juga.
"KLAN NAGA HITAM. KERAHKAN SELURUH ORANG KITA. DUA SANDERA ANAK BERUSIA 2 TAHUN HARUS KELUAR DENGAN SELAMAT! " kata Edward di ponsel nya setelah dia sudah mengetahui situasi nya.
Exie kemudian menoleh melihat Edward teriak pada ponsel nya dan menyebutkan Klan naga yaitu klan Domax.
"Dari mana kau tau klan Naga hitam? " tanya Exie.
__ADS_1
"Apakah ada pengusaha di Italia ini yang tidak terjun ke dunia bawah tanah untuk melindungi perusahaan nya? Terang-terang an atau diam-diam! " jawab Edward santai sambil memainkan ponsel nya.
"Kau? " tanya Exie.
"Bertahan sampai pasukan ku menambah pasukan klan Singa! " jawab Edward.
"Kau tau? " tanya Exie pada Edward yang diam-diam mengamati sekitar sama seperti nya untuk menentukan strategi yang tepat.
"Yah, klan singa yang terkenal dengan queen cantik sebagai pimpinan nya, yang di kejar oleh para pimpinan klan? " kata Edward sambil memasang airphone di telinga nya untuk berkomunikasi dengan anak buah nya.
"Kau mempermainkan ku! " pekik Exie kesal.
"Enggak, aku mengetahui saat mereka memanggilmu queen. Maaf aku terkejut dan melamun. Ternyata Sisilia tempat mu bersembunyi dengan aliansi yang besar, sehingga sangat sulit menemukan mu! " kata Edward pelan sambil menatap Exie.
"Aku tau, Kesehatan ku tidak bagus. Tapi aku akan berusaha menyelamatkan anak kita. Walau nyawa taruhan nya! " kata Edward dengan tatapan serius.
Mobil Exie berhenti di dekat pintu masuk mansion, setelah melindes beberapa orang yang menghalangi dan beberapa peluru mencoba menembak kaca dan ban mobil Exie agar berhenti. Hasil mobil itu menggila dan menewaskan banyak anak buah Domax.
"AKU AKAN MENJEMPUT MU MAX! " desis Exie yang mulai fokus menatap pintu mansions. Anak buah nya sudah keluar mobil dan baku tembak dengan para anak buah Domax.
Dari arah depan datang puluhan mobil klan Macan Kumbang dengan kecepatan tinggi menerjang pintu mansion dan terbuka. Kemudian mereka turun satu persatu memasuki mansion Max.
Edward hanya mengangguk dan memberi isyarat untuk turun. Edward pun tun dan diikuti Exie turun dari mobil nya dan mulai mengendap masuk sambil sesekali menembak penjaga yang terlihat dan akan menembak nya.
Exie dan Edward terus meringsek masuk ke dalam Mansion. Anak buah mereka sudah ada yang di lantai atas dan baku hantam dan tembak dengan penjaga Max.
Edward menarik tangan Exie dan bersembunyi di antara puing puing. ternyata di ujung sana Ada Max yang siap dengan pistol laras panjang dan pistol kecil di kedua tangan nya bersembunyi di puing seberang.
"AWALNYA AKU AKAN MENAWARIMU KESEPAKATAN YANG MENGUNTUNGKAN, TERNYATA KAU MENYERANG DAN MEMBUNUH ANAK BUAH KU QUEEN! " teriak Max di ujung tiang sambil menembang tiang itu hingga terdengar dentuman yang keras dan getaran nya sampai di Exie dan Edward yang sangat dekan karena bersembunyi di satu tiang.
"Aku lari ke tiang itu! " bisik Edward di telinga Exie.
"Kamu akan mati jika lari sekarang, badan mu besar seperti gorila akan mudah tertembak. Tetap disini dan aku yang akan ke sana! " kata Exie.
"Enggak itu berbahaya! " kata Edward.
"Sudah biasa! Max tidak akan mudah membunuh aku. Dia menginginkan tubuh ku! " jawab Exie pelan sambil melepaskan jaket nya dan menyisakan yang top dan celana ketat nya.
"Apa yang kamu lakukan, Ex! " panik Edward melihat Exie melepas jaket nya dan menampilkan pundak mulus dan tulang belikat yang terlihat s e x y.
__ADS_1
"Jaket ini membatasi pergerakan ku, akan lebih aman jika Aku lepas! " bisik Exie.
"QUEEN, KAU MENANTANG KU! KAU TIDAK MAU KELUAR! " teriak Domax lagi.
Kemudian detik berikut nya Exie keluar dari balik puing beton itu dan berlari sambil menembak Max, Max yang terkena peluru di ujung lengan nya menggores sedikit kulit nya itu membalas menembak i Exie yang tengah berlari.
Tubuh Exie meliuk-liuk menghindari serbuan peluru sambil berlari, Edward sangat kagum dengan kemampuan Exie menghindari hujaman peluru itu.
"Tubuhnya lentur juga! " batin Edward sambil menembak Max yang tengah Lengah berfokus pada Exie seorang.
DUAR
Peluru Edward mengenai sendi tangan Max, Edward sengaja tidak menembak mati Max karena Edward ingin memberi perhitungan karena menyakiti keluarga nya.
Berani menginginkan istri nya, dan menculik anak-anaknya dua kali. Sehingga tembak mati terlalu ringan untuk hukuman laki-laki brengsek seperti Max.
"ARGGGGHHH! " teriak Max saat tangan kiri nya sudah lemas tak bisa di gerak kan lurus ke bawah.
"SIALAN KAU QUEEN, BERANI NYA MEMANIPULASI AKU! " teriak Max lagi sambil sembunyi di balik puing lari.
Edward mengacungkan jari jempol nya saat Exie sampai di puing itu dan menatap Edward yang barusan menembak Max. Exie tersenyum karena dua jempol yang di acungkan Edward. Mereka berdua saling tersenyum.
"BAIKLAH JIKA ITU MAUMU. KELUAR KAN MAYAT DUA ANAK ITU! "
.
.
.
.
Happy reading semuanya
part tegang ini bikin yang nulis tegang leher juga loš¤£š¤£
stay tune ya semuanya š
Hari ini spesial mak othor akan update 2 bab buat kalianš¤¤
__ADS_1