Birahi Terlarang Suamiku

Birahi Terlarang Suamiku
80. KAMU


__ADS_3

Keesokan harinya Edward dan Exie kembali ke markas untuk melanjutkan eksekusi nya pada Alex dan juga pada Max.


Pukul 9.00 pagi mereka sudah sampai di markas dan masuk ke dalam kamar merah tempat Max menerima hukuman nya dari Edward.


Ceklek


Edward dan Exie masuk ke dalam kamar dengan nuansa merah dan juga penuh alat-alat aneh itu, sambil melihat sekitar yang sudah di kosongkan kecuali Max yang tengah terlentang dengan tangan dan kaki terikat di ujung-ujung tiang kasur.


"Apa kamar ini begitu nyaman, Max? " kata Edward dingin memancing reaksi dari Max, karena anak buahnya tadi mengabarkan kalau Max sudah bangun.


"Sampai kau tertidur nyaman sekali? aku akan membuatmu semakin nyaman lagi kalau begitu! " kata Edward dingin karena tak ada jawaban dari Max.


"Sssssttt. Apa belum puas menyiksaku seperti ini? Apa melihatku seperti ini membuatmu bahagia? Apa lagi yang akan kau lakukan, King!" teriak Max sambil membelalakan matanya penuh amarah.


"Puas? Apa yang aku lakukan padamu? " kata Edward dengan muka yang sangat menyebalkan.


"Kau melecehkan ku, menghilangkan masa depan ku! " teriak Max.


"Aku hanya membayar orang, bukan aku yang menikmati tubuh jelek mu itu! Dan kamu sendiri dengan suka rela yang memberikan cacing mungilmu pada singa istriku! Apa kamu lupa? " kata Edward tanpa rasa bersalah sedikitpun.


"Sama saja, Kau brengsek... Kau jahat king! " teriak Max lagi.


"Haha, kamu benar-benar tidak berubah sama sekali. Agar kamu bisa berfikir lagi, permainan apa yang kita lakukan hari ini? " tanya Edward dengan seringai yang sangat menyeramkan.


Sedangkan Exie hanya diam duduk di kursi panjang yang sudah di sediakan sambil melihat interaksi suami nya dan juga musuhnya..


"KAU GILA... AMPUN KING. BUNUH SAJAA AKU...!" teriak Max ketakutan karena membayangkan apa lagi yang akan Edward lakukan terhadap nya.


"Istriku, apa yang harus aku lakukan pada dia?" tanya Edward pada Exie sambil berbalik dan menuju tempat duduk Exie.

__ADS_1


"Apa ya? " jawab Exie sambil pura-pura berfikir.


Yah, Edward dan Exie hanya ingin membuat Max tertekan, karena untuk laki-laki kekerasan fisik bisa di tahan tapi tertekan dan pelecehan harga diri adalah siksaan yang luar biasa.


harga diri nomor satu untuk laki-laki. Begitulah kata Edward pada Exie, jadi mereka berdua sepakat akan menghukum Max dengan pikiran nya sendiri juga tentu fisik nya harus di coba setelah ini.


"Xion! " teriak Edward.


Kemudian Xion yang merupakan tangan kanan Edward di Dubai bawah tanah itu masuk dengan siap siaga menerima perintah dari pimpinan klan nya.


"Baik king, apa yang harus saya lakukan? " tanya Xion.


"Siapkan ruangan siksaan, ikat dia dan kuliti kedua tangan nya. " kata Edward pada Xion.


"TIDAAKKK.... KAU KEJAM KING... TIDAK.... !" teriak Max histeris mendengar perintah yang Edward titah kan pada anak buah nya.


Edward kemudian menggandeng Exie dan keluar ke ruangan itu tanpa memperdulikan Max yang tengah teriak-teriak dengan seluruh tenaga nya.


"Yakin, aku sudah mengatakan padamu bahwa aku tidak akan memaafkan orang yang berani melukai mu dan anak-anak. Biarkan dia membusuk di sini sebelum aku serahkan pada polisi dan di penjara sambil menunggu ajal. " kata Edward pelan dan lembut pada Exie.


"Apa tidak bisa memaafkan sekali lagi? " tanya Exie karena sedikit tidak tega melihat kehancuran Max.


"Terakhir kali dia lolos, dia semakin jahat dan justru merencanakan hal yang sangat mengerikan Ex. Bagaimana jika aku tidak datang tepat waktu? Anak-anak mungkin sudah di lenyapkan dan kamu sudah di rudapaksa oleh biadab itu! Bahkan sekarang jadi budak s e x milik Max. Apa kamu melupakan itu? " tanya Edward pelan.


"Tidak Ed, baiklah terserah padamu. aku tidak lagi mendebat mu demi nyawa anak-anak." jawab Exie.


"Cantik... Ayo ke ruangan Alex! " kata Edward sambil kembali jalan dan menggandeng Exie.


Walaupun Edward sedang sangat senang karena kedekatan nya dan dengan Exie yang sudah terjalin sangat bagus, juga sikap patuh Exie yang dulu Edward kenal telah kembali.

__ADS_1


Edward berjalan sambil menyunggingkan senyum tipis sekali hingga tidak ada yang menyadari sedikit pun.


ceklek


"Selamat pagi, Lex." sapa Edward sambil menyeringai saat memasuki ruangan Alex.


Alex yang tengah terduduk sambil terikat masih penuh air mata menoleh pada sumber suara.


"Apa kamu masih bersedih? " tanya Edward berjalan mendekat sambil melepas genggaman tangan nya pada Exie.


"B A C O T... BUNUH AKU SEKARANG JUGA! " teriak Alex pada Edward yang mendekat.


"PROK PROK PROK... Masuk! " teriak Edward sambil menepuk tangan.


Alex melihat Edward seperti itu menjadi berdebar, membayangkan apa yang akan Edward siapkan untuk nya hari ini. Begitu pula dengan Exie yang ikut menerka apa kiranya yang disiapkan Edward untuk Alex.


Tiba-tiba muncul beberapa orang berbadan besar menyeret seorang perempuan.


"KAMU..!"


.


.


.


.


Happy reading semuanya.

__ADS_1


Terima kasih banyak yang masih setia menunggu. Mak akan usahakan update untuk kalian.


__ADS_2